Standar Akademik

Fakultas Pertanian
Universitas Bravigjaya

SA.GZhM-FP-UB.01

Revisi: Revisi 2
Tanggal: 5 November 2008
Umpan balik: Wakil Dekan I
Terverifikasi: tim QA
Disetujui oleh: Dekan Fakultas Pertanian
Jumlah halaman: 20


Tanggal: Tanggal: Tanggal:
Dibuat: Diperiksa: Disetujui:

GJM-FP

DP d
pendeta

Salin nomor pengiriman -
Status diperiksa*
tak terbatas*
tanggal pengiriman
*) Centang kotak yang sesuai (v).



Kata pengantar
Standar Akademik Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (UB) memberikan pedoman bagi perencanaan dan pelaksanaan kegiatan akademik, serta dasar pengembangan kurikulum, sumber daya, metode kegiatan dan penilaian akademik.
Tujuan dari penetapan standar akademik tersebut adalah untuk menjamin kualitas akademik di Fakultas Pertanian UB dalam rangka mencapai visi, misi, dan tujuan akademik.
Standar akademik ini menetapkan visi, misi, tujuan pendidikan dan etika FP-UB, serta indikator mutu yang digunakan dalam proses pembelajaran FP-UB yaitu: jurusan/kurikulum, sumber daya manusia, mahasiswa, proses pendidikan, sarana prasarana. , lingkungan akademik, penelitian dan publikasi, pengabdian masyarakat, administrasi akademik dan sistem informasi akademik.
Standar akademik FP UB bersifat dinamis dalam arti berubah dari waktu ke waktu ke standar yang lebih tinggi berdasarkan hasil self assessment pada periode sebelumnya. Oleh karena itu, diperlukan usulan untuk meningkatkan kualitas akademik sesuai dengan dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Malang, 5 November 2008
pendeta


Guru Irlandia Sumeru Ashari, M.Sc., Ph.D.
Pin 130 935 078



Indeks





1. Perkenalan
1.1. definisi
Standar akademik merupakan definisi pertama (tingkat dasar) standar akademik yang mengawali terselenggaranya proses pendidikan dalam sistem penjaminan mutu. Standar mutu ilmiah yang ditetapkan bersifat wajib untuk satu tahun akademik dan dapat direvisi kembali tergantung pada perkembangan ilmiah.
Standar mutu akademik terdiri dari sepuluh komponen mutu:
1. Kurikulum
2. Staf (guru dan asisten)
3. Keterampilan mahasiswa dan lulusan
4. Proses pendidikan
5. Tempat dan infrastruktur akademik
6. Suasana akademik
7. Penelitian dan publikasi
8. Pengabdian masyarakat
9. Manajemen Akademik
10. Sistem informasi akademik
1.2. Menjelaskan Komponen Mutu Akademik
1.2.1. Silabus kursi (silabus)
Kurikulum adalah suatu rencana umum dan pengorganisasian yang menyangkut tujuan, isi, dan bahan ajar serta metode yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai kompetensi tertentu sesuai dengan standar nasional pendidikan. Program ini memberikan informasi tentang bahan dan sumber belajar, alat dan proses belajar mengajar, dan penilaian mereka terhadap hasil belajar dan perolehan keterampilan. Berdasarkan peraturan universitas, kurikulum Fakultas Pertanian UB berfungsi sebagai program studi yang dirancang untuk bidang studi tertentu (6 PS dan 2 PS dalam kurikulum lama: program Teknik Pertanian dan Agribisnis). Panduan program pendidikan. Mengingat lingkungan pendidikan yang selalu berubah, program harus secara teratur disesuaikan dan disempurnakan untuk memenuhi kebutuhan para pemangku kepentingan.
1.2.2. Staf (guru dan asisten)
Kualitas pendidikan tinggi juga tergantung pada sumber daya manusia serta organisasi yang kuat dan manajemen yang efektif. Komitmen manajemen dan staf terhadap kualitas perencanaan dan pelaksanaan program menentukan efektivitas organisasi secara keseluruhan. Program pengembangan sumber daya manusia diperlukan untuk memprediksi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan penduduk. Pengembangan sumber daya manusia juga diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyampaian program dan kinerja organisasi. Hasil dari upaya tersebut tercermin dari kualitas proses belajar mengajar, kualitas lulusan, dan kualitas layanan Tri Dharma kepada pemangku kepentingan.
1.2.3. Keterampilan siswa dan lulusan
Siswa merupakan salah satu komponen terpenting dari keseluruhan proses belajar mengajar. Siswa harus memperoleh keterampilan yang ditentukan dalam program. Penilaian hasil belajar yang akurat menentukan sejauh mana tujuan pembelajaran (hasil belajar) tercapai atau merupakan ukuran persentase keterampilan yang dicapai. Dengan demikian, pengukuran penilaian keterampilan lulusan dapat menjadi tolak ukur bagi pelaku pasar tenaga kerja.
1.2.4. Proses belajar mengajar
Standar proses belajar mengajar terkait dengan upaya untuk memberikan siswa pengalaman belajar yang berkualitas. Sangat penting untuk memantau kemajuan siswa dan hasil belajar: a. Menilai relevansi program studi dengan program studi yang digunakan, b. Mengetahui masalah yang akan dipecahkan c. Meningkatkan proses pembelajaran, d. Menilai keberhasilan guru dalam menyelesaikan tugas, e. Mengukur otonomi siswa atau penguasaan keterampilan.
1.2.5. Tempat dan infrastruktur akademik
Penyelenggaraan pendidikan tinggi yang efektif memerlukan dukungan ketersediaan sumber belajar yang merangsang kedinamisan berpikir dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara holistik. Sumber belajar seperti ketersediaan ruangan, ruang baca (digital atau tidak), peralatan laboratorium, materi pembelajaran dan teknologi informasi harus mudah diakses oleh guru dan siswa. Ini dapat mendukung program pendidikan dan penelitian dan memberikan kesempatan untuk belajar lebih banyak tentang berbagai disiplin ilmu, budaya, dan cara berpikir dan belajar.
1.2.6. Lingkungan akademik
Fakultas/jurusan/EP harus berupaya menciptakan lingkungan akademik yang nyaman bagi civitas akademika guna mencapai efisiensi dan produktivitas kerja/belajar yang optimal. Efek yang dicapai adalah lulusan mempersiapkan pengetahuan (pemahaman), serta sikap dan perilaku masyarakat ilmiah terhadap pekerjaan. Kepuasan siswa terhadap layanan juga dapat ditingkatkan melalui kemudahan akses informasi, kesempatan kegiatan ekstrakurikuler, dukungan konseling siswa yang tepat, dan program konseling untuk memastikan siswa mencapai hasil belajar yang optimal. Komunikasi interpersonal, menyelesaikan konflik dan perbedaan persepsi, dan melibatkan semua peserta berkontribusi pada motivasi intrinsik.
1.2.7. Penelitian dan publikasi
Penelitian guru dan siswa dilakukan dalam kerangka pengembangan ilmiah, teknis dan industri. Penelitian harus memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini dan masa depan. Kajian ini bertujuan untuk memastikan bahwa inovasi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan oleh pihak swasta, masyarakat atau pengguna lainnya. Untuk itu, hasil kegiatan penelitian harus disebarluaskan, dipublikasikan di website, seminar, jurnal nasional atau asing dan dapat dipatenkan. Hasil penelitian harus memperkaya kurikulum dan inovasi masyarakat untuk memecahkan masalah.

1.2.8. pelayanan publik
Pekerjaan umum dilaksanakan dengan pengenalan dan pemanfaatan capaian ilmu pengetahuan, teknologi dan produksi yang berkaitan dengan bidang keilmuan. Oleh karena itu, kegiatan amal harus sesuai dengan profesionalisme guru dan siswa, mempengaruhi pengakuan masyarakat, membawa pencerahan dan kesejahteraan bagi masyarakat.
1.2.9 Pengawas Akademik
Manajemen akademik memerlukan kepemimpinan, komitmen untuk mengelola proses pelayanan akademik untuk memberikan pelayanan prima. Manajemen studi didasarkan pada dokumentasi data yang teratur dan sistematis.
1.2.10. Sistem Informasi Akademik
Setiap unit yang menyelenggarakan dan memelihara kegiatan akademik harus melengkapi dan menerapkan sistem informasi akademik melalui internet dan jaringan area lokal.



2. Sepuluh poin standar kualitas akademik
2.1. Rencana Akademik
Aspek kualitas adalah keterlibatan pemangku kepentingan dalam pengembangan kurikulum dan keterampilan lulusan, upaya pembaruan kurikuler, pemantauan kurikuler, dan sosialisasi.
1. Fakultas membentuk Panitia Kurikulum untuk merancang dan mengembangkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK).
2. Review Program dikembangkan oleh Panitia Program berdasarkan kontribusi dari fakultas/laboratorium, mahasiswa, alumni, asosiasi profesi, organisasi dan komunitas pengguna.
3. Pernyataan keterampilan dikomunikasikan kepada siswa dan orang tua siswa setahun sekali.
4. Sebagai bagian dari pengembangan dan adaptasi kurikulum, guru bertemu dengan pemangku kepentingan (pemerintah/birokrasi, organisasi profesi, alumni, praktisi, komunitas pengguna, guru dan siswa) minimal 4 tahun sekali.
5. Fakultas meninjau program setiap 4 tahun.
6. Untuk memastikan relevansi program, Kelompok Pelapor Ahli (KDK) bertemu minimal satu kali dalam satu semester untuk membahas:
A. Relevansi penelitian
b. Pembaruan RCPS
dibandingkan dengan pembaruan modul, handout dan/atau manual
D. Aplikasi praktis
2.2. Staf (guru dan asisten)
Untuk meningkatkan kinerja akademik, program pengembangan akademik untuk guru dan staf pendukung harus ditetapkan.
1. Fakultas memiliki rencana pengembangan guru dan asisten.
2. Guru melengkapi portofolio sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun serta memantau dan mengevaluasi pekerjaan staf pengajar (9 sks 13) dan staf pendukung berdasarkan laporan kepala departemen dan unit kerja terkait.
3. Fakultas mendorong pengembangan guru dan asisten melalui pelatihan, pelatihan lanjutan, kursus singkat, magang, seminar. Hasil program pengembangan akan dipresentasikan dalam bentuk workshop di akhir acara dan disebarluaskan untuk mendukung proses belajar mengajar.
4. Rapat fakultas di tingkat jurusan dilaksanakan minimal dua kali dalam satu semester (pada awal dan akhir semester), dihadiri oleh 75% dosen yang bekerja pada semester yang bersangkutan.
5. Umpan balik pelaksanaan pelatihan mahasiswa, guru dan asisten dilakukan melalui survei atau pertemuan minimal satu kali dalam satu semester di tingkat jurusan dan satu kali dalam satu tahun di tingkat fakultas.


2.3. Keterampilan siswa dan lulusan
Aspek yang distandarisasi adalah kualitas penerimaan mahasiswa, peningkatan kemampuan mahasiswa, hasil mahasiswa, dan benchmark studi.
1. Pendaftaran mahasiswa FPB dilakukan sesuai hasil tes masuk yang objektif dan dilakukan secara mandiri.
2. Kualitas penerimaan mahasiswa baru, berdasarkan hasil ujian masuk (>500), ketatnya seleksi (1:4), rasio mahasiswa yang terdaftar/diterima (85%), %>50% dari yang pertama pilihan, harus meningkat dibandingkan tahun lalu.
3. Dalam rangka peningkatan kualitas mahasiswa baru, fakultas menyelenggarakan studi doktoral secara langsung melalui SMA, website, pemerintah daerah, open house setahun sekali pada akhir semester gasal.
4. Fakultas berupaya meningkatkan daya saing lulusan dengan meningkatkan tingkat kecakapan bahasa Inggris (50% mahasiswa dengan TOEFL> 450), keterampilan (IPK rata-rata lulusan> 3,00), yang berujung pada pengurangan waktu tunggu pekerjaan (< 1,00 tahun) dan gaji pertama. meningkat (> Rs. 900.000).
5. Tenaga pengajar menunjukkan peningkatan efisiensi dengan penurunan jumlah mahasiswa DO (<5%), dan 40% mahasiswa lulus tepat waktu (<4 tahun).
6. Mahasiswa berperan aktif dalam memantau PBM dengan memberikan umpan balik minimal setahun sekali.
7. Melakukan studi ketertelusuran untuk mahasiswa sarjana setahun sekali untuk meningkatkan kinerja fakultas.

2.4. Proses belajar mengajar
Standar proses belajar mengajar meliputi RPP, kehadiran guru dan siswa, evaluasi proses belajar mengajar, dan hasil belajar.
1. Fakultas memaksa guru menerapkan RPKPS (>75% MC dilengkapi RPKPS) dan metode SCL (lebih dari 40% guru besar).
2. Guru wajib memenuhi tugas mengajar (>85%).
3. Menghadiri perkuliahan minimal 80% merupakan prasyarat untuk lulus ujian.
4. Penilaian hasil belajar menunjukkan peningkatan berdasarkan pencapaian keterampilan pada MC yang bersangkutan (>50% mencapai skor > B), dengan rata-rata keseluruhan (60% siswa memiliki IPK 3 dan rata-rata IPK 2). , 75).
5. Peningkatan PBM juga digambarkan dengan peningkatan persentase siswa yang puas dengan PBM (75% kepuasan).

2.5. Tempat dan infrastruktur untuk kegiatan akademik
Standar mutu sarana dan prasarana penelitian meliputi kondisi indoor atau outdoor, bahan ajar, ruang kelas, dan akses ke laboratorium, perpustakaan, dan sistem informasi.
1. Fakultas menyediakan kesempatan belajar yang memadai: ukuran kelas tidak lebih dari 60 siswa; Sedikitnya 5 perpustakaan per MK, ketersediaan access point; Sebagian besar aula dilengkapi dengan multimedia; (প্রতি 1 ); .
2. , , , fpub
3. fpub- -বিভাগের সেমিস্টার শুরু ক্ষতিগ্রস্ত সরঞ্জাম এবং pdii-
4. ,
5. fpub
2.6। একাডেমিক পরিবেশ
, , ,
1. PBM , সুপারভাইজারদের নিয়োগ 1 3
2. কমিউনিটি (≥40%)।
3. PDIII /অথবা , , , শিক্ষার্থীদের আঞ্চলিক এবং জাতীয় পর্যায়ে।
4. 25%
5. , প্রশাসনিক
6. /বিভাগগুলি
7. ,
8.

2.7। গবেষণা এবং প্রকাশনা
, ,
1.
2. বর্ধিত প্রকাশনার প্রকাশনাকে (2 টি , 1 উদ্দেশ্যের )।।
3. ফ্যাকাল্টি স্থানীয় সম্প্রদায়ের (> 2টি কার্যকলাপ/বছর) সাথে সহযোগিতায় সম্প্রদায় পরিষেবার মাধ্যমে গবেষণা ফলাফলের প্রচারের সুবিধা দেয়।
4. অনুষদ বছরে অন্তত একবার পোর্টফোলিও তৈরি করে শিক্ষকদের গবেষণা কার্যক্রম এবং প্রকাশনা নিয়ন্ত্রণ করে।
5. FPUB-তে বৈজ্ঞানিক উত্পাদনশীলতা বৃদ্ধি গবেষণা এবং প্রকাশনা কার্যকলাপ বৃদ্ধিতে প্রতিফলিত হয় (5% বেশি)।
2.8। জনসেবা
1. অনুষদ/বিভাগগুলি আঞ্চলিক সরকার এবং সংশ্লিষ্ট সংস্থাগুলির সাথে সমঝোতা স্মারক স্বাক্ষরের মাধ্যমে সম্প্রদায়ের চাহিদা অনুযায়ী সম্প্রদায় পরিষেবা কার্যক্রম গ্রহণ করতে বিশ্ববিদ্যালয় সম্প্রদায়কে উত্সাহিত করে৷
2. গত তিন বছরে কমিউনিটি কাজের উৎপাদনশীলতা 5% বৃদ্ধি পেয়েছে।
2.9। একাডেমিক লিড
1. অনুষদ GJM এবং UJM স্থাপনের মাধ্যমে অনুষদ এবং বিভাগ পর্যায়ে SPMA বাস্তবায়নের দায়িত্ব নেয়।
2. অনুষদ SPMA বাস্তবায়নের জন্য রুটিন বাজেট বরাদ্দ করে
3. অনুষদ/বিভাগগুলি মান পরিচালন ব্যবস্থায় বৈজ্ঞানিক নথি এবং মানসম্পন্ন নথি তৈরি করেছে এবং সেগুলি নিয়মিত আপডেট করে।
4. ফ্যাকাল্টিরা মাসিক মিটিং করে অনুষদ ও বিভাগ পর্যায়ে SPMA বাস্তবায়নের তদারকি করে
5. ফ্যাকাল্টি পর্যায়ক্রমে বৈজ্ঞানিক ডাটাবেস আপডেট করে এবং ফ্যাকাল্টি ম্যানেজমেন্ট ডিনকে প্রতি বছরের শেষে (ডিসেম্বরের শুরুতে) অনুষদের স্ব-মূল্যায়নের ফলাফল সম্পর্কে রিপোর্ট করে।
6. অনুষদ পর্যায়ক্রমে একাডেমিক ডাটাবেস আপডেট করে এবং ডিন প্রতি বছরের শেষে (ডিসেম্বরের মাঝামাঝি) চ্যান্সেলরের কাছে ফ্যাকাল্টির স্ব-মূল্যায়নের ফলাফল প্রেরণ করে।
7. অনুষদ 80% সম্মতির লক্ষ্য নিয়ে SPMA বাস্তবায়ন করেছে।

2.10। একাডেমিক তথ্য সিস্টেম
1. অনুষদ SIAKAD কে পাঠদান ও পাঠদান কার্যক্রম পর্যবেক্ষণ ও মূল্যায়নের জন্য একটি হাতিয়ার হিসেবে ব্যবহার করেছে।
2. ফ্যাকাল্টি SIAKAD ব্যবহারে একাডেমিক সম্প্রদায়ের কাছ থেকে প্রতিক্রিয়া সংগ্রহ করে
3. ফ্যাকাল্টির লক্ষ্য হল ফ্যাকাল্টিতে বিদ্যমান সিম কার্ড ব্যবহার করে FPUB-তে অভ্যন্তরীণভাবে ব্যবহার করার জন্য একটি সিম কার্ড ডিজাইন করা।











বাইবলিওগ্রাফি

বেনামী 2003. উচ্চ শিক্ষার জন্য দীর্ঘমেয়াদী কৌশল। উচ্চ শিক্ষা অধিদপ্তর।
বেনামী 2003. উচ্চ শিক্ষার গুণমান নিশ্চিতকরণের নির্দেশিকা। উচ্চ শিক্ষা অধিদপ্তর।
বেনামী 2003. জাতীয় শিক্ষা ব্যবস্থা। আইন নং 20/2003।
বেনামী 2004. বিভাগীয় কর্মক্ষমতা মূল্যায়ন প্রতিবেদনের উপকরণ। গাদজাহ মাদা বিশ্ববিদ্যালয়ের গুণমান নিশ্চিতকরণ অফিস। যোগকর্তা।
বেনামী 2005. গুণমান নিশ্চিতকরণ পিটিতে ভাল অনুশীলন। বই 1-10। উচ্চ শিক্ষার মহাপরিচালক, একাডেমিক এবং ছাত্র বিষয়ক অধিদপ্তর। জাকার্তা
বেনামী 2005. জাতীয় শিক্ষাগত মান। 2005 সালের সরকারি ডিক্রি নং 19।
বেনামী 2007. Universitas Brawijaya এর একাডেমিক নীতি। Universitas Brawijaya কোয়ালিটি অ্যাসুরেন্স সেন্টার। দরিদ্র।
বেনামী 2007. Universitas Brawijaya এর একাডেমিক নীতি। Universitas Brawijaya কোয়ালিটি অ্যাসুরেন্স সেন্টার। দরিদ্র।
বেনামী 2007. Universitas Brawijaya একাডেমিক কোয়ালিটি ম্যানুয়াল। Universitas Brawijaya কোয়ালিটি অ্যাসুরেন্স সেন্টার। দরিদ্র।
বেনামী 2007. Brawijaya University একাডেমিক স্ট্যান্ডার্ডস। Universitas Brawijaya কোয়ালিটি অ্যাসুরেন্স সেন্টার। দরিদ্র।
বেনামী 2007. ব্রাবিজয়া ইউনিভার্সিটি একাডেমিক রেগুলেশনস। Universitas Brawijaya কোয়ালিটি অ্যাসুরেন্স সেন্টার। দরিদ্র।
বেনামী 2007. ইউনিভার্সিটাস ব্রাভিজায়া SPMA এর জন্য বাস্তবায়ন পদ্ধতি ম্যানুয়াল। Universitas Brawijaya কোয়ালিটি অ্যাসুরেন্স সেন্টার। দরিদ্র।
বেনামী 2007. Universitas Brawijaya এর একাডেমিক মানের অভ্যন্তরীণ নিরীক্ষার জন্য নির্দেশিকা। Universitas Brawijaya কোয়ালিটি অ্যাসুরেন্স সেন্টার। দরিদ্র।











সম্পাদকীয় কর্মী

উপদেষ্টা: ডিন
প্রধান: ডেপুটি ডিন আই
ব্যবস্থাপনা পরিচালক: Ir. রত্যা অনিন্দিতা, এমএস, পিএইচডি
সচিব: আইআর. শ্রী রাহায়ু উতামি, এমএসসি, পিএইচডি
সদস্যঃ শাহরুল কুর্নিয়াওয়ান, এসপি। সহকারী.
ডঃ আইরিশ বামবাং ট্রাই রাহার্দজো, এসইউ।
শিক্ষক। ডঃ আইরিশ কুসওয়ান্তো, এমপি।
ডাঃ আন্তন মুহিবুদ্দিন, এমপি

Comments

Popular posts from this blog

BEBERAPA CATATAN TENTANG PEMBELAJARAN AKUNTANSI PENGANTAR

E-Learning VS I-Learning

SILABUS PERKULIAHAN; PENGANTAR KOMUNIKASI PENDIDIKAN