Penelitian Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Asing: Latar Belakang, Landasan Teoritis dan Prosedur Pengumpulan Data
Ringkasan MKM, Jilid II, II. Tahun, 1995
Kajian Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Asing: Latar Belakang, Kerangka Teoritis dan Tata Cara Pengumpulan Data
o1eh: Gusti Astika (Universitas Kristen Sathya Wakana) Salatiga
pengantar
Penutur asing semakin tertarik mempelajari bahasa Indonesia. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya orang asing yang ingin belajar berbagai bahasa dari negara tetangga maupun dari negara Asia, Amerika dan Eropa lainnya seperti Australia. Di Amerika Serikat, Cornell University, University of Michigan, University of Hawaii dan banyak universitas lainnya adalah bagian dari konsorsium pengajaran bahasa yang mengajarkan bahasa Indonesia kepada para mahasiswanya. Program bahasa Indonesia didirikan tidak hanya di universitas-universitas Amerika tetapi juga di Indonesia setiap musim panas. Demikian pula, kebutuhan untuk belajar bahasa Indonesia menjadi melembaga di Australia. Banyak sekolah di Australia telah menerapkan bahasa Indonesia sebagai kurikulum bahasa asing. University of Sydney telah bermitra dengan Universitas Kristen Satya Wakana sejak tahun 1973 untuk menjalankan program bahasa Indonesia PIBBI (Intensifikasi Bahasa dan Budaya Indonesia) atau biasa dikenal dengan Program Salatiga.
Tiga institusi bertanggung jawab untuk mengembangkan program ini (University of Sydney, Sastia Wakana University dan Jakarta Language Development Centre). Pesertanya sangat beragam dan terdiri dari pelajar SMA, mahasiswa, pegawai negeri, perwakilan swasta dan pensiunan. Dari tahun ke tahun, jumlah anggota PIBBI selalu meningkat.
Tumbuhnya minat orang asing untuk belajar bahasa Indonesia menyebabkan perlunya program studi yang berorientasi pada karir. Jakarta, Yogyakarta, Malang, Bandung, Salatiga dan kota-kota lain seperti itu memiliki lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pelatihan bahasa Indonesia untuk berbagai keperluan. Tuntutan yang terus meningkat membuat banyak perguruan tinggi di Indonesia untuk serius menanggapi program tersebut.
Kajian pengajaran bahasa Indonesia kepada penutur asing masih merupakan bidang yang sangat baru dan belum banyak diteliti secara ilmiah. Ini merupakan bidang studi yang sangat luas dan memiliki prospek yang besar bagi perkembangan pendidikan bahasa Indonesia. Dari segi pedagogis, pengajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa asing akan sangat membantu guru bahasa Indonesia dalam mengajar bahasa Indonesia, terutama jika ada landasan teori untuk mengembangkan materi dan kegiatan. persiapan
Pengalaman Satya Wakana yang berulang di kelas PIBBI menunjukkan bahwa keinginan mahasiswa internasional untuk memahami proses pembelajaran bahasa Indonesia dirasakan sangat kuat. Pengalaman di kelas menunjukkan bahwa banyak masalah (kesalahan) yang muncul di kelas tidak dapat dijelaskan dengan mengacu pada tautan yang telah digunakan selama ini dalam proses pembelajaran. Menurut pengalaman ahli bahasa Griffith University Jeff Williams (1984), kesalahan yang dilakukan oleh penutur asing saat menggunakan bahasa Indonesia terutama pada peralihan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, yaitu pada pilihan kata, struktur kalimat, dan ucapan. Woolams mengatakan sistem awalan dan akhiran bahasa Indonesia menciptakan kebingungan bagi penutur asing. Menurut Woolams, strategi umum yang digunakan oleh mahasiswa internasional adalah menghilangkan awalan atau akhiran kata dan membiarkan orang lain menemukan artinya. Namun, strategi seperti itu sering menimbulkan kebingungan dalam komunikasi. Sulitnya memahami sistem prefiks dan sufiks ditunjukkan oleh Spilloane (1993). Sebagai siswa internasional, akhiran kan dan ei sulit dibedakan jika digunakan di bagian akhir kata kerja aktif.
Yuliwati Lim (1993) melakukan studi pendahuluan tentang penyalahgunaan bahasa Indonesia dengan menggunakan sampel peserta PBBI Sastia Wakana. Fokus penelitian pada metode pengajaran, yaitu jenis komentar guru atas kesalahan siswa, jenis kesalahan yang dilakukan, menunjukkan bahwa bahasa siswa (Inggris) memiliki peran yang signifikan dalam perilakunya.
Ketiga kajian tersebut di atas masih bersifat sangat umum dan mencakup aspek sintaksis dan morfologis. Penelitian ini mencoba mengidentifikasi aspek-aspek yang lebih spesifik, yaitu kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh penutur asli asing di dalam kelas saat menggunakan awalan me. Ini akan menjadi sangat penting, karena dengan melihat secara cepat jumlah jenis kesalahan, kesalahan penggunaan awal atau non-penggunaan akan menunjukkan penggunaan aditif lain yang paling tinggi. Secara khusus, tujuannya adalah untuk mengidentifikasi kesalahan yang dibuat, menjelaskan sumber kesalahan (strategi yang digunakan oleh siswa) dan mencoba menjelaskan pengaruhnya terhadap pembelajaran.
Upaya peningkatan kualitas tenaga kerja melalui interaksi positif dengan lingkungan
Pengarang : Jimmy H (USWAGATI CIREBON)
pengantar
Rakyat diharapkan menjadi modal utama pengembangan sumber daya manusia. Pada kenyataannya masih banyak permasalahan dalam model distribusi, pergerakan, peningkatan ukuran dan kualitas.
Dari segi kualitas, baik fisik maupun non fisik, keduanya sangat rendah. Karakteristik fisik dalam hal tinggi dan perawakan, serta status kesehatan, harapan hidup saat ini sangat rendah pada usia 62 tahun, sedangkan tingkat pendidikan rendah dari sudut pandang non-fisik. Sekitar 781 (Anonim, 1992), daripada pendidikan dasar, mereka tidak memiliki apa-apa atau kurang.
Pembangunan Indonesia harus mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya. Implikasinya, hal itu merupakan upaya untuk mencapai kualitas hidup dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Oleh karena itu, kualitas hidup mencakup lingkungan di mana seseorang tinggal dan kualitas orang tersebut. Dari sini, pengembangan sumber daya manusia difokuskan pada upaya mendaur ulang sumber daya alam dan menjaga ekosistem yang serasi, serasi, dan seimbang. Menggunakan teknologi untuk mempercepat laju pembangunan tidak bisa dihindari. Kehadiran sumber daya manusia yang berkualitas dalam pengelolaan sumber daya alam dan pandangan positif terhadap lingkungan sebagai suatu ekosistem memastikan teknologi yang digunakan dalam pembangunan dan lingkungan sebagai suatu ekosistem.
Bagaimana mengajari orang Indonesia cara mengelola sumber daya alam dan melindungi ekosistemnya. Berdasarkan pertanyaan tersebut, artikel singkat ini membahas tentang relasi atau relasi yang seharusnya ada antara seseorang dengan lingkungan.
Otonomi Keuangan di Perguruan Tinggi (Strategi untuk Mengalahkan Biaya Pendidikan)
Pengarang : A. Supriyanto
Ringkasan
Swakelola perguruan tinggi merupakan strategi pemerintah. Biaya pendidikan tinggi tidak murah. Dengan kebijakan otonomi ini diharapkan perguruan tinggi berusaha untuk menerima, mempertahankan dan menggunakan dana yang diterimanya langsung dari masyarakat. Langkah-langkah yang dapat diambil dalam implementasinya adalah menentukan strategi yang tepat bagi perguruan tinggi mengingat berbagai tren dunia pendidikan modern.
Kata kunci: otonomi keuangan PT, strategi implementasi.
Peran kepemimpinan dalam lingkungan organisasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja
Dari: SUTIMAN, AH
(Universitas Kristen Maranatha)
pengantar
Salah satu topik yang paling populer saat ini adalah masalah kepemimpinan. Pentingnya manajemen merupakan salah satu alat bantu dalam kehidupan organisasi, terutama dalam bidang yang selalu mendapat perhatian khusus. Penekanannya selalu pada kepemimpinan. Ia adalah pemimpin yang merupakan mesin dari suatu perusahaan atau kegiatan. Pemimpin harus berkontribusi pada pencapaian tujuan organisasi yang efektif dan efisien dengan membuat tindakan manajemen, terutama keputusan dan kebijakan.
Seperti telah disebutkan sebelumnya, berhasil tidaknya upaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya sangat ditentukan oleh kemampuan pemimpin yang berperan penting dalam kegiatan orang/bawahan.
Kepemimpinan yang baik sangat penting bagi organisasi yang ingin maju menuju tujuannya, jadi:
A. Hindari keputusan yang berisiko/tebakan untuk membuat keputusan yang lebih fokus.
b. Hindari membuat keputusan tergesa-gesa.
c. Penggunaan sumber daya manusia dan metode produksi yang efisien dan rasional yang tersedia bagi organisasi.
Tenaga kerja manusia merupakan salah satu alat produksi dan sekaligus mitra terpenting organisasi dan mempengaruhi keberhasilan organisasi. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Dengan kata lain, pemimpin harus mampu mengelola unsur-unsur tersebut dengan baik, tertib dan terarah. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan kerjasama yang baik antara atasan dan bawahan. Hal ini juga membutuhkan manajemen yang baik.
Jika manajemen tidak memperhatikan unsur-unsur tersebut di atas, biasanya menimbulkan gejala/akibat negatif:
A. Karyawan/Ketergantungan tidak menunjukkan semangat dan disiplin kerja yang layak.
b. Pekerjaan umum tidak efisien dan efektif sehingga tingkat produktivitas organisasi relatif rendah.
Jadi menyenangkan untuk berspekulasi sedikit tentang kepemimpinan, dengan asumsi bahwa penulis melacak pro dan kontranya. Sebagian tujuan dari tinjauan ini adalah karena penulis masih mendengar/membaca bahwa ada kesalahpahaman dalam cara kerja organisasi, yang sering menyebabkan stres/kehilangan pekerjaan/produktivitas rendah dan terkadang hal-hal yang tidak diinginkan. Demonstrasi, pemogokan, dll. Untuk memberikan informasi pemecahan masalah untuk mengatasi peristiwa negatif tersebut di atas.
Tujuan dari tinjauan ini adalah untuk memberikan saran tentang cara mengurangi, menghilangkan, atau menghilangkan faktor-faktor penyebab masalah di atas.
Diharapkan nilai praktis dari evaluasi ini akan terlihat untuk mencapai efisiensi dan efektivitas operasional.
Tindakan menulis ulasan ini didasarkan pada alasan berikut:
1. Kepemimpinan merupakan faktor yang sangat penting dalam mengatur roda organisasi, karena tanpa adanya faktor kepemimpinan yang berperan sebagai agen untuk menjalankan semua kegiatan, pencapaian tujuan organisasi tidak akan berhasil.
2. Kerjasama dalam kepemimpinan sangat penting, karena kerjasama merupakan kunci keberhasilan pemimpin dalam menjalankan tugasnya.
3. Jika pemimpin menerapkan metode kepemimpinan berdasarkan kebutuhan dan keinginan bawahan dan masyarakat, ia dapat mengelola semua elemen organisasi yang dipimpinnya yaitu: Ingarso Sung Tulodo, Eng Madyo Mangun Karso. Dan di sini Vuri Kandaini dan jauhi lima (5 M), yaitu: Matni, Pencuri, Madon, Madat dan Mabuk.
Kajian Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Asing: Latar Belakang, Kerangka Teoritis dan Tata Cara Pengumpulan Data
o1eh: Gusti Astika (Universitas Kristen Sathya Wakana) Salatiga
pengantar
Penutur asing semakin tertarik mempelajari bahasa Indonesia. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya orang asing yang ingin belajar berbagai bahasa dari negara tetangga maupun dari negara Asia, Amerika dan Eropa lainnya seperti Australia. Di Amerika Serikat, Cornell University, University of Michigan, University of Hawaii dan banyak universitas lainnya adalah bagian dari konsorsium pengajaran bahasa yang mengajarkan bahasa Indonesia kepada para mahasiswanya. Program bahasa Indonesia didirikan tidak hanya di universitas-universitas Amerika tetapi juga di Indonesia setiap musim panas. Demikian pula, kebutuhan untuk belajar bahasa Indonesia menjadi melembaga di Australia. Banyak sekolah di Australia telah menerapkan bahasa Indonesia sebagai kurikulum bahasa asing. University of Sydney telah bermitra dengan Universitas Kristen Satya Wakana sejak tahun 1973 untuk menjalankan program bahasa Indonesia PIBBI (Intensifikasi Bahasa dan Budaya Indonesia) atau biasa dikenal dengan Program Salatiga.
Tiga institusi bertanggung jawab untuk mengembangkan program ini (University of Sydney, Sastia Wakana University dan Jakarta Language Development Centre). Pesertanya sangat beragam dan terdiri dari pelajar SMA, mahasiswa, pegawai negeri, perwakilan swasta dan pensiunan. Dari tahun ke tahun, jumlah anggota PIBBI selalu meningkat.
Tumbuhnya minat orang asing untuk belajar bahasa Indonesia menyebabkan perlunya program studi yang berorientasi pada karir. Jakarta, Yogyakarta, Malang, Bandung, Salatiga dan kota-kota lain seperti itu memiliki lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pelatihan bahasa Indonesia untuk berbagai keperluan. Tuntutan yang terus meningkat membuat banyak perguruan tinggi di Indonesia untuk serius menanggapi program tersebut.
Kajian pengajaran bahasa Indonesia kepada penutur asing masih merupakan bidang yang sangat baru dan belum banyak diteliti secara ilmiah. Ini merupakan bidang studi yang sangat luas dan memiliki prospek yang besar bagi perkembangan pendidikan bahasa Indonesia. Dari segi pedagogis, pengajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa asing akan sangat membantu guru bahasa Indonesia dalam mengajar bahasa Indonesia, terutama jika ada landasan teori untuk mengembangkan materi dan kegiatan. persiapan
Pengalaman Satya Wakana yang berulang di kelas PIBBI menunjukkan bahwa keinginan mahasiswa internasional untuk memahami proses pembelajaran bahasa Indonesia dirasakan sangat kuat. Pengalaman di kelas menunjukkan bahwa banyak masalah (kesalahan) yang muncul di kelas tidak dapat dijelaskan dengan mengacu pada tautan yang telah digunakan selama ini dalam proses pembelajaran. Menurut pengalaman ahli bahasa Griffith University Jeff Williams (1984), kesalahan yang dilakukan oleh penutur asing saat menggunakan bahasa Indonesia terutama pada peralihan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, yaitu pada pilihan kata, struktur kalimat, dan ucapan. Woolams mengatakan sistem awalan dan akhiran bahasa Indonesia menciptakan kebingungan bagi penutur asing. Menurut Woolams, strategi umum yang digunakan oleh mahasiswa internasional adalah menghilangkan awalan atau akhiran kata dan membiarkan orang lain menemukan artinya. Namun, strategi seperti itu sering menimbulkan kebingungan dalam komunikasi. Sulitnya memahami sistem prefiks dan sufiks ditunjukkan oleh Spilloane (1993). Sebagai siswa internasional, akhiran kan dan ei sulit dibedakan jika digunakan di bagian akhir kata kerja aktif.
Yuliwati Lim (1993) melakukan studi pendahuluan tentang penyalahgunaan bahasa Indonesia dengan menggunakan sampel peserta PBBI Sastia Wakana. Fokus penelitian pada metode pengajaran, yaitu jenis komentar guru atas kesalahan siswa, jenis kesalahan yang dilakukan, menunjukkan bahwa bahasa siswa (Inggris) memiliki peran yang signifikan dalam perilakunya.
Ketiga kajian tersebut di atas masih bersifat sangat umum dan mencakup aspek sintaksis dan morfologis. Penelitian ini mencoba mengidentifikasi aspek-aspek yang lebih spesifik, yaitu kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh penutur asli asing di dalam kelas saat menggunakan awalan me. Ini akan menjadi sangat penting, karena dengan melihat secara cepat jumlah jenis kesalahan, kesalahan penggunaan awal atau non-penggunaan akan menunjukkan penggunaan aditif lain yang paling tinggi. Secara khusus, tujuannya adalah untuk mengidentifikasi kesalahan yang dibuat, menjelaskan sumber kesalahan (strategi yang digunakan oleh siswa) dan mencoba menjelaskan pengaruhnya terhadap pembelajaran.
Upaya peningkatan kualitas tenaga kerja melalui interaksi positif dengan lingkungan
Pengarang : Jimmy H (USWAGATI CIREBON)
pengantar
Rakyat diharapkan menjadi modal utama pengembangan sumber daya manusia. Pada kenyataannya masih banyak permasalahan dalam model distribusi, pergerakan, peningkatan ukuran dan kualitas.
Dari segi kualitas, baik fisik maupun non fisik, keduanya sangat rendah. Karakteristik fisik dalam hal tinggi dan perawakan, serta status kesehatan, harapan hidup saat ini sangat rendah pada usia 62 tahun, sedangkan tingkat pendidikan rendah dari sudut pandang non-fisik. Sekitar 781 (Anonim, 1992), daripada pendidikan dasar, mereka tidak memiliki apa-apa atau kurang.
Pembangunan Indonesia harus mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya. Implikasinya, hal itu merupakan upaya untuk mencapai kualitas hidup dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Oleh karena itu, kualitas hidup mencakup lingkungan di mana seseorang tinggal dan kualitas orang tersebut. Dari sini, pengembangan sumber daya manusia difokuskan pada upaya mendaur ulang sumber daya alam dan menjaga ekosistem yang serasi, serasi, dan seimbang. Menggunakan teknologi untuk mempercepat laju pembangunan tidak bisa dihindari. Kehadiran sumber daya manusia yang berkualitas dalam pengelolaan sumber daya alam dan pandangan positif terhadap lingkungan sebagai suatu ekosistem memastikan teknologi yang digunakan dalam pembangunan dan lingkungan sebagai suatu ekosistem.
Bagaimana mengajari orang Indonesia cara mengelola sumber daya alam dan melindungi ekosistemnya. Berdasarkan pertanyaan tersebut, artikel singkat ini membahas tentang relasi atau relasi yang seharusnya ada antara seseorang dengan lingkungan.
Otonomi Keuangan di Perguruan Tinggi (Strategi untuk Mengalahkan Biaya Pendidikan)
Pengarang : A. Supriyanto
Ringkasan
Swakelola perguruan tinggi merupakan strategi pemerintah. Biaya pendidikan tinggi tidak murah. Dengan kebijakan otonomi ini diharapkan perguruan tinggi berusaha untuk menerima, mempertahankan dan menggunakan dana yang diterimanya langsung dari masyarakat. Langkah-langkah yang dapat diambil dalam implementasinya adalah menentukan strategi yang tepat bagi perguruan tinggi mengingat berbagai tren dunia pendidikan modern.
Kata kunci: otonomi keuangan PT, strategi implementasi.
Peran kepemimpinan dalam lingkungan organisasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja
Dari: SUTIMAN, AH
(Universitas Kristen Maranatha)
pengantar
Salah satu topik yang paling populer saat ini adalah masalah kepemimpinan. Pentingnya manajemen merupakan salah satu alat bantu dalam kehidupan organisasi, terutama dalam bidang yang selalu mendapat perhatian khusus. Penekanannya selalu pada kepemimpinan. Ia adalah pemimpin yang merupakan mesin dari suatu perusahaan atau kegiatan. Pemimpin harus berkontribusi pada pencapaian tujuan organisasi yang efektif dan efisien dengan membuat tindakan manajemen, terutama keputusan dan kebijakan.
Seperti telah disebutkan sebelumnya, berhasil tidaknya upaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya sangat ditentukan oleh kemampuan pemimpin yang berperan penting dalam kegiatan orang/bawahan.
Kepemimpinan yang baik sangat penting bagi organisasi yang ingin maju menuju tujuannya, jadi:
A. Hindari keputusan yang berisiko/tebakan untuk membuat keputusan yang lebih fokus.
b. Hindari membuat keputusan tergesa-gesa.
c. Penggunaan sumber daya manusia dan metode produksi yang efisien dan rasional yang tersedia bagi organisasi.
Tenaga kerja manusia merupakan salah satu alat produksi dan sekaligus mitra terpenting organisasi dan mempengaruhi keberhasilan organisasi. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Dengan kata lain, pemimpin harus mampu mengelola unsur-unsur tersebut dengan baik, tertib dan terarah. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan kerjasama yang baik antara atasan dan bawahan. Hal ini juga membutuhkan manajemen yang baik.
Jika manajemen tidak memperhatikan unsur-unsur tersebut di atas, biasanya menimbulkan gejala/akibat negatif:
A. Karyawan/Ketergantungan tidak menunjukkan semangat dan disiplin kerja yang layak.
b. Pekerjaan umum tidak efisien dan efektif sehingga tingkat produktivitas organisasi relatif rendah.
Jadi menyenangkan untuk berspekulasi sedikit tentang kepemimpinan, dengan asumsi bahwa penulis melacak pro dan kontranya. Sebagian tujuan dari tinjauan ini adalah karena penulis masih mendengar/membaca bahwa ada kesalahpahaman dalam cara kerja organisasi, yang sering menyebabkan stres/kehilangan pekerjaan/produktivitas rendah dan terkadang hal-hal yang tidak diinginkan. Demonstrasi, pemogokan, dll. Untuk memberikan informasi pemecahan masalah untuk mengatasi peristiwa negatif tersebut di atas.
Tujuan dari tinjauan ini adalah untuk memberikan saran tentang cara mengurangi, menghilangkan, atau menghilangkan faktor-faktor penyebab masalah di atas.
Diharapkan nilai praktis dari evaluasi ini akan terlihat untuk mencapai efisiensi dan efektivitas operasional.
Tindakan menulis ulasan ini didasarkan pada alasan berikut:
1. Kepemimpinan merupakan faktor yang sangat penting dalam mengatur roda organisasi, karena tanpa adanya faktor kepemimpinan yang berperan sebagai agen untuk menjalankan semua kegiatan, pencapaian tujuan organisasi tidak akan berhasil.
2. Kerjasama dalam kepemimpinan sangat penting, karena kerjasama merupakan kunci keberhasilan pemimpin dalam menjalankan tugasnya.
3. Jika pemimpin menerapkan metode kepemimpinan berdasarkan kebutuhan dan keinginan bawahan dan masyarakat, ia dapat mengelola semua elemen organisasi yang dipimpinnya yaitu: Ingarso Sung Tulodo, Eng Madyo Mangun Karso. Dan di sini Vuri Kandaini dan jauhi lima (5 M), yaitu: Matni, Pencuri, Madon, Madat dan Mabuk.
Comments
Post a Comment