MANFAAT KOMPUTER DALAM PEMBELAJARAN
Sangat
Topik: Program komputer dan Internet
Associate Professor Penasihat Ilmiah: Pr. dr. Budi Murthyasa, M.Com.
Diorganisir oleh:
Agus Suyadi Q 100070320
Guru pendidikan
Universitas Muhammad Surakarta
2008
Manfaat Komputer dalam Pembelajaran
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam arti proses pengajaran adalah pengayaan sumber-sumber pengajaran dan alat-alat pengajaran. Media komputer digunakan untuk mengajar karena memiliki kelebihan yang tidak dimiliki alat peraga lainnya, yaitu kemampuan komputer untuk berinteraksi dengan individu siswa. Model pembelajaran yang diterapkan pada pembelajaran mesin dapat dibagi menjadi empat model: 1) tutorial, 2) praktik dan pengalaman, 3) simulasi, dan 4) pemecahan masalah. Dalam Model 1 dan 2, komputer bertindak sebagai guru, dan dalam Model 3 dan 4, komputer mengembangkan penggunaan keterampilan pemecahan masalah melalui penemuan atau eksplorasi. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan ini merupakan motivasi belajar, alat pelatihan yang efektif, tidak ada batasan tempat dan waktu pembelajaran.
Perkembangan komputer saat ini sangat pesat, sebelum komputer dikenal seperti sekarang ini, 5000 tahun yang lalu orang-orang di Asia Kecil menemukan alat yang disebut sempoa dan ini dianggap sebagai awal dari komputer. Pada tahun 1642, Blaise Pascal menemukan kalkulator untuk membantu ayahnya menghitung pajak. Namun kelemahan alat ini hanya sebatas pada eksekusi penambahan. Komputer seperti yang didefinisikan oleh Hamacher adalah komputer elektronik yang menerima input digital berkecepatan tinggi, memprosesnya sesuai dengan program yang tersimpan di memorinya, dan mengeluarkan hasilnya sebagai data. Menurut Nason (2001), komputer dibagi menjadi beberapa generasi. Yakni, generasi pertama (1953-1958), generasi kedua (1958-1966), generasi ketiga (1966-74), generasi keempat (1974-1982) dan generasi kelima (1982-sekarang). Dengan perkembangannya yang terus meningkat, banyak manfaat yang masih terdengar di berbagai bidang kehidupan. Salah satu keunggulan komputer adalah pengajaran multimedia. Saat menggunakan multimedia, proses pembelajaran menjadi lebih bermakna karena dapat menampilkan kecerdasan yang dapat merepresentasikan teks, warna, suara, video, gerakan, gambar, dan proses interaktif. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sangat penting bagi dunia pendidikan, salah satunya adalah pengajaran berbasis komputer. Menurut Sujana dan Rivai (1989), ada beberapa model pembelajaran berbantuan komputer, yaitu model pelatihan dan praktik, model pembelajaran, penelitian. Model (pemecahan masalah), model simulasi (simulations) dan model permainan (games).
Media merupakan alat yang sangat diperlukan jika kita ingin mempermudah pekerjaan kita. Media adalah fasilitator. Setiap orang ingin melakukan pekerjaannya dengan baik dan mendapatkan hasil yang memuaskan.
Kata “media” sendiri berasal dari kata latin “medium” dan berarti “akses atau media”, sehingga dapat diterjemahkan untuk menyampaikan informasi atau pesan pendidikan.
Keith Lai Bourne (1985:82) berpendapat bahwa 'penggunaan media tidak harus menyampaikan paket berita secara keseluruhan; siswa hanya dapat menonton sebuah berita. Berdasarkan pemikiran tersebut, dapat dikatakan bahwa penyajian topik melalui komunikasi masih dianggap sebagai distorsi kognitif di kalangan siswa. Masalahnya adalah siswa memperoleh banyak pengetahuan secara verbal. Apalagi jika situasi siswa belum siap dalam proses belajar-mengajar di mana media tidak digunakan, peluang sastra meningkat.
Secara harfiah media yang digunakan sebagai sumber belajar adalah orang, benda, atau siswa yang memberikan informasi dan pengetahuan yang bermanfaat kepada siswa dalam proses pembelajaran, namun bagaimana dengan pembelajaran berbasis teknologi? Terutama ketika siswa ingin meningkatkan presentasi Power Point mereka dan melakukan pekerjaan kreatif yang tinggi dan memuaskan di hari tua.
Tujuan penggunaan media adalah untuk memungkinkan siswa menciptakan hal-hal baru dan menggunakan yang sudah ada dalam kehidupan mereka dengan bentuk dan nuansa lain yang bermanfaat. Dengan demikian, mereka memahami topik yang disampaikan oleh guru dan mempelajarinya dengan mudah.
Arif S. Sadiman (1984:6) mengatakan bahwa media adalah “segala sesuatu yang dapat menyampaikan pesan dan memotivasi siswa untuk belajar, seperti film, buku dan kaset”. ULANG. Seperti yang dicatat Clarke (1996: 62), "media telah lama mendorong siswa untuk berinvestasi lebih banyak dalam mendengarkan."
Dari sudut pandang yang kami sebutkan di atas, dapat dikatakan bahwa media adalah alat yang memungkinkan kaum muda untuk memahami dan mengingat sesuatu dengan mudah dan mengingatnya dalam waktu yang lama tanpa harus menyajikan topik secara tatap muka.
Menurut Soeparno (1987: 8), beberapa alasan yang membenarkan pemilihan media dalam belajar mengajar:
1. Ada berbagai media yang bisa kita gunakan dalam proses belajar mengajar.
2. Ada sarana yang tepat untuk mengirimkan informasi tertentu
3. Terdapat perbedaan karakteristik masing-masing support
4. Terdapat perbedaan antar pengguna media.
5. Ada situasi dan keadaan yang berbeda di mana media massa digunakan.
6. Media pendidikan berbasis teknologi informasi dan komunikasi serta pemanfaatannya.
Berdasarkan pemikiran tersebut, jelaslah bahwa pemilihan media bukanlah hal yang mudah. Mengingat penggunaan media massa harus benar-benar efektif dan efisien dalam meningkatkan dan memperjelas pemahaman siswa, maka media yang digunakan harus memperhatikan berbagai ketentuan.
Menggunakan perangkat pembelajaran berbasis TIK bukanlah hal yang mudah. Dalam menggunakan media hendaknya memperhatikan perbedaan metode agar media yang digunakan digunakan dengan baik dan tidak menyimpang dari tujuan media tersebut, dalam hal ini media yang digunakan adalah komputer dan LCD proyektor. Arif S. Sadiman (1996:83) mengatakan:
Media dibagi menjadi dua kategori menurut kesediaan mereka untuk membeli: media komersial, karena mereka umumnya memperdagangkan barang siap pakai (media in use) di pasar, dan dukungan desain yang perlu dirancang. dan dirancang untuk tujuan khusus. Tujuan dan sasaran pelatihan.
Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa braket komputer dan proyektor LCD adalah braket desain yang memerlukan konstruksi khusus dan nyaman digunakan. Perangkat keras yang digunakan untuk meluncurkan media melibatkan penggunaan unit komputer lengkap yang telah terhubung ke proyektor LCD. Oleh karena itu, media ini harus menarik perhatian siswa dalam proses pendidikan, khususnya dalam pendidikan kewarganegaraan.
I. Komputer sebagai alat belajar
Aplikasi komputer dalam pendidikan memungkinkan pembelajaran yang dipersonalisasi. Pengguna atau pengguna komputer dapat langsung berinteraksi dengan sumber data. Perkembangan teknologi jaringan komputer (computer network/internet) saat ini memungkinkan pengguna untuk terhubung untuk menemukan pengetahuan dan informasi yang mereka butuhkan. Berbagai jenis interaksi pembelajaran dapat terjadi dengan dukungan komputer. Banyak lembaga pendidikan jarak jauh di banyak negara maju menggunakan bentuk komunikasi ini sebagai antarmuka. Penggunaan ini tergantung pada kemampuan komputer untuk merespon dengan cepat kepada pengguna. Contoh pemanfaatan internet adalah penerapan Universitas Terbuka Open Distance University, dimana mahasiswa dapat mengakses informasi melalui internet selain mengembangkan modul belajar mengajar. Konferensi Internet IBUteledukasi.com. Universitas pendidikan virtual ini didirikan oleh Adi Sassoon, presiden Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), bekerja sama dengan Universiti Malaysia Tun Abdul Razak (Unitar), yang sebelumnya mengajar secara online.
Pembelajaran jarak jauh, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada. Pada program Magister Manajemen Rumah Sakit dan Administrasi Pelayanan Kesehatan, interaksi pembelajaran dilakukan melalui email dan mahasiswa diwajibkan menjawab 75% pertanyaan melalui email. Contoh lain pemanfaatan jaringan komputer dikembangkan oleh Universitas Indonesia (UI). Sejak tahun 1994, UI telah mengembangkan infrastruktur informasi yang dikenal dengan Jaringan Integrasi Universitas Indonesia (JUITA). JUITA menghubungkan sebelas fakultas besar dan institut UI dengan jaringan serat optik (Sri Hartati dkk. 1997, Benny A. Pribadi dan Rosita, Tita 2000).
A.Kelebihan Komputer
Heinich et al (1986) menyajikan beberapa keuntungan dan kerugian dari dukungan komputer. Program komputer menawarkan banyak keuntungan sebagai alat pembelajaran. Komputer memungkinkan siswa untuk belajar berdasarkan kemampuan dan kecepatan mereka untuk memahami pengetahuan dan informasi yang ditampilkan. Menggunakan komputer dalam proses pembelajaran memungkinkan siswa untuk mengontrol kegiatan belajar mereka sendiri. Penggunaan komputer di lembaga pendidikan jarak jauh memungkinkan siswa untuk menentukan kecepatan belajar dan memilih kegiatan belajar sesuai dengan kebutuhan mereka. Kemampuan komputer untuk mereproduksi informasi yang diminta oleh pengguna, yang dikenal sebagai "kesabaran komputasi", dapat membantu siswa dengan kecepatan belajar yang lebih lambat. Dengan kata lain, komputer dapat menciptakan lingkungan belajar yang efektif bagi pembelajar lambat, tetapi komputer dapat meningkatkan efisiensi belajar dengan memberikan pembelajaran dan penghargaan bagi pembelajar cepat. Karena komputer memiliki kemampuan untuk (merekam) hasil pelatihan pengguna, komputer dapat diprogram untuk secara otomatis menguji dan mengevaluasi hasil pelatihan. Komputer dapat dirancang agar dapat memberikan instruksi atau umpan balik kepada siswa untuk menyelesaikan tugas belajar tertentu. Kemampuan ini membuat komputer menjadi alat pembelajaran yang dipersonalisasi. Keuntungan lain dari komputer adalah mereka dapat menggabungkan elemen warna, musik, dan grafik gerak. Ini memastikan bahwa komputer mentransmisikan informasi dan pengetahuan dengan cara yang sangat realistis. Artinya program komputer sering menggunakan metode untuk mensimulasikan kegiatan pembelajaran. Selain itu, kapasitas memori komputer memungkinkan pengguna untuk mereproduksi hasil pelatihan yang diperoleh sebelumnya. Hasil studi pendahuluan ini dapat digunakan oleh siswa sebagai dasar untuk kegiatan pendidikan selanjutnya.
Keuntungan lain menggunakan komputer dalam proses pengajaran adalah meningkatkan hasil sekolah dengan investasi waktu dan uang yang relatif kecil. Contoh yang baik dari ini adalah program komputer yang dirancang untuk melakukan eksperimen di kelas sains dan teknik. Penggunaan perangkat lunak simulasi dapat mengurangi biaya bahan dan peralatan untuk eksperimen. (Benny A. Pribadi dan Tita Rosita, 2002:11-12)
b. Kekurangan komputer
Selain itu, Benny dan Tita (2000) menjelaskan. Selain banyak kelebihan, komputer sebagai metode komunikasi interaktif memiliki sejumlah kelemahan. Masalah pertama adalah mahalnya biaya untuk memperoleh dan mengembangkan perangkat lunak komputer, terutama untuk tujuan pendidikan. Selain itu, komputer, termasuk perangkat keras dan perangkat lunak, relatif mahal untuk dibeli, dipelihara, dan dipelihara. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk menggunakan komputer untuk tujuan pendidikan, perlu mempertimbangkan biaya dan manfaat (cost-benefit analysis). Masalah lain adalah kompatibilitas dan ketidakcocokan perangkat keras dan perangkat lunak. Menggunakan perangkat lunak komputer seringkali membutuhkan perangkat keras dengan fitur yang sesuai. Perangkat lunak komputer seringkali tidak dapat digunakan pada komputer yang tidak kompatibel. Selain dua hal tersebut di atas, merancang dan memproduksi program pendidikan TI bukanlah tugas yang mudah. Mengembangkan program komputer adalah kegiatan intensif yang membutuhkan banyak waktu dan keterampilan khusus.
II. Menggunakan jaringan komputer untuk pendidikan
Teknologi jaringan komputer/internet menawarkan pengguna keuntungan komunikasi langsung dengan pengguna lain. Ini dimungkinkan oleh penemuan perangkat yang disebut modem. Jaringan komputer/internet memungkinkan peserta untuk berkomunikasi secara tertulis dan berbagi ide tentang kegiatan belajar. Jaringan komputer dapat diatur agar guru dapat berkomunikasi dengan siswa dan siswa dapat berkomunikasi dengan siswa lainnya. Dengan menggunakan jaringan komputer, pembelajaran interaktif dapat dilaksanakan tidak hanya secara individual tetapi juga untuk mendukung kegiatan belajar kelompok. Penggunaan jaringan komputer dalam sistem pendidikan jarak jauh disebut juga dengan computer conferencing system (CCF). Biasanya sistem ini dilakukan melalui email atau email. Di antara keuntungan menggunakan jaringan komputer dalam pendidikan jarak jauh, berikut dapat dicatat: perbaikan model pengajaran, solusi jangka pendek dari masalah belajar mengajar yang dihadapi siswa, penghapusan hambatan waktu dan ruang untuk memperoleh informasi. CCF memungkinkan siswa dan guru interaksi belajar langsung antara individu, kelompok individu dan kelompok (Mason, 1994, Benny A. Pribadi dan Tita Rosita, 2002: 13-14).
A. kreativitas siswa
1. Pahami
Kreativitas adalah hal alami yang dimiliki orang sejak lahir. Sama halnya dengan guru, berkat kreativitasnya, seseorang bisa menjadi kenyataan. Di sini, khususnya, dengan menggunakan metode pengajaran pendidikan kewarganegaraan, mereka memainkan peran yang sangat penting dalam pembentukan pandangan dunia guru dan dalam perkembangan mental dan intelektual anak-anak mereka.
Nanda Sujana (1987:20) menyatakan bahwa inovasi adalah “suatu cara atau usaha untuk memperbaiki atau meningkatkan kegiatan belajar siswa dalam proses pembelajaran”. Pengaruh seorang guru terhadap murid-muridnya bisa lebih besar daripada pengaruh orang tuanya. Hal ini disebabkan kemampuan untuk memotivasi siswa dan, jika diinginkan, mengurangi porsi orang tua lebih lanjut.
Penggunaan media oleh guru dalam proses pembelajaran tidak lepas dari cara guru mengajar. Guru PKN harus fokus pada pedoman atau filosofi mengajar. Ini akan membantu dalam mencapai tujuan pembelajaran yang disebutkan sebelumnya. Samion AR (2001:4) mengatakan:
Berikut adalah salah satu filosofi pengajaran yang harus diingat guru untuk mendorong kreativitas siswa.
A. Mengajar sangat penting dan sangat menarik
b. Siswa berhak mendapatkan rasa hormat dan cinta sebagai individu yang unik.
Siswa harus menjadi pembelajar yang aktif.
Seorang guru media yang memperhatikan ide tersebut di atas dan mengimplementasikannya dengan lebih baik juga harus memperhatikan poin-poin ini. Media sebagai alat bantu dapat menjadi penggerak bagi siswa. Ini membantu untuk memahami teks yang disajikan. Keinginan guru untuk kreativitas yang besar mempengaruhi kenyataan. Di sini, gagasan berada di pusat berbagai kepentingan, yang berarti bahwa kepentingan terutama berorientasi pada gagasan.
Guru harus memiliki ambisi untuk merencanakan dan menggunakan media karena cita-cita di sini dapat mengarahkan energi mental untuk belajar bagaimana menggunakan media serta bagaimana menggunakan pendidikan. Untuk mencapai tujuan tersebut, guru harus mengambil langkah-langkah untuk mengefektifkan kreativitas dan pembelajaran siswa. Upaya pendidik untuk membentuk kreativitas anak adalah sebagai berikut:
sebuah). Orredelite chebnye matery iii iodostavlenie belaka!
Materi pendaftaran materi pendidikan, ений ащимся ограммого partisipasi. Materi yang disajikan inilah yang mengantarkan siswa pada tujuan pembelajaran. Jelas bahwa salah satu cara untuk memperlancar pencapaian tujuan pendidikan adalah dengan menggunakan media massa yang berhubungan (relevan) dengan materi yang disajikan media massa.
b). Pelaksanaan pengajaran dan langkah-langkah metodis
Kegiatan mengajar tidak diragukan lagi berkaitan erat dengan mata pelajaran. Guru ingin siswanya berkembang, dan mereka harus mampu mengoptimalkan proses belajar mengajar. Dimana kegiatan tersebut dilakukan oleh guru sebagai pendidik dan oleh siswa sebagai penerima materi dalam interaksi selama proses belajar mengajar.
Kegiatan belajar mengajar berkaitan dengan bagaimana guru menyajikan materi pelajaran kepada siswa untuk dipahami dan anak atau siswa menerima materi yang disampaikan oleh guru. Perlu dicatat bahwa aktivitas siswa memiliki pengaruh yang kuat terhadap aktivitas guru.
2. Kemampuan siswa untuk mengungkapkan ide-idenya sebagai bentuk kreativitas
Mengenai kreativitas, Supriadi (1989: 303) mengemukakan bahwa ciri-ciri kehidupan sekolah yang berkontribusi terhadap perkembangan kreativitas ilmiah adalah:
sebuah. Biarkan siswa mengekspresikan ide-ide mereka dengan percaya diri. ажение ений - о ешения, оторой олжен ажать етель, sehingga ketika membuat sarana pedagogis pendidikan kewarganegaraan, guru tidak jatuh ke dalam monopoli pendidikan sipil. Siswa terlibat karena tujuan belajar adalah untuk berhasil
b. енить остьющие еников
v. Menilai imajinasi siswa.
D. Menghargai keunikan individu siswa
Dan juga. Menyediakan sumber informasi yang relevan dengan kebutuhan siswa
. dapat memuaskan berbagai minat siswa
gram. membentuk kepekaan siswa
Perlu menghargai kemampuan siswa dalam mengungkapkan ide dan mengembangkan kemampuan kreatifnya dengan menggunakan perangkat pembelajaran berbasis ICT, tentunya siswa diharapkan dapat mengembangkan kemampuan kreatifnya secara maksimal. batas yang ada. . Anak yang memiliki potensi kreatif tinggi tentu berbeda dengan anak yang memiliki potensi kreatif rendah.
Siswa dengan potensi kreatif yang kuat niscaya akan mampu memecahkan masalah dengan cepat dan bereaksi terhadap masalah yang muncul. о емя ак ащиеся еходим асивый осентином ажттся е обннч е обннч е орійй . Seorang siswa tanpa kreativitas tidak akan dapat menyelesaikan tugas dengan cepat, jika dia mengalami kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan rumah, dia terlambat bereaksi dan bertanya kepada orang lain.
3. Penggunaan ебных особий а основе untuk programx uchebnyx probeditey usischix.
Sredstva obucheniya, osnovannye di IKT, tesno svyazánis detskim tvorchestvom, a deti, obladayuschie tvorcheskim potencialom, besuslovno, berkembang dengan baik dan menghilangkan masalah dan menghilangkan masalah dan menghilangkan masalah dan menghilangkan masalah.
Tvorchestvo – eto kobnosty cheloveka realizovatsya di otnosheniyah, sebuah takje di obueich. Diharapkan anak-anak dapat menunjukkan pendekatan kreatif dan berkembang sesuai keinginan jika ada perangkat pendidikan atau menggunakan perangkat pembelajaran berbasis ICT. Menurut Aseptu X. Hermavanu (1997:50) rincian ciri dan potensi kreatif yang tinggi:
1. Saya selalu ingin tahu bahwa ada sesuatu yang salah
2. Selalu ingin mengubah sesuatu yang sudah ada
3. mencoba hal baru
Topik: Program komputer dan Internet
Associate Professor Penasihat Ilmiah: Pr. dr. Budi Murthyasa, M.Com.
Diorganisir oleh:
Agus Suyadi Q 100070320
Guru pendidikan
Universitas Muhammad Surakarta
2008
Manfaat Komputer dalam Pembelajaran
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam arti proses pengajaran adalah pengayaan sumber-sumber pengajaran dan alat-alat pengajaran. Media komputer digunakan untuk mengajar karena memiliki kelebihan yang tidak dimiliki alat peraga lainnya, yaitu kemampuan komputer untuk berinteraksi dengan individu siswa. Model pembelajaran yang diterapkan pada pembelajaran mesin dapat dibagi menjadi empat model: 1) tutorial, 2) praktik dan pengalaman, 3) simulasi, dan 4) pemecahan masalah. Dalam Model 1 dan 2, komputer bertindak sebagai guru, dan dalam Model 3 dan 4, komputer mengembangkan penggunaan keterampilan pemecahan masalah melalui penemuan atau eksplorasi. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan ini merupakan motivasi belajar, alat pelatihan yang efektif, tidak ada batasan tempat dan waktu pembelajaran.
Perkembangan komputer saat ini sangat pesat, sebelum komputer dikenal seperti sekarang ini, 5000 tahun yang lalu orang-orang di Asia Kecil menemukan alat yang disebut sempoa dan ini dianggap sebagai awal dari komputer. Pada tahun 1642, Blaise Pascal menemukan kalkulator untuk membantu ayahnya menghitung pajak. Namun kelemahan alat ini hanya sebatas pada eksekusi penambahan. Komputer seperti yang didefinisikan oleh Hamacher adalah komputer elektronik yang menerima input digital berkecepatan tinggi, memprosesnya sesuai dengan program yang tersimpan di memorinya, dan mengeluarkan hasilnya sebagai data. Menurut Nason (2001), komputer dibagi menjadi beberapa generasi. Yakni, generasi pertama (1953-1958), generasi kedua (1958-1966), generasi ketiga (1966-74), generasi keempat (1974-1982) dan generasi kelima (1982-sekarang). Dengan perkembangannya yang terus meningkat, banyak manfaat yang masih terdengar di berbagai bidang kehidupan. Salah satu keunggulan komputer adalah pengajaran multimedia. Saat menggunakan multimedia, proses pembelajaran menjadi lebih bermakna karena dapat menampilkan kecerdasan yang dapat merepresentasikan teks, warna, suara, video, gerakan, gambar, dan proses interaktif. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sangat penting bagi dunia pendidikan, salah satunya adalah pengajaran berbasis komputer. Menurut Sujana dan Rivai (1989), ada beberapa model pembelajaran berbantuan komputer, yaitu model pelatihan dan praktik, model pembelajaran, penelitian. Model (pemecahan masalah), model simulasi (simulations) dan model permainan (games).
Media merupakan alat yang sangat diperlukan jika kita ingin mempermudah pekerjaan kita. Media adalah fasilitator. Setiap orang ingin melakukan pekerjaannya dengan baik dan mendapatkan hasil yang memuaskan.
Kata “media” sendiri berasal dari kata latin “medium” dan berarti “akses atau media”, sehingga dapat diterjemahkan untuk menyampaikan informasi atau pesan pendidikan.
Keith Lai Bourne (1985:82) berpendapat bahwa 'penggunaan media tidak harus menyampaikan paket berita secara keseluruhan; siswa hanya dapat menonton sebuah berita. Berdasarkan pemikiran tersebut, dapat dikatakan bahwa penyajian topik melalui komunikasi masih dianggap sebagai distorsi kognitif di kalangan siswa. Masalahnya adalah siswa memperoleh banyak pengetahuan secara verbal. Apalagi jika situasi siswa belum siap dalam proses belajar-mengajar di mana media tidak digunakan, peluang sastra meningkat.
Secara harfiah media yang digunakan sebagai sumber belajar adalah orang, benda, atau siswa yang memberikan informasi dan pengetahuan yang bermanfaat kepada siswa dalam proses pembelajaran, namun bagaimana dengan pembelajaran berbasis teknologi? Terutama ketika siswa ingin meningkatkan presentasi Power Point mereka dan melakukan pekerjaan kreatif yang tinggi dan memuaskan di hari tua.
Tujuan penggunaan media adalah untuk memungkinkan siswa menciptakan hal-hal baru dan menggunakan yang sudah ada dalam kehidupan mereka dengan bentuk dan nuansa lain yang bermanfaat. Dengan demikian, mereka memahami topik yang disampaikan oleh guru dan mempelajarinya dengan mudah.
Arif S. Sadiman (1984:6) mengatakan bahwa media adalah “segala sesuatu yang dapat menyampaikan pesan dan memotivasi siswa untuk belajar, seperti film, buku dan kaset”. ULANG. Seperti yang dicatat Clarke (1996: 62), "media telah lama mendorong siswa untuk berinvestasi lebih banyak dalam mendengarkan."
Dari sudut pandang yang kami sebutkan di atas, dapat dikatakan bahwa media adalah alat yang memungkinkan kaum muda untuk memahami dan mengingat sesuatu dengan mudah dan mengingatnya dalam waktu yang lama tanpa harus menyajikan topik secara tatap muka.
Menurut Soeparno (1987: 8), beberapa alasan yang membenarkan pemilihan media dalam belajar mengajar:
1. Ada berbagai media yang bisa kita gunakan dalam proses belajar mengajar.
2. Ada sarana yang tepat untuk mengirimkan informasi tertentu
3. Terdapat perbedaan karakteristik masing-masing support
4. Terdapat perbedaan antar pengguna media.
5. Ada situasi dan keadaan yang berbeda di mana media massa digunakan.
6. Media pendidikan berbasis teknologi informasi dan komunikasi serta pemanfaatannya.
Berdasarkan pemikiran tersebut, jelaslah bahwa pemilihan media bukanlah hal yang mudah. Mengingat penggunaan media massa harus benar-benar efektif dan efisien dalam meningkatkan dan memperjelas pemahaman siswa, maka media yang digunakan harus memperhatikan berbagai ketentuan.
Menggunakan perangkat pembelajaran berbasis TIK bukanlah hal yang mudah. Dalam menggunakan media hendaknya memperhatikan perbedaan metode agar media yang digunakan digunakan dengan baik dan tidak menyimpang dari tujuan media tersebut, dalam hal ini media yang digunakan adalah komputer dan LCD proyektor. Arif S. Sadiman (1996:83) mengatakan:
Media dibagi menjadi dua kategori menurut kesediaan mereka untuk membeli: media komersial, karena mereka umumnya memperdagangkan barang siap pakai (media in use) di pasar, dan dukungan desain yang perlu dirancang. dan dirancang untuk tujuan khusus. Tujuan dan sasaran pelatihan.
Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa braket komputer dan proyektor LCD adalah braket desain yang memerlukan konstruksi khusus dan nyaman digunakan. Perangkat keras yang digunakan untuk meluncurkan media melibatkan penggunaan unit komputer lengkap yang telah terhubung ke proyektor LCD. Oleh karena itu, media ini harus menarik perhatian siswa dalam proses pendidikan, khususnya dalam pendidikan kewarganegaraan.
I. Komputer sebagai alat belajar
Aplikasi komputer dalam pendidikan memungkinkan pembelajaran yang dipersonalisasi. Pengguna atau pengguna komputer dapat langsung berinteraksi dengan sumber data. Perkembangan teknologi jaringan komputer (computer network/internet) saat ini memungkinkan pengguna untuk terhubung untuk menemukan pengetahuan dan informasi yang mereka butuhkan. Berbagai jenis interaksi pembelajaran dapat terjadi dengan dukungan komputer. Banyak lembaga pendidikan jarak jauh di banyak negara maju menggunakan bentuk komunikasi ini sebagai antarmuka. Penggunaan ini tergantung pada kemampuan komputer untuk merespon dengan cepat kepada pengguna. Contoh pemanfaatan internet adalah penerapan Universitas Terbuka Open Distance University, dimana mahasiswa dapat mengakses informasi melalui internet selain mengembangkan modul belajar mengajar. Konferensi Internet IBUteledukasi.com. Universitas pendidikan virtual ini didirikan oleh Adi Sassoon, presiden Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), bekerja sama dengan Universiti Malaysia Tun Abdul Razak (Unitar), yang sebelumnya mengajar secara online.
Pembelajaran jarak jauh, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada. Pada program Magister Manajemen Rumah Sakit dan Administrasi Pelayanan Kesehatan, interaksi pembelajaran dilakukan melalui email dan mahasiswa diwajibkan menjawab 75% pertanyaan melalui email. Contoh lain pemanfaatan jaringan komputer dikembangkan oleh Universitas Indonesia (UI). Sejak tahun 1994, UI telah mengembangkan infrastruktur informasi yang dikenal dengan Jaringan Integrasi Universitas Indonesia (JUITA). JUITA menghubungkan sebelas fakultas besar dan institut UI dengan jaringan serat optik (Sri Hartati dkk. 1997, Benny A. Pribadi dan Rosita, Tita 2000).
A.Kelebihan Komputer
Heinich et al (1986) menyajikan beberapa keuntungan dan kerugian dari dukungan komputer. Program komputer menawarkan banyak keuntungan sebagai alat pembelajaran. Komputer memungkinkan siswa untuk belajar berdasarkan kemampuan dan kecepatan mereka untuk memahami pengetahuan dan informasi yang ditampilkan. Menggunakan komputer dalam proses pembelajaran memungkinkan siswa untuk mengontrol kegiatan belajar mereka sendiri. Penggunaan komputer di lembaga pendidikan jarak jauh memungkinkan siswa untuk menentukan kecepatan belajar dan memilih kegiatan belajar sesuai dengan kebutuhan mereka. Kemampuan komputer untuk mereproduksi informasi yang diminta oleh pengguna, yang dikenal sebagai "kesabaran komputasi", dapat membantu siswa dengan kecepatan belajar yang lebih lambat. Dengan kata lain, komputer dapat menciptakan lingkungan belajar yang efektif bagi pembelajar lambat, tetapi komputer dapat meningkatkan efisiensi belajar dengan memberikan pembelajaran dan penghargaan bagi pembelajar cepat. Karena komputer memiliki kemampuan untuk (merekam) hasil pelatihan pengguna, komputer dapat diprogram untuk secara otomatis menguji dan mengevaluasi hasil pelatihan. Komputer dapat dirancang agar dapat memberikan instruksi atau umpan balik kepada siswa untuk menyelesaikan tugas belajar tertentu. Kemampuan ini membuat komputer menjadi alat pembelajaran yang dipersonalisasi. Keuntungan lain dari komputer adalah mereka dapat menggabungkan elemen warna, musik, dan grafik gerak. Ini memastikan bahwa komputer mentransmisikan informasi dan pengetahuan dengan cara yang sangat realistis. Artinya program komputer sering menggunakan metode untuk mensimulasikan kegiatan pembelajaran. Selain itu, kapasitas memori komputer memungkinkan pengguna untuk mereproduksi hasil pelatihan yang diperoleh sebelumnya. Hasil studi pendahuluan ini dapat digunakan oleh siswa sebagai dasar untuk kegiatan pendidikan selanjutnya.
Keuntungan lain menggunakan komputer dalam proses pengajaran adalah meningkatkan hasil sekolah dengan investasi waktu dan uang yang relatif kecil. Contoh yang baik dari ini adalah program komputer yang dirancang untuk melakukan eksperimen di kelas sains dan teknik. Penggunaan perangkat lunak simulasi dapat mengurangi biaya bahan dan peralatan untuk eksperimen. (Benny A. Pribadi dan Tita Rosita, 2002:11-12)
b. Kekurangan komputer
Selain itu, Benny dan Tita (2000) menjelaskan. Selain banyak kelebihan, komputer sebagai metode komunikasi interaktif memiliki sejumlah kelemahan. Masalah pertama adalah mahalnya biaya untuk memperoleh dan mengembangkan perangkat lunak komputer, terutama untuk tujuan pendidikan. Selain itu, komputer, termasuk perangkat keras dan perangkat lunak, relatif mahal untuk dibeli, dipelihara, dan dipelihara. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk menggunakan komputer untuk tujuan pendidikan, perlu mempertimbangkan biaya dan manfaat (cost-benefit analysis). Masalah lain adalah kompatibilitas dan ketidakcocokan perangkat keras dan perangkat lunak. Menggunakan perangkat lunak komputer seringkali membutuhkan perangkat keras dengan fitur yang sesuai. Perangkat lunak komputer seringkali tidak dapat digunakan pada komputer yang tidak kompatibel. Selain dua hal tersebut di atas, merancang dan memproduksi program pendidikan TI bukanlah tugas yang mudah. Mengembangkan program komputer adalah kegiatan intensif yang membutuhkan banyak waktu dan keterampilan khusus.
II. Menggunakan jaringan komputer untuk pendidikan
Teknologi jaringan komputer/internet menawarkan pengguna keuntungan komunikasi langsung dengan pengguna lain. Ini dimungkinkan oleh penemuan perangkat yang disebut modem. Jaringan komputer/internet memungkinkan peserta untuk berkomunikasi secara tertulis dan berbagi ide tentang kegiatan belajar. Jaringan komputer dapat diatur agar guru dapat berkomunikasi dengan siswa dan siswa dapat berkomunikasi dengan siswa lainnya. Dengan menggunakan jaringan komputer, pembelajaran interaktif dapat dilaksanakan tidak hanya secara individual tetapi juga untuk mendukung kegiatan belajar kelompok. Penggunaan jaringan komputer dalam sistem pendidikan jarak jauh disebut juga dengan computer conferencing system (CCF). Biasanya sistem ini dilakukan melalui email atau email. Di antara keuntungan menggunakan jaringan komputer dalam pendidikan jarak jauh, berikut dapat dicatat: perbaikan model pengajaran, solusi jangka pendek dari masalah belajar mengajar yang dihadapi siswa, penghapusan hambatan waktu dan ruang untuk memperoleh informasi. CCF memungkinkan siswa dan guru interaksi belajar langsung antara individu, kelompok individu dan kelompok (Mason, 1994, Benny A. Pribadi dan Tita Rosita, 2002: 13-14).
A. kreativitas siswa
1. Pahami
Kreativitas adalah hal alami yang dimiliki orang sejak lahir. Sama halnya dengan guru, berkat kreativitasnya, seseorang bisa menjadi kenyataan. Di sini, khususnya, dengan menggunakan metode pengajaran pendidikan kewarganegaraan, mereka memainkan peran yang sangat penting dalam pembentukan pandangan dunia guru dan dalam perkembangan mental dan intelektual anak-anak mereka.
Nanda Sujana (1987:20) menyatakan bahwa inovasi adalah “suatu cara atau usaha untuk memperbaiki atau meningkatkan kegiatan belajar siswa dalam proses pembelajaran”. Pengaruh seorang guru terhadap murid-muridnya bisa lebih besar daripada pengaruh orang tuanya. Hal ini disebabkan kemampuan untuk memotivasi siswa dan, jika diinginkan, mengurangi porsi orang tua lebih lanjut.
Penggunaan media oleh guru dalam proses pembelajaran tidak lepas dari cara guru mengajar. Guru PKN harus fokus pada pedoman atau filosofi mengajar. Ini akan membantu dalam mencapai tujuan pembelajaran yang disebutkan sebelumnya. Samion AR (2001:4) mengatakan:
Berikut adalah salah satu filosofi pengajaran yang harus diingat guru untuk mendorong kreativitas siswa.
A. Mengajar sangat penting dan sangat menarik
b. Siswa berhak mendapatkan rasa hormat dan cinta sebagai individu yang unik.
Siswa harus menjadi pembelajar yang aktif.
Seorang guru media yang memperhatikan ide tersebut di atas dan mengimplementasikannya dengan lebih baik juga harus memperhatikan poin-poin ini. Media sebagai alat bantu dapat menjadi penggerak bagi siswa. Ini membantu untuk memahami teks yang disajikan. Keinginan guru untuk kreativitas yang besar mempengaruhi kenyataan. Di sini, gagasan berada di pusat berbagai kepentingan, yang berarti bahwa kepentingan terutama berorientasi pada gagasan.
Guru harus memiliki ambisi untuk merencanakan dan menggunakan media karena cita-cita di sini dapat mengarahkan energi mental untuk belajar bagaimana menggunakan media serta bagaimana menggunakan pendidikan. Untuk mencapai tujuan tersebut, guru harus mengambil langkah-langkah untuk mengefektifkan kreativitas dan pembelajaran siswa. Upaya pendidik untuk membentuk kreativitas anak adalah sebagai berikut:
sebuah). Orredelite chebnye matery iii iodostavlenie belaka!
Materi pendaftaran materi pendidikan, ений ащимся ограммого partisipasi. Materi yang disajikan inilah yang mengantarkan siswa pada tujuan pembelajaran. Jelas bahwa salah satu cara untuk memperlancar pencapaian tujuan pendidikan adalah dengan menggunakan media massa yang berhubungan (relevan) dengan materi yang disajikan media massa.
b). Pelaksanaan pengajaran dan langkah-langkah metodis
Kegiatan mengajar tidak diragukan lagi berkaitan erat dengan mata pelajaran. Guru ingin siswanya berkembang, dan mereka harus mampu mengoptimalkan proses belajar mengajar. Dimana kegiatan tersebut dilakukan oleh guru sebagai pendidik dan oleh siswa sebagai penerima materi dalam interaksi selama proses belajar mengajar.
Kegiatan belajar mengajar berkaitan dengan bagaimana guru menyajikan materi pelajaran kepada siswa untuk dipahami dan anak atau siswa menerima materi yang disampaikan oleh guru. Perlu dicatat bahwa aktivitas siswa memiliki pengaruh yang kuat terhadap aktivitas guru.
2. Kemampuan siswa untuk mengungkapkan ide-idenya sebagai bentuk kreativitas
Mengenai kreativitas, Supriadi (1989: 303) mengemukakan bahwa ciri-ciri kehidupan sekolah yang berkontribusi terhadap perkembangan kreativitas ilmiah adalah:
sebuah. Biarkan siswa mengekspresikan ide-ide mereka dengan percaya diri. ажение ений - о ешения, оторой олжен ажать етель, sehingga ketika membuat sarana pedagogis pendidikan kewarganegaraan, guru tidak jatuh ke dalam monopoli pendidikan sipil. Siswa terlibat karena tujuan belajar adalah untuk berhasil
b. енить остьющие еников
v. Menilai imajinasi siswa.
D. Menghargai keunikan individu siswa
Dan juga. Menyediakan sumber informasi yang relevan dengan kebutuhan siswa
. dapat memuaskan berbagai minat siswa
gram. membentuk kepekaan siswa
Perlu menghargai kemampuan siswa dalam mengungkapkan ide dan mengembangkan kemampuan kreatifnya dengan menggunakan perangkat pembelajaran berbasis ICT, tentunya siswa diharapkan dapat mengembangkan kemampuan kreatifnya secara maksimal. batas yang ada. . Anak yang memiliki potensi kreatif tinggi tentu berbeda dengan anak yang memiliki potensi kreatif rendah.
Siswa dengan potensi kreatif yang kuat niscaya akan mampu memecahkan masalah dengan cepat dan bereaksi terhadap masalah yang muncul. о емя ак ащиеся еходим асивый осентином ажттся е обннч е обннч е орійй . Seorang siswa tanpa kreativitas tidak akan dapat menyelesaikan tugas dengan cepat, jika dia mengalami kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan rumah, dia terlambat bereaksi dan bertanya kepada orang lain.
3. Penggunaan ебных особий а основе untuk programx uchebnyx probeditey usischix.
Sredstva obucheniya, osnovannye di IKT, tesno svyazánis detskim tvorchestvom, a deti, obladayuschie tvorcheskim potencialom, besuslovno, berkembang dengan baik dan menghilangkan masalah dan menghilangkan masalah dan menghilangkan masalah dan menghilangkan masalah.
Tvorchestvo – eto kobnosty cheloveka realizovatsya di otnosheniyah, sebuah takje di obueich. Diharapkan anak-anak dapat menunjukkan pendekatan kreatif dan berkembang sesuai keinginan jika ada perangkat pendidikan atau menggunakan perangkat pembelajaran berbasis ICT. Menurut Aseptu X. Hermavanu (1997:50) rincian ciri dan potensi kreatif yang tinggi:
1. Saya selalu ingin tahu bahwa ada sesuatu yang salah
2. Selalu ingin mengubah sesuatu yang sudah ada
3. mencoba hal baru
Comments
Post a Comment