PENGANTAR ILMU PENDIDIKAN
IDENTITAS BUKU
Judul buku: Pengantar Pendidikan
Penulis buku : dr. Indrakusuma oleh Amir Dai
Penerbit buku: "Bisnis Nasional"
Rilis buku: Juli 1973
Ketebalan Buku: 218 halaman
Babi
pintu masuk
Sains adalah deskripsi sistematis dan metodis dari subjek atau masalah. Melihat pengertian tersebut, maka dapat dinyatakan bahwa syarat-syarat ilmu adalah sebagai berikut:
• Sains harus memiliki objek Objek sains adalah objek material dan formal. Objek material adalah objek material suatu ilmu, dan objek formal adalah titik pembahasan suatu ilmu, misalnya: psikologi dan ilmu manusia, keduanya objek material yang sama (manusia) tetapi formal. objeknya berbeda. Oleh karena itu, objek material ilmu dapat sama sedangkan objek formalnya berbeda.
• Sains harus metodis: Sains harus menggunakan metode ilmiah ketika melakukan diskusi dan penelitian untuk ilmu pengetahuan.
• Sains harus sistematis.
• Harus dinamis: pengetahuan harus tumbuh dan berkembang menjadi sempurna.
• Harus praktis: Ilmu harus bermanfaat dan diamalkan setiap hari.
• Dia harus diabadikan demi kebaikan umat manusia.
Tempat ilmu pendidikan bersebelahan dengan ilmu-ilmu lainnya. Ilmu pendidikan adalah ilmu yang membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan pendidikan, istilah ilmu pendidikan bersifat teoritis, praktis dan normatif.
1.1 Persyaratan Sains
Sains adalah deskripsi sistematis dan metodis dari suatu masalah.
1.2 Sains adalah sains
Karena ilmu pendidikan memiliki objek, metode, dan sistem.
1.3 Posisi dalam ilmu pendidikan
Kedudukannya di antara ilmu-ilmu lainnya.
1.4 Hakikat ilmu pendidikan
Pendidikan IPA bersifat praktis, teoritis dan normatif.
1.5 Mata pelajaran ilmu pendidikan
Tujuan pendidikan adalah peserta didik, pendidik, materi, metode, penilaian, alat pengajaran, lingkungan dan pendidikan dasar.
1.6 Promosi ilmu pendidikan
Ilmu bantu pedagogi adalah ilmu biologi, psikologi dan ilmu sosial.
A. Istilah Ilmiah
Suatu ilmu harus memenuhi tiga syarat dasar dan beberapa syarat tambahan. Diantara mereka:
Persyaratan dasar
Suatu ilmu pasti memiliki objek tertentu
Suatu ilmu harus menggunakan metode yang tepat
Suatu ilmu harus menggunakan sistem tertentu
Persyaratan tambahan
Suatu ilmu harus dinamis
Suatu ilmu harus bersifat praktis
Ilmu harus didedikasikan untuk kebaikan umat manusia
B. Pendidikan sebagai ilmu
Setelah Anda mengetahui apa saja syarat-syarat suatu ilmu. Kita tahu bahwa pendidikan sains memenuhi syarat tersebut.
Ilmu pendidikan memiliki objek, metode dan sistem. pelajaran sains tidak hanya memenuhi persyaratan tambahan lebih lanjut. Misalnya praktis, dinamis dan tentu saja berkomitmen untuk kesejahteraan umat manusia.
C. Kedudukan dalam ilmu pendidikan
Untuk lebih memahami kedudukan ilmu pendidikan, mari kita lihat tabel di bawah ini.
Sains
Matematika - Tel
- Aljabar
- Pengukuran
- Mekanika
Fisika – ilmu alam
- Kimia
- Geologi
- mineralogi
Biologi – Botani
- Zoologi
- Antropologi
- Etnologi
Ilmu Sosial - Psikologi
- Ilmu Logika
- Ilmu etika
- Ilmu Hukum
- Ekonomi
- Pedagogi
- Sosiologi
Metafisika – Ontologi
- Antropologi filosofis
- Kosmologi
- Teodisi
Dari tabel di atas kita tahu bahwa pendidikan ditempatkan di antara ilmu-ilmu lainnya.
D. Ciri-ciri Ilmu Pendidikan
Ilmu pendidikan adalah ilmu yang membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan pendidikan. Sebagaimana setiap ilmu memiliki karakternya sendiri, demikian pula ilmu pendidikan.
Hakikat ilmu pendidikan adalah sebagai berikut: - Teoritis
- Bekerja
- peraturan
E. Lembaga pendidikan
Tujuan pendidikan tersebut adalah:
Siswa
Pendidik
Bahan Ajar
Metodologi Pengajaran
Evaluasi pengajaran
Alat Pendidikan
Rata-rata atau Sekitarnya
Prinsip dan tujuan dasar pendidikan
F. Ilmu Terkait Ilmu Pendidikan
Pengetahuan tambahan yang dibutuhkan untuk pendidikan sains meliputi:
Ilmu Hayati misalnya Embriologi, Anatomi, Fisiologi dll.
Psikologi misalnya psikologi umum, psikologi perkembangan, psikologi sosial.
Misalnya ilmu-ilmu sosial; masyarakat, ekonomi, hukum, dll.
BAB II
pendidikan
Unsur-unsur pendidikan itu adalah:
1. Siswa: tujuan utama pendidikan
2. Pendidik: bagian yang melaksanakan pendidikan
3. Materi: materi pembelajaran atau pengalaman yang dimasukkan dalam suatu program
4. Alat pedagogis: tindakan yang menjadi permanen dalam pendidikan
5. Lingkungan: Keadaan yang mempengaruhi hasil sekolah
6. Landasan dan Landasan Pendidikan : Landasan yang menjadi dasar dari semua kegiatan pendidikan.
Pendidikan adalah upaya sadar tertib dan tematik untuk mempengaruhi agar anak memiliki watak dan watak yang sesuai dengan tujuan pendidikan. itu terdiri dari materi sehingga kita dapat menyimpulkan bahwa pendidikan lebih komprehensif daripada mengajar dan mengajar adalah sarana pendidikan.
Faktor-faktor yang membatasi kapasitas pendidikan:
Faktor Siswa: Ada potensi di antara siswa yang membutuhkan pendidikan eksternal
Faktor Pedagogis: Guru memiliki metode pengajaran yang berbeda dan bervariasi.
Faktor Lingkungan: Lingkungan memiliki pengaruh yang kuat baik positif maupun negatif.
Menurut Leneverd, sekolah tidak berakhir pada saat yang tepat ketika anak menyadari atau mengakui otoritas (syahr) dalam hal karakteristik: stabilitas, tanggung jawab dan kepercayaan diri.
Menurut para pelajar pendidikan Barat, pendidikan berlangsung pada saat anak berusia 20 atau 21 tahun, sedangkan pendidikan menurut pendidikan Timur tidak dimulai sesaat sebelum lahir, tetapi sejak anak melahirkan seorang anak (konsepsi).
Salah satu persoalan mendasar dalam penyelenggaraan pendidikan adalah landasan dan tujuan, oleh karena itu landasan menentukan corak dan isi pendidikan yang akan membimbing anak.
2.1 Apa itu pendidikan?
Pendidikan adalah bantuan sadar yang diberikan kepada anak dalam perkembangan fisik dan mentalnya untuk mencapai taraf dewasa.
2.2 Pendidikan dan Pengajaran
Pendidikan lebih komprehensif daripada mengajar, mengajar hanyalah sarana atau sarana pendidikan. Sedangkan pendidikan harus memiliki tujuan yang tinggi.
2.3 Keterbatasan Kapasitas Penduduk
Faktor-faktor yang membatasi kapasitas pendidikan:
1) Faktor dalam diri siswa
2) Faktor yang berhubungan dengan pendidik
3) faktor lingkungan.
2.4 Durasi dan Kematangan Studi
Pak Langeveld, batas bawah pendidikan tercapai ketika anak-anak telah mengakui otoritas.
2.5 Jenis Pendidikan
1) Bedakan dengan filosofi atau visi hidup
2) Pembedaan berdasarkan aspek pedagogis
3) Dibagi berdasarkan level
4) Bedakan berdasarkan umum
5) Diferensiasi menurut tempat belajar
6) Membedakan menurut isi pelajaran
7) Diskriminasi berdasarkan jenis siswa
8) Diskriminasi berdasarkan jenis lingkungan
A.Apa itu pendidikan?
Kita dapat menjawab pertanyaan tentang apa itu pendidikan. Namun, dalam buku ini dua makna umum diungkapkan sebagai berikut:
I. Pengertian: Pendidikan adalah usaha sadar, terorganisir, dan sistematis oleh orang-orang yang bertanggung jawab untuk mempengaruhi anak agar memiliki kualitas dan karakter yang sesuai dengan cita-cita pendidikan.
II Definisi: Dukungan yang ditargetkan untuk anak-anak dalam perkembangan fisik dan mental mereka.
B. Pendidikan dan pengajaran
Secara teoritis, gagasan terdidik dan terdidik tidaklah sama. Mengajar berarti memberikan atau menanamkan pengetahuan atau keterampilan dll. Orang lain menggunakan metode tertentu sehingga pengetahuan ini menjadi milik orang lain.
Berbeda dengan pendidikan, pendidikan saja tidak memberikan pengetahuan atau keterampilan, tetapi harus menanamkan nilai dan standar moral yang tinggi dan luhur kepada siswa.
Dari pengertian di atas, kita dapat melihat bahwa pendidikan lebih luas dari pengajaran. Mengajar hanyalah sarana atau cara pendidikan dan harus ada tujuan dan nilai-nilai besar bagi pendidikan.
C. Batas kemampuan pedagogis
Faktor-faktor yang membatasi kapasitas pendidikan:
Faktor siswa adalah bagian yang membantu siswa. Pada prinsipnya, ada potensi dalam diri anak yang sudah dapat dikembangkan dan memerlukan bantuan aspek perkembangan lainnya.
Faktor pendidikan, yaitu pendidik, merupakan bagian yang mendukung peserta didik. Dalam hal ini pendidik membantu mengembangkan potensi peserta didik, pendidik tentunya memiliki cara tersendiri dalam membantu anak, dan cara tersebut belum tentu ramah anak yang pada akhirnya menentukan keberhasilan pendidikan. .
Faktor lingkungan, disini lingkungan dapat berupa benda-benda di sekitar siswa, orang, dll. Hal-hal yang ada di sekitar anak dapat berdampak langsung terhadap pendidikan dan perkembangan anak.
D. Durasi dan maturitas pelatihan
Durasi pelatihan berarti saat pelatihan dimulai (batas bawah) dan saat pelatihan berakhir (batas atas). Menurut Langeveld, batas bawah pendidikan adalah dimana anak mulai mengenal dan menerima pengaruh atau sugesti orang lain.
Batas atas pendidikan, sebaliknya, tercapai ketika anak telah mencapai tingkat pemahaman spiritual yang matang. Ciri-cirinya adalah: jenis kestabilan (stability), jenis tanggung jawab, jenis kemandirian.
E. Jenis Pendidikan
Dari segi penyelenggaraan pendidikan dapat dibedakan sebagai berikut:
Pendidikan menurut falsafah atau visi hidup
Pendidikan Patriotik
Pendidikan Kolonial
Pendidikan Komunis
Pendidikan liberal
Pendidikan Islam
Dan seterusnya
Tergantung pada aspek – aspek atau aspek – aspek pendidikan.
Pendidikan moral atau pendidikan karakter
Pendidikan Kecerdasan
Pendidikan Kecantikan
Pendidikan politik
Pendidikan Jasmani
Dan seterusnya
Tergantung pada levelnya
Pendidikan anak usia dini
Pendidikan Dasar
Pendidikan menengah
Pendidikan tinggi
Perbedaan berdasarkan usia
Pendidikan pralahir
Pendidikan anak usia dini
Pendidikan anak usia dini
Pendidikan Pemuda
Pelatihan dewasa
Diferensiasi menurut tempat belajar
Sekolah di rumah
Sekolah
Pendidikan masyarakat
Tergantung pada isi pelatihan
Pendidikan Umum
Pelatihan kejuruan
Untuk pelaksanaan
Pendidikan Formal
Pendidikan Nonformal
Pendidikan Nonformal
Tergantung pada karakter atau situasi siswa
Pendidikan yang layak
Pendidikan luar biasa
BAB III
PRINSIP DAN TUJUAN PENDIDIKAN
Hubungan antara kurikulum dan filsafat dapat digambarkan sebagai berikut:
Menurut MJ Langeveld, pendekatan pendidikan yang tepat adalah dengan mengakui manusia sebagai makhluk sosial, individu dan ganda.
Tujuan Umum: Penyelesaian Insan Kamil
Tujuan Khusus: Tujuan yang ditujukan untuk mencapai tujuan umum
Tujuan yang tidak terpenuhi: Tujuan dari setiap aspek pendidikan dilihat secara terpisah
Tujuan: karena tujuan tak terduga dihasilkan secara acak
Tujuan Sementara: Tujuan yang ingin dicapai dalam pendidikan
Tujuan mediasi (mediasi): sarana untuk tujuan lain
3.1 Filsafat sebagai dasar dan tujuan pendidikan
Karena setiap negara membentuk dasar dan tujuan pendidikan negaranya sendiri.
3.2 Hubungan antara kurikulum dan tujuan fundamental dan pedagogis.
Hubungan tersebut sangat erat dan dapat digambarkan sebagai berikut:
3.3 Hak Asasi Manusia dalam Pendidikan
Manusia memiliki hakekat sebagai pribadi ganda, baik individu maupun sosial serta sebagai manusia.
3.4 Aspek Pedagogis
Aspek pendidikan meliputi: pendidikan moral, kecerdasan, pendidikan sosial, kewarganegaraan, kecantikan, seni, agama, dan kesejahteraan keluarga.
3.5 Jenis tujuan pendidikan
Tujuan pendidikan adalah: umum, khusus, tidak lengkap, acak, sementara, sedang.
A. Falsafah negara sebagai dasar dan tujuan pendidikan
Mengingat urgensi masalah pendidikan bangsa dan negara, hampir setiap negara di dunia secara langsung concern dengan masalah pendidikan. Apalagi jika menyangkut masalah politik atau politik. Dalam hal ini, setiap negara memiliki kebijakan tersendiri yang disesuaikan dengan situasi.
B. Kaitan kurikulum dengan landasan dan tujuan pendidikan
Kurikulum adalah alat pelatihan. Sarana untuk melengkapi pahala. Kita tahu bahwa dasar pendidikan menentukan gaya dan isi pendidikan. dan isi pelatihan hanya kurikulum. Oleh karena itu, dasar pelatihan menentukan gaya dan isi program.
Sebagai sarana merancang kurikulum, kurikulum juga harus disesuaikan dengan tujuan pendidikan.
C. Hak Asasi Manusia dalam Pendidikan
Manusia pada umumnya memiliki beberapa jenis hak, antara lain:
Karena manusia adalah makhluk ganda, manusia terdiri dari unsur-unsur spiritual dan unsur-unsur fisik. Elemen tipis dan elemen tebal. Body mulus dan full body. unsur jiwa dan unsur raga.
Bahwa manusia memiliki dua tipe dasar alam; sebagai makhluk individu dan sebagai makhluk sosial.
Manusia sebagai makhluk bermoral; makhluk ilahi, makhluk saleh.
D. Aspek Pendidikan
Pendidikan karakter atau pendidikan moral. Pendidikan moral adalah dasar dan fondasi dari semua pendidikan lainnya. karena pendidikan termasuk pendidikan akhlak.
Pendidikan Kecerdasan. Pendidikan intelektual, antara lain, merupakan tugas utama sekolah. Tujuan pendidikan intelektual ini adalah mendidik anak untuk berpikir kritis, logis, kreatif dan reflektif.
Pembangunan sosial atau komunitas. Pelatihan ini berfokus pada sosialisasi siswa dan proses adaptasi dengan lingkungan. Pedagogi sosial bertujuan untuk mendidik anak sedemikian rupa sehingga mereka beradaptasi dan berpartisipasi atau berpartisipasi aktif dalam kehidupan bersama.
Kewarganegaraan. Selain hidup dalam kelompok kecil, yaitu dalam keluarga, orang juga berkumpul dalam kelompok besar, yaitu di negara. Oleh karena itu, menanamkan pendidikan penting untuk menanamkan pengetahuan kepada peserta didik agar kelak menjadi warga negara yang baik dan berguna.
Pendidikan kecantikan atau estetika. Pada dasarnya, pendidikan estetika bukanlah aspek yang sangat penting, tetapi sesuatu tentang kecantikan dapat ditemukan di semua bidang kehidupan kita. Jadi tentu tidak salah jika Anda mempelajarinya. Pendidikan ini bertujuan agar semua anak memiliki rasa kasih sayang terhadap kecantikan.
Pendidikan Jasmani. Latihan ini tidak hanya bertujuan untuk membentuk fisik yang atletis, tetapi juga untuk membentuk karakter.
Pendidikan agama. Agama hanyalah sumber moralitas. Oleh karena itu, tujuan pendidikan agama hanyalah menjadikan anak-anak secara moral analitis, orang yang berbudi luhur, orang yang bertaqwa kepada Tuhan, orang yang beriman dan mengamalkan ajaran agama.
Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, tujuan keseluruhan dari pendidikan ini adalah untuk meningkatkan taraf hidup dan pola hidup keluarga, untuk mencapai masyarakat yang sejahtera, untuk mencapai keluarga yang sejahtera.
E. Jenis tujuan pendidikan
Tujuan umum. Menurut Kohnstamm dan Gunning, tujuan umum pendidikan adalah melatih manusia atau menyempurnakan manusia. Sedangkan menurut Kihajar Dwantara, tujuan akhir pendidikan adalah agar anak memperoleh keamanan dan kebahagiaan yang sebesar-besarnya sebagai manusia (persons) dan sebagai anggota masyarakat (social people).
Tujuan khusus. Ini adalah tujuan pedagogis yang disesuaikan dengan situasi tertentu untuk mencapai tujuan pendidikan umum.
Tujuan yang Belum Selesai. Itulah tujuan dari semua – semua aspek pendidikan.
Target terdekat adalah target yang dibuat secara acak. Oleh karena itu, misalnya, tujuan memberikan hiburan atau variasi dalam kehidupan sekolah sehari-hari.
Tujuan antara adalah tujuan yang ingin kita capai pada tingkat pendidikan tertentu.
Tujuan antara adalah sarana atau sarana untuk mencapai tujuan lain. Misalnya, belajar bahasa untuk mempelajari sastra asing.
F. Landasan dan Tujuan Pendidikan di Indonesia
Prinsip dasar dan tujuan pendidikan Indonesia selalu mengalami perbaikan yang dapat memperbaiki sistem pendidikan Indonesia dari waktu ke waktu. Berikut adalah bagan perkembangan kebijakan pendidikan negara:
diagram
SEJARAH PERKEMBANGAN PENGETAHUAN
PENDIDIKAN SEKOLAH
hukum tertunda. dan a. D
Ayo cepat. MPRS nomor XXVII tahun 1966
Pers musim semi no. 19 dari tahun 1965
Tekan nomor MPRS. 11 tahun 1960
Keputusan Presiden
5 Juli 1959
UU 12 tahun 1954
UU No. 4 dari 1950
45. Konstitusi
BAB IV
PERKEMBANGAN ANAK
Anak merupakan objek utama pendidikan dan memiliki kualitas yang disebut dengan bakat. Kultus yang mengklaim pakaian bayi berperan dalam pembangunan meliputi:
1. Aliran Nativisme “Perkembangan anak ditentukan oleh karakternya”.
Aliran naturalisme ke-2 (JJ Rousseu) "anak dilahirkan dengan ciri-cirinya sesuai dengan fitrahnya"
3. Alur keputusan/predestinasi “Perkembangan anak ditentukan oleh takdir”
Sementara aliran lingkungan memainkan peran penting dalam pembangunan, itu adalah:
sebuah. Teori Tabularasa (John Locke) "Anak-anak dilahirkan bersih, tidak ada yang disimpan seperti batu tulis kosong".
b. Emanual Kant “Manusia hanyalah hasil pendidikan, artinya pendidik dapat menjadikan siapa saja”.
Menurut Wilhelm, yang terkenal dengan teori konvergensinya, “perkembangan seorang anak tidak hanya dipengaruhi oleh kodratnya dan tidak hanya oleh lingkungannya.
Aspek perkembangan anak sejak lahir sampai dewasa meliputi: perkembangan motorik, daya ingat, observasi dan inovasi, berpikir, serta perkembangan dan pematangan kepribadian.
Dalam sebuah pendidikan terdapat lingkungan yang biasa kita sebut dengan Tri Pusat Pendidikan yaitu :
Lingkungan keluarga: Ini adalah lingkungan sekolah dasar tempat anak-anak menerima pendidikan dasar dan orientasi.
Lingkungan sekolah merupakan bagian dari pendidikan keluarga dan merupakan kelanjutan dari pendidikan keluarga dan merupakan jembatan penghubung bagi anak yang menghubungkan kehidupan keluarga dan masyarakat.
Lingkungan Masyarakat: Jika anak tidak berada di bawah pengawasan orang tua dan anggota keluarga lainnya, dan tidak di bawah pengawasan guru dan pejabat sekolah lainnya, lingkungan ini tidak berperan dalam pengasuhan, hanya berpengaruh.
Selain lingkungan di atas, kita dapat membedakan:
1. Lingkungan alam: Lingkungan ini terdiri dari kondisi klimatologi, geografis dan terestrial
2. Lingkungan sosial: Lingkungan ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu keluarga dan masyarakat sosial
4.1 Peran kreativitas dalam pembangunan
Ada sekolah yang mendukung:
sebuah. Perkembangan nativisme ini ditentukan oleh sifatnya
b. Naturalisme (JJ Rousseaw) adalah anak yang lahir dengan karakteristiknya sendiri.
vs. prestise/predestinasi adalah takdir
4.2 Peran lingkungan dalam lingkungan
sebuah. Teori Tabularasa (John Lock): Anak-anak dilahirkan bersih, tidak ada apa-apa di alam.
b. Immanuel Kant: Manusia hanyalah hasil pendidikan, jadi pendidikan dapat menjadikan semua orang
4.3 Teori Konvergensi:
Perkembangan seorang anak ditentukan tidak hanya oleh alam dan bukan hanya oleh lingkungan, tetapi oleh keduanya.
4.4 Beberapa aspek perkembangan
Aspek perkembangan yaitu: perkembangan motorik, observasi, refleksi, kepribadian dan kedewasaan.
A. Peran hereditas dalam perkembangan
Sifat atau anugerah adalah potensi – potensi atau kemungkinan – yang memungkinkan seseorang menjadi sesuatu. Perkembangan potensi anak juga tergantung pada faktor pedagogis lainnya.
B. Peran lingkungan dalam pembangunan
Lingkungan dapat secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi perkembangan anak. niat atau tidak.
C. Dalam perkembangan teori konvergensi
Menurut Teori Konvergensi, perkembangan anak tidak ditentukan oleh perkembangan saja, juga tidak oleh lingkungan. Sebaliknya, perkembangan anak ditentukan oleh interaksi kedua faktor tersebut.
D. Peran kegiatan pribadi dalam pembangunan
Pada dasarnya manusia adalah makhluk yang aktif. makhluk yang cenderung, memiliki naluri untuk membentuk dirinya, memiliki kemampuan dan kemauan untuk bergerak dan mengarahkan kemana perkembangan dalam diri manusia diarahkan, inilah peran aktivitas pribadi.
E. Beberapa aspek perkembangan
Perkembangan motorik adalah tentang gerakan
Pengembangan observasi, memori dan imajinasi
Observasi, observasi perkembangan dan perkembangan motorik awal. Artinya, pertama bersifat umum, global, kemudian mengarah pada hal-hal yang konkrit.
Memori berkembang seiring bertambahnya usia, semakin tua anak, semakin banyak kapasitas memorinya meningkat
Imajinasi mulai berkembang sekitar usia tiga tahun dan terus berkembang setelahnya.
Perkembangan berpikir, kemampuan berpikir ini juga berkembang seiring bertambahnya usia. Kepribadian yang seimbang dipelajari dari bayi sampai mati
Pengembangan pribadi, perkembangan selalu menyangkut kehidupan pribadi saya (ego) dalam kaitannya dengan kehidupan di sekitar saya. Awalnya, sifat ego sangat tinggi, tetapi seiring bertambahnya usia, karena pengalaman hidup yang meningkat di masyarakat, sifat ini berkurang.
Perkembangan kedewasaan, perkembangan ini tidak lepas dari perkembangan kepribadian. Membangun kepribadian yang utuh juga tentang mencapai kedewasaan.
BAB V
LEMBAGA DAN PUSAT PENDIDIKAN
5.1 Orang tua sebagai lembaga pendidikan, karena orang tua adalah lingkungan pendidikan pertama bagi anak
5.2 Yayasan sebagai lembaga pendidikan, karena orang tua tidak dapat sepenuhnya mendidik anak-anaknya, anak-anaknya mempercayai lembaga pendidikan.
5.3 Lembaga keagamaan sebagai lembaga pendidikan karena lembaga ini memiliki bidang pendidikan yang orang tuanya kurang.
5.4 Negara sebagai lembaga pendidikan adalah organisasi keanggotaan dengan gaya hidup yang tinggi.
5.5 Ada tiga kutub pendidikan: keluarga, sekolah dan masyarakat.
5.6 Asosiasi Pemuda.
5.7 Pertimbangan Lingkungan Tambahan
1) Lingkungan alam: klimatologi, geografi, komposisi tanah
2) Lingkungan sosial: keluarga dan masyarakat
A. Orang tua sebagai lembaga pendidikan
Orang tua terutama bertanggung jawab atas pengasuhan anak-anak mereka. Hal ini karena orang tua adalah orang yang membuat anak ada di dunia ini. Dan itu karena anak-anak dilahirkan ke dunia ini tanpa kekuatan, siapa yang bisa diandalkan oleh anak-anak jika bukan orang tuanya.
B. Yayasan sebagai lembaga pendidikan
Itu adalah tempat alami bagi orang tua untuk mengandalkan diri mereka sendiri sebagai tempat pertemuan bagi anak mereka. Tetapi kenyataannya, tidak semua anak menemukan tempat kecanduan yang alami itu. Sehingga mereka terpaksa mencari tempat untuk bergaul dengan orang lain. Kebanyakan dari mereka tetap berada di institusi tempat mereka mengenyam pendidikan.
C. Lembaga Keagamaan Sebagai Lembaga Pendidikan
Tidak dapat dipungkiri bahwa lembaga-lembaga keagamaan memiliki kewajiban untuk memberikan pendidikan agama kepada para anggotanya. Lembaga keagamaan bertanggung jawab atas pendidikan agama anak-anak, termasuk orang dewasa.
D. Negara sebagai lembaga pendidikan
Agar warga negara - warga negara yang memiliki pengetahuan dan keterampilan, warga negara - warga negara yang sadar akan tugas dan tanggung jawabnya, warga negara - warga negara yang memiliki kecerdasan dan keterampilan, dan warga negara yang memiliki jiwa pengabdian - mutlak diperlukan pendidikan untuk masa depan yang harus dimiliki. . warga Negara Pendidikan yang mempersiapkan anak untuk menjadi warga negara yang diinginkan negara. Di sini negara berperan dalam membentuk politik, kebijakan pendidikan.
Pusat pendidikan E. Tri
Pendidikan trisentrik adalah pendidikan yang berlangsung di tiga lingkungan: lingkungan rumah, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Kombinasi ketiganya menentukan keberhasilan pelatihan.
F. Persatuan Pemuda
Perkumpulan pemuda juga merupakan lembaga pendidikan, karena pihak-pihak yang terlibat dalam perhimpunan tersebut mendapatkan pengalaman yang tak terhitung banyaknya, yang semuanya sangat bermanfaat bagi pengetahuan masing-masing individu.
BAB VI
BEBERAPA MASALAH INSTALASI
Masalah pelaksanaan pendidikan meliputi:
sebuah. Wewenang: Pengakuan sukarela atas pengaruh orang lain.
b. Tanggung jawab: Tanggung jawab di sini berarti tanggung jawab untuk membesarkan anak-anak
vs. sarana dan faktor. Kondisi yang menentukan keberhasilan pendidikan disebut faktor pendidikan, sedangkan alat pendidikan adalah langkah-langkah yang diambil untuk kelancaran proses penyelenggaraan pendidikan. Ada dua alat pedagogis:
1. Cara pencegahan: Cara pencegahan
2. Supression/Healing/Correction artinya : bertujuan untuk membangkitkan kebenaran
D. Hukuman dan Hadiah
e. Motivasi Belajar: Kekuatan yang mendorong aktivitas belajar siswa
6.1 Kewenangan di bidang pendidikan merupakan syarat mutlak bagi terselenggaranya pendidikan.
6.2 Tanggung jawab pendidikan yang dimaksud di sini adalah tanggung jawab pelaksanaan pengasuhan anak.
6.3 Sarana dan institusi dari semua kondisi yang terlibat dalam menentukan hasil pendidikan disebut faktor pendidikan dan tindakan diambil untuk berhasil melaksanakan proses pendidikan.
6.4 Hukuman dan Hadiah Hukuman adalah sesuatu yang tidak disukai anak, sedangkan hadiah adalah kebalikan dari hukuman.
6.5 Motivasi Belajar Kekuatan yang dapat merangsang aktivitas belajar siswa
A. Otoritas dalam Pendidikan
Kompetensi pendidikan berarti menerima dan secara sukarela menerima saran dan pengaruh dari orang lain. Oleh karena itu menerima dan menerima saran orang lain diterima secara sukarela atas dasar kesadaran kejujuran, kepercayaan total dan bukan rasa kewajiban, takut akan sesuatu, dll.
B. Tugas Pendidikan
Di sini kita membahas siapa yang bertanggung jawab atas hasil sekolah. Penanggung jawab hasil sekolah adalah:
Pendidik memikul tanggung jawab penuh atas pengasuhan anak
Dalam pendidikan orang dewasa, tanggung jawab dipikul oleh siswa itu sendiri. Yang bertanggung jawab penuh atas pendidikannya.
Di universitas, objeknya adalah mahasiswa, orang dewasa, atau orang dewasa yang diamati.
C. Alat dan faktor pedagogis
Faktor pendidikan merupakan faktor yang membantu menentukan keberhasilan pendidikan. Alat pendidikan adalah tindakan yang dilakukan untuk memperlancar proses penyelenggaraan pendidikan. Faktor pengasuhan berupa kondisi atau situasi. Alat bantu mengajar dalam bentuk formulir, di sisi lain.
Faktor pedagogis, antara lain: kondisi gedung sekolah, kondisi perlengkapan sekolah, kondisi perlengkapan sekolah, kondisi bahan ajar dan fasilitas lainnya.
Alat bantu pendidikan dapat dibagi menjadi dua kategori;
Alat edukasi untuk pencegahan, alat edukasi berupa pencegahan :
Aturan
Rekomendasi dan perintah
Larangan
Pembatasan
disiplin
Mengeluarkan pedagogiques répressifs, himbauan juga menunjukkan pedagogiques curatifs atau korektif:
Pemberitahuan
Rujukan
Peringatan
Hukuman
Harga
D. Hukuman dan Hadiah
Hukumannya adalah un acte consciemment et intensionalellement mengenakan un infant, qui causque de la souffrance et avec cette souffrance, l'enfant prend conscientie de ses actes et promet dans son cœur de ne pas les répéter.
Ada dua jenis hukuman:
Sanksi diberikan secara cas d'infraction
Hukumannya adalah faite dans le por de mencegah pelanggaran les
Ada beberapa teori tentang hukuman ini:
Teori hukuman alami
Teori Kompensasi
Teori ketakutan
Teori balas dendam
Teori Penyempurnaan
E. Motivasi apendre
La motivasi d'apprentissage peut tre dibagi menjadi dua jenis:
La motivasi intrinsik est la motivasi qui est present chez l'enfant:
Il ya un besoin
Connaître ses propres progrès
L'Existence d'Intentions ou d'Ideaux
Motivasi ekstrinsik adalah motivasi qui vient de l'extérieur des élèves:
Hadiah
Hukuman
Kompetisi atau Concours
BAB VII
PERSYARATAN BAGI BEASISWA
7.1 Kondisi fisik dan spiritual untuk apa yang secara inheren bersifat fisik dan mental
7.2 Persyaratan pedagogi les connaissances tuangkan tre un enseignant profesinel doivent inclure une connaissance dan une pemahaman aprofondios.
7.3 Persyaratan kepribadian seorang guru harus mencakup kecerdasan, kompetensi, pengetahuan dan sikap, minat, karakter, panutan, dll.
7.4 Khusus Persyaratan-Persyaratan umumnya disesuaikan dengan visi falsafah hidup.
7.5 Ronggowarsito Menu Persia:
1) Bangsaneng awiryo (berkebangsaan tinggi)
2) Bangsaneng sajano (Baik Orang Yang)
3) Bangsaneng Aguno (Pandai)
4) Havicerito (Kaya Cerita)
5) Nawung Krido
6) Asih ing murid (cinta kepada anak didik)
A Sambe (mempunyai daya ingat
A. Persyaratan Jasmaniah Dan Kesehatan
Guru adalah tuttokan lapangan dalam pendikansi. Oleh karena itu syarat pertama yang harus rencontre oleh seorang gourou antara location
Guru tidak boleh medana kakat tubuh yang reala.
Guru harus sehat jasmani (tidak sakit apanan)
Guru harus sehat jiwa
B. Persyaratan Pengethanam Pendidikan
Untuk medija seorang seorang gourou a besoin d'une éducation speciale. Quant aux connaissances - les connaissances qui sont importantes pour un guruu parmi d'autres:
Wissen und Bildung
Wissen und Psychologie
Kenntnis des Kurses
Pengetahuan tentang medeto penmangan
Pengetahuan tentang dasar dan tujuan Bildung
Pengaetahuan Tentang Moral, Nilai – Normen Nilaidan – Normen
C. Perses à Kepribadia
Kepribadian pada bahini adalah omangaya dari ciri – ciri dan kebinah laku dari sierung. Dalam pembicaraan disini pengertian penmantiti lebih dikankankepada kelakuan, fiat, sikap dhe minat.
La nature de Kelakuan est quelque zgjodhi qui se rapporte à la morale. Dalam kaitannya seorang seorang gourou. Guru haruslah një personalitet shumë i lartë. Sebab gourou adalah sosok yang besikta panutan oleh anak didik.
D. Persian – Persian Special
Entre autres en persan:
Seorang gourou harus berjiwa pancasila
Menurut uu nun. 4 tahun 1950, babx pasal 15 bunyinya : "la condition principale pour devenir enseignant, en dehors de l'ijazah et des exigences de santé physique et spirituelle, est la qualité nécessaire pour pouvoir dispenser une éducation et un enseignement tels que mentionnés au chapitre 3 et chapitre 4, dan pasal 5 dari undang – undang ini.
Pasal 3 tentang tujuan pendigikan dan pendahan
Pasal 4 tentang dasar – dasar pendidikan dan pendahan
Pasal 5 tentang bahasa
E. Persyaratan Menurut Ronggo Warsito
Menurut rangga warsita oranmg yang pantas menjadi gourou adalah
orang yang dari berukan terhormat
orang yang taat berbadah
orang yang bermoral tinggi
dan lain et ainsi de suite
Judul buku: Pengantar Pendidikan
Penulis buku : dr. Indrakusuma oleh Amir Dai
Penerbit buku: "Bisnis Nasional"
Rilis buku: Juli 1973
Ketebalan Buku: 218 halaman
Babi
pintu masuk
Sains adalah deskripsi sistematis dan metodis dari subjek atau masalah. Melihat pengertian tersebut, maka dapat dinyatakan bahwa syarat-syarat ilmu adalah sebagai berikut:
• Sains harus memiliki objek Objek sains adalah objek material dan formal. Objek material adalah objek material suatu ilmu, dan objek formal adalah titik pembahasan suatu ilmu, misalnya: psikologi dan ilmu manusia, keduanya objek material yang sama (manusia) tetapi formal. objeknya berbeda. Oleh karena itu, objek material ilmu dapat sama sedangkan objek formalnya berbeda.
• Sains harus metodis: Sains harus menggunakan metode ilmiah ketika melakukan diskusi dan penelitian untuk ilmu pengetahuan.
• Sains harus sistematis.
• Harus dinamis: pengetahuan harus tumbuh dan berkembang menjadi sempurna.
• Harus praktis: Ilmu harus bermanfaat dan diamalkan setiap hari.
• Dia harus diabadikan demi kebaikan umat manusia.
Tempat ilmu pendidikan bersebelahan dengan ilmu-ilmu lainnya. Ilmu pendidikan adalah ilmu yang membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan pendidikan, istilah ilmu pendidikan bersifat teoritis, praktis dan normatif.
1.1 Persyaratan Sains
Sains adalah deskripsi sistematis dan metodis dari suatu masalah.
1.2 Sains adalah sains
Karena ilmu pendidikan memiliki objek, metode, dan sistem.
1.3 Posisi dalam ilmu pendidikan
Kedudukannya di antara ilmu-ilmu lainnya.
1.4 Hakikat ilmu pendidikan
Pendidikan IPA bersifat praktis, teoritis dan normatif.
1.5 Mata pelajaran ilmu pendidikan
Tujuan pendidikan adalah peserta didik, pendidik, materi, metode, penilaian, alat pengajaran, lingkungan dan pendidikan dasar.
1.6 Promosi ilmu pendidikan
Ilmu bantu pedagogi adalah ilmu biologi, psikologi dan ilmu sosial.
A. Istilah Ilmiah
Suatu ilmu harus memenuhi tiga syarat dasar dan beberapa syarat tambahan. Diantara mereka:
Persyaratan dasar
Suatu ilmu pasti memiliki objek tertentu
Suatu ilmu harus menggunakan metode yang tepat
Suatu ilmu harus menggunakan sistem tertentu
Persyaratan tambahan
Suatu ilmu harus dinamis
Suatu ilmu harus bersifat praktis
Ilmu harus didedikasikan untuk kebaikan umat manusia
B. Pendidikan sebagai ilmu
Setelah Anda mengetahui apa saja syarat-syarat suatu ilmu. Kita tahu bahwa pendidikan sains memenuhi syarat tersebut.
Ilmu pendidikan memiliki objek, metode dan sistem. pelajaran sains tidak hanya memenuhi persyaratan tambahan lebih lanjut. Misalnya praktis, dinamis dan tentu saja berkomitmen untuk kesejahteraan umat manusia.
C. Kedudukan dalam ilmu pendidikan
Untuk lebih memahami kedudukan ilmu pendidikan, mari kita lihat tabel di bawah ini.
Sains
Matematika - Tel
- Aljabar
- Pengukuran
- Mekanika
Fisika – ilmu alam
- Kimia
- Geologi
- mineralogi
Biologi – Botani
- Zoologi
- Antropologi
- Etnologi
Ilmu Sosial - Psikologi
- Ilmu Logika
- Ilmu etika
- Ilmu Hukum
- Ekonomi
- Pedagogi
- Sosiologi
Metafisika – Ontologi
- Antropologi filosofis
- Kosmologi
- Teodisi
Dari tabel di atas kita tahu bahwa pendidikan ditempatkan di antara ilmu-ilmu lainnya.
D. Ciri-ciri Ilmu Pendidikan
Ilmu pendidikan adalah ilmu yang membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan pendidikan. Sebagaimana setiap ilmu memiliki karakternya sendiri, demikian pula ilmu pendidikan.
Hakikat ilmu pendidikan adalah sebagai berikut: - Teoritis
- Bekerja
- peraturan
E. Lembaga pendidikan
Tujuan pendidikan tersebut adalah:
Siswa
Pendidik
Bahan Ajar
Metodologi Pengajaran
Evaluasi pengajaran
Alat Pendidikan
Rata-rata atau Sekitarnya
Prinsip dan tujuan dasar pendidikan
F. Ilmu Terkait Ilmu Pendidikan
Pengetahuan tambahan yang dibutuhkan untuk pendidikan sains meliputi:
Ilmu Hayati misalnya Embriologi, Anatomi, Fisiologi dll.
Psikologi misalnya psikologi umum, psikologi perkembangan, psikologi sosial.
Misalnya ilmu-ilmu sosial; masyarakat, ekonomi, hukum, dll.
BAB II
pendidikan
Unsur-unsur pendidikan itu adalah:
1. Siswa: tujuan utama pendidikan
2. Pendidik: bagian yang melaksanakan pendidikan
3. Materi: materi pembelajaran atau pengalaman yang dimasukkan dalam suatu program
4. Alat pedagogis: tindakan yang menjadi permanen dalam pendidikan
5. Lingkungan: Keadaan yang mempengaruhi hasil sekolah
6. Landasan dan Landasan Pendidikan : Landasan yang menjadi dasar dari semua kegiatan pendidikan.
Pendidikan adalah upaya sadar tertib dan tematik untuk mempengaruhi agar anak memiliki watak dan watak yang sesuai dengan tujuan pendidikan. itu terdiri dari materi sehingga kita dapat menyimpulkan bahwa pendidikan lebih komprehensif daripada mengajar dan mengajar adalah sarana pendidikan.
Faktor-faktor yang membatasi kapasitas pendidikan:
Faktor Siswa: Ada potensi di antara siswa yang membutuhkan pendidikan eksternal
Faktor Pedagogis: Guru memiliki metode pengajaran yang berbeda dan bervariasi.
Faktor Lingkungan: Lingkungan memiliki pengaruh yang kuat baik positif maupun negatif.
Menurut Leneverd, sekolah tidak berakhir pada saat yang tepat ketika anak menyadari atau mengakui otoritas (syahr) dalam hal karakteristik: stabilitas, tanggung jawab dan kepercayaan diri.
Menurut para pelajar pendidikan Barat, pendidikan berlangsung pada saat anak berusia 20 atau 21 tahun, sedangkan pendidikan menurut pendidikan Timur tidak dimulai sesaat sebelum lahir, tetapi sejak anak melahirkan seorang anak (konsepsi).
Salah satu persoalan mendasar dalam penyelenggaraan pendidikan adalah landasan dan tujuan, oleh karena itu landasan menentukan corak dan isi pendidikan yang akan membimbing anak.
2.1 Apa itu pendidikan?
Pendidikan adalah bantuan sadar yang diberikan kepada anak dalam perkembangan fisik dan mentalnya untuk mencapai taraf dewasa.
2.2 Pendidikan dan Pengajaran
Pendidikan lebih komprehensif daripada mengajar, mengajar hanyalah sarana atau sarana pendidikan. Sedangkan pendidikan harus memiliki tujuan yang tinggi.
2.3 Keterbatasan Kapasitas Penduduk
Faktor-faktor yang membatasi kapasitas pendidikan:
1) Faktor dalam diri siswa
2) Faktor yang berhubungan dengan pendidik
3) faktor lingkungan.
2.4 Durasi dan Kematangan Studi
Pak Langeveld, batas bawah pendidikan tercapai ketika anak-anak telah mengakui otoritas.
2.5 Jenis Pendidikan
1) Bedakan dengan filosofi atau visi hidup
2) Pembedaan berdasarkan aspek pedagogis
3) Dibagi berdasarkan level
4) Bedakan berdasarkan umum
5) Diferensiasi menurut tempat belajar
6) Membedakan menurut isi pelajaran
7) Diskriminasi berdasarkan jenis siswa
8) Diskriminasi berdasarkan jenis lingkungan
A.Apa itu pendidikan?
Kita dapat menjawab pertanyaan tentang apa itu pendidikan. Namun, dalam buku ini dua makna umum diungkapkan sebagai berikut:
I. Pengertian: Pendidikan adalah usaha sadar, terorganisir, dan sistematis oleh orang-orang yang bertanggung jawab untuk mempengaruhi anak agar memiliki kualitas dan karakter yang sesuai dengan cita-cita pendidikan.
II Definisi: Dukungan yang ditargetkan untuk anak-anak dalam perkembangan fisik dan mental mereka.
B. Pendidikan dan pengajaran
Secara teoritis, gagasan terdidik dan terdidik tidaklah sama. Mengajar berarti memberikan atau menanamkan pengetahuan atau keterampilan dll. Orang lain menggunakan metode tertentu sehingga pengetahuan ini menjadi milik orang lain.
Berbeda dengan pendidikan, pendidikan saja tidak memberikan pengetahuan atau keterampilan, tetapi harus menanamkan nilai dan standar moral yang tinggi dan luhur kepada siswa.
Dari pengertian di atas, kita dapat melihat bahwa pendidikan lebih luas dari pengajaran. Mengajar hanyalah sarana atau cara pendidikan dan harus ada tujuan dan nilai-nilai besar bagi pendidikan.
C. Batas kemampuan pedagogis
Faktor-faktor yang membatasi kapasitas pendidikan:
Faktor siswa adalah bagian yang membantu siswa. Pada prinsipnya, ada potensi dalam diri anak yang sudah dapat dikembangkan dan memerlukan bantuan aspek perkembangan lainnya.
Faktor pendidikan, yaitu pendidik, merupakan bagian yang mendukung peserta didik. Dalam hal ini pendidik membantu mengembangkan potensi peserta didik, pendidik tentunya memiliki cara tersendiri dalam membantu anak, dan cara tersebut belum tentu ramah anak yang pada akhirnya menentukan keberhasilan pendidikan. .
Faktor lingkungan, disini lingkungan dapat berupa benda-benda di sekitar siswa, orang, dll. Hal-hal yang ada di sekitar anak dapat berdampak langsung terhadap pendidikan dan perkembangan anak.
D. Durasi dan maturitas pelatihan
Durasi pelatihan berarti saat pelatihan dimulai (batas bawah) dan saat pelatihan berakhir (batas atas). Menurut Langeveld, batas bawah pendidikan adalah dimana anak mulai mengenal dan menerima pengaruh atau sugesti orang lain.
Batas atas pendidikan, sebaliknya, tercapai ketika anak telah mencapai tingkat pemahaman spiritual yang matang. Ciri-cirinya adalah: jenis kestabilan (stability), jenis tanggung jawab, jenis kemandirian.
E. Jenis Pendidikan
Dari segi penyelenggaraan pendidikan dapat dibedakan sebagai berikut:
Pendidikan menurut falsafah atau visi hidup
Pendidikan Patriotik
Pendidikan Kolonial
Pendidikan Komunis
Pendidikan liberal
Pendidikan Islam
Dan seterusnya
Tergantung pada aspek – aspek atau aspek – aspek pendidikan.
Pendidikan moral atau pendidikan karakter
Pendidikan Kecerdasan
Pendidikan Kecantikan
Pendidikan politik
Pendidikan Jasmani
Dan seterusnya
Tergantung pada levelnya
Pendidikan anak usia dini
Pendidikan Dasar
Pendidikan menengah
Pendidikan tinggi
Perbedaan berdasarkan usia
Pendidikan pralahir
Pendidikan anak usia dini
Pendidikan anak usia dini
Pendidikan Pemuda
Pelatihan dewasa
Diferensiasi menurut tempat belajar
Sekolah di rumah
Sekolah
Pendidikan masyarakat
Tergantung pada isi pelatihan
Pendidikan Umum
Pelatihan kejuruan
Untuk pelaksanaan
Pendidikan Formal
Pendidikan Nonformal
Pendidikan Nonformal
Tergantung pada karakter atau situasi siswa
Pendidikan yang layak
Pendidikan luar biasa
BAB III
PRINSIP DAN TUJUAN PENDIDIKAN
Hubungan antara kurikulum dan filsafat dapat digambarkan sebagai berikut:
Menurut MJ Langeveld, pendekatan pendidikan yang tepat adalah dengan mengakui manusia sebagai makhluk sosial, individu dan ganda.
Tujuan Umum: Penyelesaian Insan Kamil
Tujuan Khusus: Tujuan yang ditujukan untuk mencapai tujuan umum
Tujuan yang tidak terpenuhi: Tujuan dari setiap aspek pendidikan dilihat secara terpisah
Tujuan: karena tujuan tak terduga dihasilkan secara acak
Tujuan Sementara: Tujuan yang ingin dicapai dalam pendidikan
Tujuan mediasi (mediasi): sarana untuk tujuan lain
3.1 Filsafat sebagai dasar dan tujuan pendidikan
Karena setiap negara membentuk dasar dan tujuan pendidikan negaranya sendiri.
3.2 Hubungan antara kurikulum dan tujuan fundamental dan pedagogis.
Hubungan tersebut sangat erat dan dapat digambarkan sebagai berikut:
3.3 Hak Asasi Manusia dalam Pendidikan
Manusia memiliki hakekat sebagai pribadi ganda, baik individu maupun sosial serta sebagai manusia.
3.4 Aspek Pedagogis
Aspek pendidikan meliputi: pendidikan moral, kecerdasan, pendidikan sosial, kewarganegaraan, kecantikan, seni, agama, dan kesejahteraan keluarga.
3.5 Jenis tujuan pendidikan
Tujuan pendidikan adalah: umum, khusus, tidak lengkap, acak, sementara, sedang.
A. Falsafah negara sebagai dasar dan tujuan pendidikan
Mengingat urgensi masalah pendidikan bangsa dan negara, hampir setiap negara di dunia secara langsung concern dengan masalah pendidikan. Apalagi jika menyangkut masalah politik atau politik. Dalam hal ini, setiap negara memiliki kebijakan tersendiri yang disesuaikan dengan situasi.
B. Kaitan kurikulum dengan landasan dan tujuan pendidikan
Kurikulum adalah alat pelatihan. Sarana untuk melengkapi pahala. Kita tahu bahwa dasar pendidikan menentukan gaya dan isi pendidikan. dan isi pelatihan hanya kurikulum. Oleh karena itu, dasar pelatihan menentukan gaya dan isi program.
Sebagai sarana merancang kurikulum, kurikulum juga harus disesuaikan dengan tujuan pendidikan.
C. Hak Asasi Manusia dalam Pendidikan
Manusia pada umumnya memiliki beberapa jenis hak, antara lain:
Karena manusia adalah makhluk ganda, manusia terdiri dari unsur-unsur spiritual dan unsur-unsur fisik. Elemen tipis dan elemen tebal. Body mulus dan full body. unsur jiwa dan unsur raga.
Bahwa manusia memiliki dua tipe dasar alam; sebagai makhluk individu dan sebagai makhluk sosial.
Manusia sebagai makhluk bermoral; makhluk ilahi, makhluk saleh.
D. Aspek Pendidikan
Pendidikan karakter atau pendidikan moral. Pendidikan moral adalah dasar dan fondasi dari semua pendidikan lainnya. karena pendidikan termasuk pendidikan akhlak.
Pendidikan Kecerdasan. Pendidikan intelektual, antara lain, merupakan tugas utama sekolah. Tujuan pendidikan intelektual ini adalah mendidik anak untuk berpikir kritis, logis, kreatif dan reflektif.
Pembangunan sosial atau komunitas. Pelatihan ini berfokus pada sosialisasi siswa dan proses adaptasi dengan lingkungan. Pedagogi sosial bertujuan untuk mendidik anak sedemikian rupa sehingga mereka beradaptasi dan berpartisipasi atau berpartisipasi aktif dalam kehidupan bersama.
Kewarganegaraan. Selain hidup dalam kelompok kecil, yaitu dalam keluarga, orang juga berkumpul dalam kelompok besar, yaitu di negara. Oleh karena itu, menanamkan pendidikan penting untuk menanamkan pengetahuan kepada peserta didik agar kelak menjadi warga negara yang baik dan berguna.
Pendidikan kecantikan atau estetika. Pada dasarnya, pendidikan estetika bukanlah aspek yang sangat penting, tetapi sesuatu tentang kecantikan dapat ditemukan di semua bidang kehidupan kita. Jadi tentu tidak salah jika Anda mempelajarinya. Pendidikan ini bertujuan agar semua anak memiliki rasa kasih sayang terhadap kecantikan.
Pendidikan Jasmani. Latihan ini tidak hanya bertujuan untuk membentuk fisik yang atletis, tetapi juga untuk membentuk karakter.
Pendidikan agama. Agama hanyalah sumber moralitas. Oleh karena itu, tujuan pendidikan agama hanyalah menjadikan anak-anak secara moral analitis, orang yang berbudi luhur, orang yang bertaqwa kepada Tuhan, orang yang beriman dan mengamalkan ajaran agama.
Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, tujuan keseluruhan dari pendidikan ini adalah untuk meningkatkan taraf hidup dan pola hidup keluarga, untuk mencapai masyarakat yang sejahtera, untuk mencapai keluarga yang sejahtera.
E. Jenis tujuan pendidikan
Tujuan umum. Menurut Kohnstamm dan Gunning, tujuan umum pendidikan adalah melatih manusia atau menyempurnakan manusia. Sedangkan menurut Kihajar Dwantara, tujuan akhir pendidikan adalah agar anak memperoleh keamanan dan kebahagiaan yang sebesar-besarnya sebagai manusia (persons) dan sebagai anggota masyarakat (social people).
Tujuan khusus. Ini adalah tujuan pedagogis yang disesuaikan dengan situasi tertentu untuk mencapai tujuan pendidikan umum.
Tujuan yang Belum Selesai. Itulah tujuan dari semua – semua aspek pendidikan.
Target terdekat adalah target yang dibuat secara acak. Oleh karena itu, misalnya, tujuan memberikan hiburan atau variasi dalam kehidupan sekolah sehari-hari.
Tujuan antara adalah tujuan yang ingin kita capai pada tingkat pendidikan tertentu.
Tujuan antara adalah sarana atau sarana untuk mencapai tujuan lain. Misalnya, belajar bahasa untuk mempelajari sastra asing.
F. Landasan dan Tujuan Pendidikan di Indonesia
Prinsip dasar dan tujuan pendidikan Indonesia selalu mengalami perbaikan yang dapat memperbaiki sistem pendidikan Indonesia dari waktu ke waktu. Berikut adalah bagan perkembangan kebijakan pendidikan negara:
diagram
SEJARAH PERKEMBANGAN PENGETAHUAN
PENDIDIKAN SEKOLAH
hukum tertunda. dan a. D
Ayo cepat. MPRS nomor XXVII tahun 1966
Pers musim semi no. 19 dari tahun 1965
Tekan nomor MPRS. 11 tahun 1960
Keputusan Presiden
5 Juli 1959
UU 12 tahun 1954
UU No. 4 dari 1950
45. Konstitusi
BAB IV
PERKEMBANGAN ANAK
Anak merupakan objek utama pendidikan dan memiliki kualitas yang disebut dengan bakat. Kultus yang mengklaim pakaian bayi berperan dalam pembangunan meliputi:
1. Aliran Nativisme “Perkembangan anak ditentukan oleh karakternya”.
Aliran naturalisme ke-2 (JJ Rousseu) "anak dilahirkan dengan ciri-cirinya sesuai dengan fitrahnya"
3. Alur keputusan/predestinasi “Perkembangan anak ditentukan oleh takdir”
Sementara aliran lingkungan memainkan peran penting dalam pembangunan, itu adalah:
sebuah. Teori Tabularasa (John Locke) "Anak-anak dilahirkan bersih, tidak ada yang disimpan seperti batu tulis kosong".
b. Emanual Kant “Manusia hanyalah hasil pendidikan, artinya pendidik dapat menjadikan siapa saja”.
Menurut Wilhelm, yang terkenal dengan teori konvergensinya, “perkembangan seorang anak tidak hanya dipengaruhi oleh kodratnya dan tidak hanya oleh lingkungannya.
Aspek perkembangan anak sejak lahir sampai dewasa meliputi: perkembangan motorik, daya ingat, observasi dan inovasi, berpikir, serta perkembangan dan pematangan kepribadian.
Dalam sebuah pendidikan terdapat lingkungan yang biasa kita sebut dengan Tri Pusat Pendidikan yaitu :
Lingkungan keluarga: Ini adalah lingkungan sekolah dasar tempat anak-anak menerima pendidikan dasar dan orientasi.
Lingkungan sekolah merupakan bagian dari pendidikan keluarga dan merupakan kelanjutan dari pendidikan keluarga dan merupakan jembatan penghubung bagi anak yang menghubungkan kehidupan keluarga dan masyarakat.
Lingkungan Masyarakat: Jika anak tidak berada di bawah pengawasan orang tua dan anggota keluarga lainnya, dan tidak di bawah pengawasan guru dan pejabat sekolah lainnya, lingkungan ini tidak berperan dalam pengasuhan, hanya berpengaruh.
Selain lingkungan di atas, kita dapat membedakan:
1. Lingkungan alam: Lingkungan ini terdiri dari kondisi klimatologi, geografis dan terestrial
2. Lingkungan sosial: Lingkungan ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu keluarga dan masyarakat sosial
4.1 Peran kreativitas dalam pembangunan
Ada sekolah yang mendukung:
sebuah. Perkembangan nativisme ini ditentukan oleh sifatnya
b. Naturalisme (JJ Rousseaw) adalah anak yang lahir dengan karakteristiknya sendiri.
vs. prestise/predestinasi adalah takdir
4.2 Peran lingkungan dalam lingkungan
sebuah. Teori Tabularasa (John Lock): Anak-anak dilahirkan bersih, tidak ada apa-apa di alam.
b. Immanuel Kant: Manusia hanyalah hasil pendidikan, jadi pendidikan dapat menjadikan semua orang
4.3 Teori Konvergensi:
Perkembangan seorang anak ditentukan tidak hanya oleh alam dan bukan hanya oleh lingkungan, tetapi oleh keduanya.
4.4 Beberapa aspek perkembangan
Aspek perkembangan yaitu: perkembangan motorik, observasi, refleksi, kepribadian dan kedewasaan.
A. Peran hereditas dalam perkembangan
Sifat atau anugerah adalah potensi – potensi atau kemungkinan – yang memungkinkan seseorang menjadi sesuatu. Perkembangan potensi anak juga tergantung pada faktor pedagogis lainnya.
B. Peran lingkungan dalam pembangunan
Lingkungan dapat secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi perkembangan anak. niat atau tidak.
C. Dalam perkembangan teori konvergensi
Menurut Teori Konvergensi, perkembangan anak tidak ditentukan oleh perkembangan saja, juga tidak oleh lingkungan. Sebaliknya, perkembangan anak ditentukan oleh interaksi kedua faktor tersebut.
D. Peran kegiatan pribadi dalam pembangunan
Pada dasarnya manusia adalah makhluk yang aktif. makhluk yang cenderung, memiliki naluri untuk membentuk dirinya, memiliki kemampuan dan kemauan untuk bergerak dan mengarahkan kemana perkembangan dalam diri manusia diarahkan, inilah peran aktivitas pribadi.
E. Beberapa aspek perkembangan
Perkembangan motorik adalah tentang gerakan
Pengembangan observasi, memori dan imajinasi
Observasi, observasi perkembangan dan perkembangan motorik awal. Artinya, pertama bersifat umum, global, kemudian mengarah pada hal-hal yang konkrit.
Memori berkembang seiring bertambahnya usia, semakin tua anak, semakin banyak kapasitas memorinya meningkat
Imajinasi mulai berkembang sekitar usia tiga tahun dan terus berkembang setelahnya.
Perkembangan berpikir, kemampuan berpikir ini juga berkembang seiring bertambahnya usia. Kepribadian yang seimbang dipelajari dari bayi sampai mati
Pengembangan pribadi, perkembangan selalu menyangkut kehidupan pribadi saya (ego) dalam kaitannya dengan kehidupan di sekitar saya. Awalnya, sifat ego sangat tinggi, tetapi seiring bertambahnya usia, karena pengalaman hidup yang meningkat di masyarakat, sifat ini berkurang.
Perkembangan kedewasaan, perkembangan ini tidak lepas dari perkembangan kepribadian. Membangun kepribadian yang utuh juga tentang mencapai kedewasaan.
BAB V
LEMBAGA DAN PUSAT PENDIDIKAN
5.1 Orang tua sebagai lembaga pendidikan, karena orang tua adalah lingkungan pendidikan pertama bagi anak
5.2 Yayasan sebagai lembaga pendidikan, karena orang tua tidak dapat sepenuhnya mendidik anak-anaknya, anak-anaknya mempercayai lembaga pendidikan.
5.3 Lembaga keagamaan sebagai lembaga pendidikan karena lembaga ini memiliki bidang pendidikan yang orang tuanya kurang.
5.4 Negara sebagai lembaga pendidikan adalah organisasi keanggotaan dengan gaya hidup yang tinggi.
5.5 Ada tiga kutub pendidikan: keluarga, sekolah dan masyarakat.
5.6 Asosiasi Pemuda.
5.7 Pertimbangan Lingkungan Tambahan
1) Lingkungan alam: klimatologi, geografi, komposisi tanah
2) Lingkungan sosial: keluarga dan masyarakat
A. Orang tua sebagai lembaga pendidikan
Orang tua terutama bertanggung jawab atas pengasuhan anak-anak mereka. Hal ini karena orang tua adalah orang yang membuat anak ada di dunia ini. Dan itu karena anak-anak dilahirkan ke dunia ini tanpa kekuatan, siapa yang bisa diandalkan oleh anak-anak jika bukan orang tuanya.
B. Yayasan sebagai lembaga pendidikan
Itu adalah tempat alami bagi orang tua untuk mengandalkan diri mereka sendiri sebagai tempat pertemuan bagi anak mereka. Tetapi kenyataannya, tidak semua anak menemukan tempat kecanduan yang alami itu. Sehingga mereka terpaksa mencari tempat untuk bergaul dengan orang lain. Kebanyakan dari mereka tetap berada di institusi tempat mereka mengenyam pendidikan.
C. Lembaga Keagamaan Sebagai Lembaga Pendidikan
Tidak dapat dipungkiri bahwa lembaga-lembaga keagamaan memiliki kewajiban untuk memberikan pendidikan agama kepada para anggotanya. Lembaga keagamaan bertanggung jawab atas pendidikan agama anak-anak, termasuk orang dewasa.
D. Negara sebagai lembaga pendidikan
Agar warga negara - warga negara yang memiliki pengetahuan dan keterampilan, warga negara - warga negara yang sadar akan tugas dan tanggung jawabnya, warga negara - warga negara yang memiliki kecerdasan dan keterampilan, dan warga negara yang memiliki jiwa pengabdian - mutlak diperlukan pendidikan untuk masa depan yang harus dimiliki. . warga Negara Pendidikan yang mempersiapkan anak untuk menjadi warga negara yang diinginkan negara. Di sini negara berperan dalam membentuk politik, kebijakan pendidikan.
Pusat pendidikan E. Tri
Pendidikan trisentrik adalah pendidikan yang berlangsung di tiga lingkungan: lingkungan rumah, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Kombinasi ketiganya menentukan keberhasilan pelatihan.
F. Persatuan Pemuda
Perkumpulan pemuda juga merupakan lembaga pendidikan, karena pihak-pihak yang terlibat dalam perhimpunan tersebut mendapatkan pengalaman yang tak terhitung banyaknya, yang semuanya sangat bermanfaat bagi pengetahuan masing-masing individu.
BAB VI
BEBERAPA MASALAH INSTALASI
Masalah pelaksanaan pendidikan meliputi:
sebuah. Wewenang: Pengakuan sukarela atas pengaruh orang lain.
b. Tanggung jawab: Tanggung jawab di sini berarti tanggung jawab untuk membesarkan anak-anak
vs. sarana dan faktor. Kondisi yang menentukan keberhasilan pendidikan disebut faktor pendidikan, sedangkan alat pendidikan adalah langkah-langkah yang diambil untuk kelancaran proses penyelenggaraan pendidikan. Ada dua alat pedagogis:
1. Cara pencegahan: Cara pencegahan
2. Supression/Healing/Correction artinya : bertujuan untuk membangkitkan kebenaran
D. Hukuman dan Hadiah
e. Motivasi Belajar: Kekuatan yang mendorong aktivitas belajar siswa
6.1 Kewenangan di bidang pendidikan merupakan syarat mutlak bagi terselenggaranya pendidikan.
6.2 Tanggung jawab pendidikan yang dimaksud di sini adalah tanggung jawab pelaksanaan pengasuhan anak.
6.3 Sarana dan institusi dari semua kondisi yang terlibat dalam menentukan hasil pendidikan disebut faktor pendidikan dan tindakan diambil untuk berhasil melaksanakan proses pendidikan.
6.4 Hukuman dan Hadiah Hukuman adalah sesuatu yang tidak disukai anak, sedangkan hadiah adalah kebalikan dari hukuman.
6.5 Motivasi Belajar Kekuatan yang dapat merangsang aktivitas belajar siswa
A. Otoritas dalam Pendidikan
Kompetensi pendidikan berarti menerima dan secara sukarela menerima saran dan pengaruh dari orang lain. Oleh karena itu menerima dan menerima saran orang lain diterima secara sukarela atas dasar kesadaran kejujuran, kepercayaan total dan bukan rasa kewajiban, takut akan sesuatu, dll.
B. Tugas Pendidikan
Di sini kita membahas siapa yang bertanggung jawab atas hasil sekolah. Penanggung jawab hasil sekolah adalah:
Pendidik memikul tanggung jawab penuh atas pengasuhan anak
Dalam pendidikan orang dewasa, tanggung jawab dipikul oleh siswa itu sendiri. Yang bertanggung jawab penuh atas pendidikannya.
Di universitas, objeknya adalah mahasiswa, orang dewasa, atau orang dewasa yang diamati.
C. Alat dan faktor pedagogis
Faktor pendidikan merupakan faktor yang membantu menentukan keberhasilan pendidikan. Alat pendidikan adalah tindakan yang dilakukan untuk memperlancar proses penyelenggaraan pendidikan. Faktor pengasuhan berupa kondisi atau situasi. Alat bantu mengajar dalam bentuk formulir, di sisi lain.
Faktor pedagogis, antara lain: kondisi gedung sekolah, kondisi perlengkapan sekolah, kondisi perlengkapan sekolah, kondisi bahan ajar dan fasilitas lainnya.
Alat bantu pendidikan dapat dibagi menjadi dua kategori;
Alat edukasi untuk pencegahan, alat edukasi berupa pencegahan :
Aturan
Rekomendasi dan perintah
Larangan
Pembatasan
disiplin
Mengeluarkan pedagogiques répressifs, himbauan juga menunjukkan pedagogiques curatifs atau korektif:
Pemberitahuan
Rujukan
Peringatan
Hukuman
Harga
D. Hukuman dan Hadiah
Hukumannya adalah un acte consciemment et intensionalellement mengenakan un infant, qui causque de la souffrance et avec cette souffrance, l'enfant prend conscientie de ses actes et promet dans son cœur de ne pas les répéter.
Ada dua jenis hukuman:
Sanksi diberikan secara cas d'infraction
Hukumannya adalah faite dans le por de mencegah pelanggaran les
Ada beberapa teori tentang hukuman ini:
Teori hukuman alami
Teori Kompensasi
Teori ketakutan
Teori balas dendam
Teori Penyempurnaan
E. Motivasi apendre
La motivasi d'apprentissage peut tre dibagi menjadi dua jenis:
La motivasi intrinsik est la motivasi qui est present chez l'enfant:
Il ya un besoin
Connaître ses propres progrès
L'Existence d'Intentions ou d'Ideaux
Motivasi ekstrinsik adalah motivasi qui vient de l'extérieur des élèves:
Hadiah
Hukuman
Kompetisi atau Concours
BAB VII
PERSYARATAN BAGI BEASISWA
7.1 Kondisi fisik dan spiritual untuk apa yang secara inheren bersifat fisik dan mental
7.2 Persyaratan pedagogi les connaissances tuangkan tre un enseignant profesinel doivent inclure une connaissance dan une pemahaman aprofondios.
7.3 Persyaratan kepribadian seorang guru harus mencakup kecerdasan, kompetensi, pengetahuan dan sikap, minat, karakter, panutan, dll.
7.4 Khusus Persyaratan-Persyaratan umumnya disesuaikan dengan visi falsafah hidup.
7.5 Ronggowarsito Menu Persia:
1) Bangsaneng awiryo (berkebangsaan tinggi)
2) Bangsaneng sajano (Baik Orang Yang)
3) Bangsaneng Aguno (Pandai)
4) Havicerito (Kaya Cerita)
5) Nawung Krido
6) Asih ing murid (cinta kepada anak didik)
A Sambe (mempunyai daya ingat
A. Persyaratan Jasmaniah Dan Kesehatan
Guru adalah tuttokan lapangan dalam pendikansi. Oleh karena itu syarat pertama yang harus rencontre oleh seorang gourou antara location
Guru tidak boleh medana kakat tubuh yang reala.
Guru harus sehat jasmani (tidak sakit apanan)
Guru harus sehat jiwa
B. Persyaratan Pengethanam Pendidikan
Untuk medija seorang seorang gourou a besoin d'une éducation speciale. Quant aux connaissances - les connaissances qui sont importantes pour un guruu parmi d'autres:
Wissen und Bildung
Wissen und Psychologie
Kenntnis des Kurses
Pengetahuan tentang medeto penmangan
Pengetahuan tentang dasar dan tujuan Bildung
Pengaetahuan Tentang Moral, Nilai – Normen Nilaidan – Normen
C. Perses à Kepribadia
Kepribadian pada bahini adalah omangaya dari ciri – ciri dan kebinah laku dari sierung. Dalam pembicaraan disini pengertian penmantiti lebih dikankankepada kelakuan, fiat, sikap dhe minat.
La nature de Kelakuan est quelque zgjodhi qui se rapporte à la morale. Dalam kaitannya seorang seorang gourou. Guru haruslah një personalitet shumë i lartë. Sebab gourou adalah sosok yang besikta panutan oleh anak didik.
D. Persian – Persian Special
Entre autres en persan:
Seorang gourou harus berjiwa pancasila
Menurut uu nun. 4 tahun 1950, babx pasal 15 bunyinya : "la condition principale pour devenir enseignant, en dehors de l'ijazah et des exigences de santé physique et spirituelle, est la qualité nécessaire pour pouvoir dispenser une éducation et un enseignement tels que mentionnés au chapitre 3 et chapitre 4, dan pasal 5 dari undang – undang ini.
Pasal 3 tentang tujuan pendigikan dan pendahan
Pasal 4 tentang dasar – dasar pendidikan dan pendahan
Pasal 5 tentang bahasa
E. Persyaratan Menurut Ronggo Warsito
Menurut rangga warsita oranmg yang pantas menjadi gourou adalah
orang yang dari berukan terhormat
orang yang taat berbadah
orang yang bermoral tinggi
dan lain et ainsi de suite
Comments
Post a Comment