IMPLIKASI TEKNOLOGI INFORMASI DAN INTERNET TERHADAP PENDIDIKAN, BISNIS, DAN PEMERINTAHAN

Apakah Indonesia sudah siap?
Budi Raharjo
Pusat Ilmiah Antar Universitas untuk Mikroelektronika (MNITsME)
Institut Teknologi Bandung
2000
Email: br@paume.itb.ac.id

Ringkasan:
Teknologi informasi dan internet telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Artikel ini membahas implikasinya bagi pendidikan, bisnis dan manajemen baik di luar negeri maupun di Indonesia. Internet, menghancurkan batas ruang dan waktu, menciptakan peluang baru dan masalah baru.
Pengantar:
Di mana pun Anda membaca, sulit untuk menghindari berita atau artikel tentang Teknologi Informasi (TI) dan Internet akhir-akhir ini. Hal ini tidak hanya terjadi di AS, tetapi juga di Indonesia. Surat kabar dan majalah penuh dengan cerita tentang keberhasilan dan kegagalan individu atau perusahaan yang terlibat dalam komputasi dan Internet. Dalam artikel singkat ini, kita akan membahas secara singkat dampak TI pada pendidikan, bisnis, dan manajemen.
Sebelum melanjutkan pembahasan, mari kita bahas dulu apa itu komputasi dan internet. Teknologi informasi sama dengan teknologi lainnya, hanya informasi merupakan produk yang diproses oleh teknologi ini. Dalam hal ini, teknologi memiliki nilai ekonomis. Teknologi pengolahan informasi ini memiliki keunggulan seperti teknologi database dan keamanan. Semuanya bisa dijual. Bentuk teknologi adalah kumpulan pengetahuan (knowledge) yang tersimpan dalam tumpukan kertas atau sudah dalam bentuk CD. Tumpukan kertas ini adalah apa yang Anda dapatkan ketika Anda membeli teknologi dalam bentuk paten atau beberapa bentuk hak kekayaan intelektual lainnya.
Benarkah “informasi” adalah komoditas? Jawaban singkat: ya. Misalnya, jika Anda tahu bahwa besok rupee akan turun tajam, Anda akan bergegas ke bank untuk menukarkan rupee Anda dengan dolar. Begitu juga jika Anda tahu akan ada protes di suatu daerah, Anda akan menghindari daerah itu. Contoh-contoh di atas menunjukkan bahwa informasi telah menjadi komoditas yang berharga. Itu sebabnya kami memiliki surat kabar, majalah, tabloid, dan sekarang situs web dengan pertumbuhan tinggi seperti Detik.com, sialan! , satunet dan banyak situs lainnya. Setiap orang mengandalkan informasi sebagai komoditas.
Konsekuensi dari komputer dan Internet
Di luar negeri, terutama di AS, komputer dan Internet telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dalam banyak hal, kita bisa melihat konsekuensinya. Untuk melihat ini, kita dapat membaca beberapa dokumen. Artikel ini hanya membahas implikasinya bagi pendidikan, bisnis, dan pemerintahan.
Implikasi bagi pendidikan
Sejarah teknologi informasi dan internet tidak dapat dipisahkan dari dunia pendidikan. Menurut buku Nerds 2.0.1, di Amerika, internet mulai tumbuh dari kalangan akademisi (NSFNET). Demikian pula Internet di Indonesia mulai tumbuh di dunia akademis (UI dan ITB), meskipun ada beberapa cerita menarik di sektor bisnis juga. Mungkin ada baiknya mengulang cerita tentang manfaat Internet untuk pendidikan.
Kehadiran Internet membuka akses ke sumber informasi yang sebelumnya tidak dapat diakses. Akses ke sumber informasi tidak lagi menjadi masalah. Perpustakaan merupakan salah satu sumber informasi yang paling berharga. (Berapa banyak perpustakaan di Indonesia dan bagaimana kualitasnya?) Akses internet di Indonesia memungkinkan siapa saja untuk mengakses perpustakaan Amerika. Mekanisme akses perpustakaan dapat diimplementasikan dengan menggunakan software khusus (biasanya menggunakan standar Z39.50 seperti WAIS), aplikasi telnet (misalnya aplikasi hytelnet) atau web browser (Netscape dan Internet Explorer). Ada banyak cerita tentang bagaimana Internet membantu dalam penelitian, tugas akhir. Pertukaran informasi atau tanya jawab dengan para ahli dapat dilakukan melalui internet. Tanpa Internet, banyak tugas dan gelar akhir mungkin membutuhkan waktu lebih lama.
Kolaborasi dengan para ahli serta siswa yang secara fisik berjauhan satu sama lain dapat lebih mudah. Di masa lalu, seseorang harus melakukan perjalanan jauh untuk menghubungi seorang spesialis dan mendiskusikan suatu masalah. Saat ini, ini dapat dilakukan dari rumah dengan mengirim email. Pekerjaan dan penelitian dapat dilakukan dengan bertukar data melalui Internet, melalui email atau melalui mekanisme file sharing. Bayangkan jika seorang mahasiswa dari Irian bisa mendiskusikan masalah medis dengan seorang ahli dari universitas besar di Jawa. Siswa dari seluruh Indonesia dapat mengakses pakar atau guru terbaik di Indonesia bahkan dunia. Pembatasan geografis tidak lagi menjadi masalah.
Pertukaran informasi juga sangat diperlukan dalam bidang penelitian agar penelitian tidak terulang kembali (reinventing the wheel). Hasil penelitian di perguruan tinggi dan lembaga penelitian dapat dibagikan untuk mempercepat proses pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pendidikan jarak jauh dan universitas virtual - aplikasi baru untuk Internet. Bahkan ekonom yang sama terkenalnya Peter Drucker berkata, "Berkat Internet, pendidikan berkelanjutan orang dewasa dapat menjadi industri kita yang tumbuh paling cepat." (Lihat artikel Forbes 15 Mei 2000) Universitas virtual memiliki fitur skalabilitas yang dapat membuat pendidikan dapat diakses oleh banyak orang. Jika pendidikan hanya di kelas biasa, berapa banyak orang yang bisa berada di kelas? Jumlah peserta hanya dapat diisi oleh 50 orang. Akses ke universitas virtual dapat diperoleh oleh siapa saja, di mana saja.
Bagi Indonesia, keunggulan di atas bisa menjadi alasan yang baik untuk menjadikan Internet sebagai infrastruktur pendidikan. Meringkas manfaat Internet bagi pendidikan di Indonesia;
• akses ke perpustakaan;
• Akses ke pakar;
• Memberikan kesempatan untuk berkolaborasi.
Di Indonesia, inisiatif pemanfaatan teknologi informasi dan internet mulai bermunculan di dunia pendidikan. Salah satu inisiatif yang sekarang sedang kami laksanakan secara aktif adalah program Sekolah 2000, yang bertujuan untuk menghubungkan sejumlah sekolah (terutama lyceum dan sekolah kejuruan) ke Internet pada tahun 2000. (Informasi tentang program School 2000 dapat dilihat di website School 2000: http://www.school2000.or.id). Inisiatif semacam itu membutuhkan dukungan kita semua. Ingat, ini adalah masa depan semua anak dan cucu kita.
Implikasi bisnis
Tampaknya ada begitu banyak berita atau informasi tentang manfaat teknologi informasi dan internet dalam bisnis sehingga dibutuhkan satu buku untuk menulis sebuah buku. Jangan lupa bahwa TI dapat digunakan sebagai komoditas atau sebagai alat. Dengan demikian, perusahaan dapat menghasilkan produk komputer atau menggunakan teknologi informasi untuk menghasilkan produk atau layanannya. Dalam kasus terakhir, TI digunakan sebagai alat, bukan sebagai hasil akhir.
Keberadaan internet mendobrak batas ruang dan waktu. Sebuah perusahaan di Indonesia memiliki peluang yang sama untuk memasuki pasar AS seperti perusahaan di Eropa atau bahkan perusahaan di Amerika. Ini mungkin sulit di masa lalu karena bisnis lokal memiliki akses yang lebih mudah ke pasar lokal mereka. Ingatlah bahwa sebaliknya (perusahaan asing dengan akses ke pasar Indonesia) juga dapat dengan mudah diterapkan. Jika ini tidak diperhitungkan, pasar domestik kita akan dijarah oleh perusahaan asing.
Komputer dan Internet dianggap sebagai salah satu pilar ekonomi Amerika. Oleh karena itu, mereka meyakini bahwa pemerintah AS sangat serius mempertahankan dominasinya di kawasan ini. Pemerintah Amerika Serikat sedang mengejar beberapa inisiatif, sebagaimana dibuktikan oleh dokumen yang tersedia di situs web mereka:
• "Ekonomi Digital 2000" (diambil dari http://www.ecommerce.gov)
Ekonomi berbasis komputer dan Internet ini bahkan memiliki namanya sendiri: ekonomi jaringan digital baru. Dalam ekonomi baru ini, banyak aturan ekonomi lama telah dihapuskan. Pasar modal seperti NASDAQ yang didominasi oleh saham-saham teknologi dibidik dan dikuasai pengusaha. Saham perusahaan teknologi, terutama perusahaan IT dan perusahaan Internet, populer di kalangan masyarakat, meskipun perusahaan tersebut masih berada di zona merah. Ini berbeda dengan aturan ekonomi yang lama. Sehat atau tidak, sudah banyak penelitian yang dilakukan mengenai hal ini. Beberapa orang mengatakan itu adalah ekonomi gelembung [lih. tautan "Gelembung Internet"]. Pada saat yang sama, ini adalah ekonomi baru yang harus kita amati dan pelajari dengan cermat.
Ada perubahan filosofi dalam industri perangkat lunak. Kode sumber program, yang sebelumnya dirahasiakan, sekarang tersedia untuk semua orang. Bagaimana perusahaan dapat menjual produk perangkat lunaknya? Perubahan filosofi ini dituangkan dalam model yang disebut model "bazaar", dengan apa yang disebut implementasi "sumber terbuka". Contoh keberhasilan pendekatan ini adalah tersedianya sistem operasi Linux gratis dan Redhat, perusahaan yang menjual produk Linux. (Diskusi lengkap tentang filosofi ini dapat ditemukan di buku Eric Raymond di bagian Membaca.)
Dengan munculnya Internet, hilangnya batas spasial dan temporal membuka peluang baru untuk pekerjaan jarak jauh. Istilah pekerja rumahan atau outworker mulai muncul. Seorang karyawan dapat melakukan pekerjaan mereka dari rumah tanpa khawatir tentang lalu lintas.
Semua hal di atas menunjukkan bahwa dengan munculnya komputer dan Internet, peluang baru telah muncul dalam bisnis.
Ada beberapa inisiatif pengembangan bisnis dan industri TI dan Internet di Indonesia, seperti program Nusantara 21, program telematika Indonesia, dan program Bandung High-Tech Valley (BHTV). Semua ini akan membantu Indonesia mengimbangi dunia teknologi informasi dan Internet.
Implikasi bagi pemerintah
Pentingnya TI dan Internet untuk sektor publik jarang dibahas, meskipun istilah "e-government" sering muncul dalam publikasi dan berita. Komputer dan Internet mewajibkan pemerintah menjalankan negara secara transparan. Pejabat harus dihubungi melalui email. Birokrasi pelaporan dapat dihilangkan dengan bantuan Internet.
Aplikasi komputer terkait pemerintah adalah aplikasi yang dapat mendekatkan pejabat pemerintah dengan stafnya. Rapat Balai Kota dapat dilakukan melalui telekonferensi. Protes mahasiswa dan masyarakat dapat dikurangi atau bahkan dihindari jika mereka dapat berkomunikasi (tatap muka atau elektronik) dengan pejabat. Mengapa tidak menggunakan telekonferensi, di mana orang dapat bertemu langsung dengan para pemimpin dan berdialog, meskipun secara fisik mereka berjauhan?
Di Indonesia, teknologi informasi telah lama digunakan di sektor publik. Penggunaan internet juga diawali dengan penggunaan “RI-NET” sebagai salah satu aplikasi percepatan program telematika Indonesia. Aplikasi RI-NET ini menyediakan akses e-mail untuk pejabat pemerintah, menyediakan layanan web (homepage) yang tersedia di http://www.ri.go.id, menyediakan layanan media sharing, dan akan memiliki aplikasi sistem di masa mendatang. . .: .
Contoh lain dari aplikasi adalah penggunaan Internet untuk menampilkan hasil pemilu baru-baru ini. Pengguna internet di seluruh dunia dapat melihat hasil pemilu secara online secara real time di http://www.kpu.go.id dan http://www.hasilpemilu99.or.id. Menjamin keterbukaan (transparansi) proses pemilu. Akibatnya, kami melihat hanya sedikit orang yang mengeluh tentang hasil pemilu baru-baru ini.
penutupan
Kami berharap artikel singkat ini akan membantu semua pembaca memahami bahwa komputer dan Internet sangat diperlukan. Padahal, kita harus memanfaatkan teknologi informasi dan internet untuk kepentingan bangsa Indonesia.
Hambatan di Indonesia
Jika komputer dan internet memang memiliki banyak kelebihan, tentu kita ingin menggunakannya sesegera mungkin. Namun, ada beberapa kendala di Indonesia yang menghambat optimalisasi penggunaan komputer dan internet.
Salah satu penyebab utamanya adalah minimnya infrastruktur telekomunikasi. Jaringan telepon masih belum tersedia di banyak tempat di Indonesia. Biaya penggunaan layanan telekomunikasi juga masih tinggi. Kami berharap hal ini dapat diatasi seiring dengan berkembangnya telekomunikasi yang semakin canggih dan murah.
Penetrasi komputer (PC) di Indonesia masih rendah. Itulah mengapa Anda perlu berpikir tentang mengakses Internet, melewati komputer di rumah Anda. Menggunakan perangkat internet lain seperti TV internet akan membantu. Pada saat yang sama, jalur akses Internet dapat diperluas untuk mencakup kampus, sekolah, dan bahkan kafe internet.
Masih ada sedikit konten dalam bahasa Indonesia. Ini adalah masalah yang cukup serius. Kita harus mencoba tindakan atau inisiatif untuk memperkaya materi bagi bangsa Indonesia. Proses ini harus dilakukan secara sadar dan aktif.
Konsekuensi di area lain
Komputer dan Internet juga dapat mengubah budaya kita sehari-hari. Dulu, orang bisa bekerja dengan nyaman. Sekarang, dengan munculnya Internet, persaingan telah menjadi global, sehingga orang harus menghadapi pesaing global. Dulu orang berpikir bahwa komputer (dan Internet) dapat membuat pekerjaan kita lebih mudah dan lebih santai. Tetapi kenyataannya benar-benar berlawanan. Kami bekerja lebih lama, bahkan pekerjaan sering dibawa pulang. Sebelumnya ada istilah "9 to 5 work" (bekerja dari 9 hingga 17 jam), sekarang kita bekerja "5 hingga 9" (dari 17 hingga 21 jam). Tentunya hal ini akan berdampak pada kehidupan kita, misalnya kehidupan keluarga. Contoh Silicon Valley menunjukkan jumlah rumah yang rusak serta pekerja yang kesepian. Apakah kita siap, tanpa niat takut, untuk menghadapi kehidupan seperti itu?
Bahan bacaan
1. Steven Segaler, Botani 2.0.1. Sejarah Singkat Internet, TV Books, LLC, 1998. Buku ini bercerita tentang kemunculan Internet dan orang-orang yang berpartisipasi di dalamnya.
2. James W. Michaels dan Dirk Smiley, “Kekosongan di Internet. beberapa investor cerdas bertaruh bahwa Peter Drucker benar tentang masa depan cerah pendidikan orang dewasa online", Forbes, 15 Mei 2000.
3. Kebijakan e-commerce pemerintah AS
http://www.ecommerce.gov
Situs web ini berisi informasi e-commerce serta kertas putih yang diterbitkan oleh pemerintah AS.
4. Anthony B. Perkins dan Michael S. Perkins, Gelembung Internet. Di dalam dunia saham teknologi tinggi yang dinilai terlalu tinggi dan apa yang perlu Anda ketahui untuk menghindari kejutan yang akan datang, HarperBusiness, 1999. Buku ini membahas semua tentang saham. Internet dan TI sedang berperang satu sama lain, jadi itu mahal.
5. Eric S. Raymond, Katedral dan Bazaar. Sebuah Revolusioner Tak Sengaja Merefleksikan Linux dan Open Source, O'Reilly & Associates, Inc., 1999. Buku ini menjelaskan konsep open source dan keberhasilannya. Linux.

Comments

Popular posts from this blog

BEBERAPA CATATAN TENTANG PEMBELAJARAN AKUNTANSI PENGANTAR

E-Learning VS I-Learning

SILABUS PERKULIAHAN; PENGANTAR KOMUNIKASI PENDIDIKAN