Dilema UN Sebagai Standar Mutu Pendidikan
Festival Sindo, Selasa, 27 April 2010
Hasil Ujian Nasional Sarjana (ENB) 2010 baru saja diumumkan dan seperti yang diperkirakan sebelumnya, pendaftaran UNB di tingkat sarjana dan magister turun menjadi 89,88%, turun dari 2009 yang mencapai 93,74%.
Hal ini seharusnya menjadi tujuan pemerintah, khususnya Menteri Pendidikan Nasional, karena ujian nasional merupakan standar nasional mutu pendidikan di Indonesia. Tidak dapat dipungkiri bahwa penyelenggaraan ujian nasional selalu menjadi masalah di negeri ini. Kemendiknas dan DPR serta masyarakat tidak selalu menyepakati akhir tahun ajaran. Biarkan saja di sana. Sekolah. .
Ada juga yang menyatakan bahwa ujian nasional terakhir belum diselenggarakan untuk melihat kualitas pendidikan nasional. Seorang guru berpengalaman pernah mengingatkan saya bahwa "bangsa yang Anda lihat hari ini adalah hasil dari pendidikan kemarin." Oleh karena itu, pemerintah Indonesia dan tenaga kependidikan harus dan harus bekerja sama mencari solusi terbaik untuk meningkatkan kualitas pendidikan di negeri ini, karena tidak dapat dipungkiri bahwa pendidikan adalah investasi bangsa.
Namun, yang terjadi hari ini sungguh miris, kedua belah pihak saling menyalahkan dan saling menyalahkan. Saya ingin membandingkan prestasi mahasiswa Indonesia di berbagai olimpiade sains internasional. Bagaikan potret yang kontras dengan kondisi pendidikan saat ini.
Di satu sisi ada prestasi yang luar biasa di kancah internasional, namun di sisi lain, situasi pendidikan di Indonesia masih semrawut, jika kita melihat secara keseluruhan kualitas pendidikan dari Sabang sampai Merauke dari sudut pandang yang berbeda. . Karakteristik geografis, ekonomi, sosial dan budaya Mereka yang berhasil secara internasional adalah orang-orang yang dipilih dari atau dipersiapkan secara khusus untuk kota-kota besar.
Dari sisi sistem pendidikan nasional, pemerintah telah merumuskan standarnya, yang dikatakan sebagai standar minimal pelayanan yang harus diberikan kepada siswa, agar proses pembelajaran di sekolah berjalan dengan lancar. Misalnya cukup gedung, cukup buku dan cukup guru. . Persyaratan Kualitas dan Kuantitas Secara umum, standar pelayanan minimal belum sepenuhnya ditegakkan oleh pemerintah, terutama di daerah-daerah terpencil di Indonesia.
Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pemerintah menetapkan peraturan tetapi tidak dapat menegakkannya dengan baik. Jika dilakukan dengan benar, pemerintah berhak menetapkan standar kelulusan (dalam hal ini PBB). Namun, kita tidak bisa menyalahkan pemerintah dan mengabaikan keberadaan ujian nasional sebagai standar nasional pendidikan.
Sebagai warga negara yang baik, sudah sepatutnya kita mendukung program pemerintah khususnya pembentukan PBB, karena saya yakin tujuan PBB adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan, dan tanpa partisipasi semua orang, PBB tidak akan dapat mencapainya. tujuannya. . kami. . Oleh karena itu, mari kita bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, agar kelak bangsa Indonesia menjadi negara maju yang disegani dan disegani dunia internasional.
Tosan Aji Turcillo
mahasiswa hukum
Universitas Indonesia (FHUI), Depok
Hasil Ujian Nasional Sarjana (ENB) 2010 baru saja diumumkan dan seperti yang diperkirakan sebelumnya, pendaftaran UNB di tingkat sarjana dan magister turun menjadi 89,88%, turun dari 2009 yang mencapai 93,74%.
Hal ini seharusnya menjadi tujuan pemerintah, khususnya Menteri Pendidikan Nasional, karena ujian nasional merupakan standar nasional mutu pendidikan di Indonesia. Tidak dapat dipungkiri bahwa penyelenggaraan ujian nasional selalu menjadi masalah di negeri ini. Kemendiknas dan DPR serta masyarakat tidak selalu menyepakati akhir tahun ajaran. Biarkan saja di sana. Sekolah. .
Ada juga yang menyatakan bahwa ujian nasional terakhir belum diselenggarakan untuk melihat kualitas pendidikan nasional. Seorang guru berpengalaman pernah mengingatkan saya bahwa "bangsa yang Anda lihat hari ini adalah hasil dari pendidikan kemarin." Oleh karena itu, pemerintah Indonesia dan tenaga kependidikan harus dan harus bekerja sama mencari solusi terbaik untuk meningkatkan kualitas pendidikan di negeri ini, karena tidak dapat dipungkiri bahwa pendidikan adalah investasi bangsa.
Namun, yang terjadi hari ini sungguh miris, kedua belah pihak saling menyalahkan dan saling menyalahkan. Saya ingin membandingkan prestasi mahasiswa Indonesia di berbagai olimpiade sains internasional. Bagaikan potret yang kontras dengan kondisi pendidikan saat ini.
Di satu sisi ada prestasi yang luar biasa di kancah internasional, namun di sisi lain, situasi pendidikan di Indonesia masih semrawut, jika kita melihat secara keseluruhan kualitas pendidikan dari Sabang sampai Merauke dari sudut pandang yang berbeda. . Karakteristik geografis, ekonomi, sosial dan budaya Mereka yang berhasil secara internasional adalah orang-orang yang dipilih dari atau dipersiapkan secara khusus untuk kota-kota besar.
Dari sisi sistem pendidikan nasional, pemerintah telah merumuskan standarnya, yang dikatakan sebagai standar minimal pelayanan yang harus diberikan kepada siswa, agar proses pembelajaran di sekolah berjalan dengan lancar. Misalnya cukup gedung, cukup buku dan cukup guru. . Persyaratan Kualitas dan Kuantitas Secara umum, standar pelayanan minimal belum sepenuhnya ditegakkan oleh pemerintah, terutama di daerah-daerah terpencil di Indonesia.
Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pemerintah menetapkan peraturan tetapi tidak dapat menegakkannya dengan baik. Jika dilakukan dengan benar, pemerintah berhak menetapkan standar kelulusan (dalam hal ini PBB). Namun, kita tidak bisa menyalahkan pemerintah dan mengabaikan keberadaan ujian nasional sebagai standar nasional pendidikan.
Sebagai warga negara yang baik, sudah sepatutnya kita mendukung program pemerintah khususnya pembentukan PBB, karena saya yakin tujuan PBB adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan, dan tanpa partisipasi semua orang, PBB tidak akan dapat mencapainya. tujuannya. . kami. . Oleh karena itu, mari kita bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, agar kelak bangsa Indonesia menjadi negara maju yang disegani dan disegani dunia internasional.
Tosan Aji Turcillo
mahasiswa hukum
Universitas Indonesia (FHUI), Depok
Comments
Post a Comment