UNDANG-UNDANG TENTANG BADAN HUKUM PENDIDIKAN

satu
rancangan
Hukum Republik Indonesia
Nomor... Tahun...
di dekat sini
Firma Hukum Pendidikan
Atas Rahmat Allah SWT
Presiden Republik Indonesia,
Pertimbangkan: a. Mencapai tujuan dan sasaran pembelajaran
Perlu adanya otonomi dalam pengelolaan pendidikan di tingkat nasional.
Secara resmi dengan aplikasi manajemen
Sekolah/Sekolah PAUD
Pendidikan formal, pendidikan dasar dan menengah serta otonomi
Perguruan tinggi dengan pendidikan tinggi.
B. Administrasi pendidikan tradisional mungkin memiliki kemandirian seperti itu
Dilaksanakan selama penyelenggara dan/atau pelajaran
Secara formal berbentuk badan hukum pendidikan yang sudah ada
Memberikan pelayanan yang jujur ​​dan berkualitas
Siswa, kebijakan amal, tahu bagaimana menangani uang
mempromosikan pelajaran secara mandiri;
Dalam. Ini adalah badan hukum pendidikan, seperti yang diharapkan
Dalam Pasal B, hal ini menjadi dasar hukum bagi regulator.
dan/atau Satuan Pendidikan Kementerian Pendidikan
Formal, yaitu badan hukum pendidikan harus diatur
Menurut hukum
Dot .. be a, yang didasarkan pada pertimbangan di bawah karakter
Melaksanakan ketentuan huruf c dan Pasal 53
Halaman 20 tahun 2003 tentang sistem
Pendidikan rakyat, legislasi diperlukan
Tentang badan hukum pendidikan.
Berdasarkan: 1. 5 Pasal 1 dan 20 UUD Negara
Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional (Berita Negara Republik Indonesia)
2003 k. 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia.
Indonesia Nomor 4301);
2
Dengan kesepakatan para pihak
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Dan
Presiden Republik Indonesia
Dia memutuskan:
Hukum: Hukum badan hukum
Pendidikan.
babi
Permintaan publik
Bagian 1
Dengan undang-undang ini kami maksudkan:
1. Badan hukum pendidikan yang selanjutnya disebut BHP adalah badan hukum
UU Pendidikan Formal.
2. Badan hukum pendidikan negara, yang selanjutnya disebut BHPP.
Ini adalah BHP yang dibuat oleh Pemerintah.
3. Badan hukum sistem pendidikan negara bagian yang selanjutnya disebut
BHPPD adalah BHP yang dibuat oleh pemerintah daerah.
4. Badan Hukum Pendidikan Negara, yang selanjutnya disebut BHUP.
Ini dikembangkan oleh komunitas BHP.
5. Pemerintah Konstituen, Pemerintah Daerah atau Kotamadya.
BHP didirikan.
6. Komunitas adalah kelompok pribadi warga negara Indonesia.
Yang memiliki kepentingan dan peran dalam pendidikan.
7. Satuan pendidikan - seperangkat layanan pendidikan,
Menyelenggarakan pendidikan formal.
8. Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan bertahap.
Pendidikan anak usia dini melalui pendidikan formal meliputi,
Pendidikan Dasar, Menengah dan Tinggi.
9. Ketua Kelompok Satuan Pendidikan, selanjutnya disebut Ketua Kelompok
Kepala satuan pendidikan adalah pejabat yang bergelar presiden
Nama sekolah/sekolah atau jalur pendidikan lain untuk anak yang lebih kecil
Pendidikan Formal, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah atau Kepala Sekolah
Universitas/Institut, Kepala Sekolah atau Rektor
Seni Terapan/Akademik di Perguruan Tinggi.
10. Kepala Satuan Pendidikan, selanjutnya disebut Kepala
Pejabat pengelola satuan pendidikan sebagai pengawas
Sekolah/Sekolah, Kepala Sekolah/Sekolah, Rekrutmen/Admin
Pendidikan pra-sekolah lainnya melalui jalur resmi, pendidikan dasar e
Tingkat Menengah, atau Presiden Universitas, Wakil Rektor, Dekan
Jabatan/Pejabat lain di Perguruan Tinggi.
3
11. Promosi pendidikan, yang selanjutnya disebut promosi,
Menyediakan sumber daya keuangan yang diperlukan
Pengenalan pendidikan formal.
12. Pemerintah adalah Pemerintah Pusat.
13- Pemerintah provinsi adalah pemerintah kabupaten, pemerintah kabupaten,
atau pemerintah kota.
14. Menteri adalah menteri yang tugas dan tanggung jawabnya berada di bawah kewenangannya
Pendidikan nasional.
Bab 2
BHP bekerja untuk memberikan layanan pendidikan formal kepada anggota
Pendidikan.
Bagian 3
BHP bertujuan untuk mempromosikan satuan pendidikan melalui role play
Administrasi didasarkan pada otonomi sekolah dan universitas.
Bagian 4
(1) BHP mengikuti prinsip pengelolaan aset secara mandiri:
Kebijakan non-komersial atau kegiatan, yang tujuan utamanya bukan untuk menghasilkan limbah
Selain itu, dengan kelebihan hasil operasi BHP
Oleh karena itu, kelebihan keuntungan dari aset tersebut harus diinvestasikan kembali.
Untuk meningkatkan throughput dan/atau kualitas layanan di BHP
Pendidikan.
[Berdasarkan prinsip pengelolaan dana BHP secara mandiri
Kurangnya keuntungan atau prinsip kegiatan, yang tujuan utamanya tidak dikejar
Keuntungan sehingga semua hasil operasi lainnya berasal dari operasi BHP.
Investasikan kembali dalam BHP untuk meningkatkan kapasitas
dan/atau kualitas layanan pendidikan.]
(2) Berdasarkan BHP Direktorat Jenderal Pendidikan Formal.
Sebagai peraturan:
A. Otonomi, yaitu ketegasan dan kekuasaan
pekerjaan lepas di bidang akademik dan non-akademik;
B. Kewajiban, yaitu kekuasaan dan komitmen
Bertanggung jawab atas semua kegiatan BHP
kepada pihak yang berkepentingan sesuai dengan peraturan perundang-undangan;
Dalam. Transparansi, seperti keterbukaan dan kesempatan untuk mempresentasikan
Informasi terkini tepat waktu sesuai peraturan
Aturan dan standar pelaporan yang berlaku
aktor;
Penjaminan mutu dokter, kegiatan sistematis dalam pemberian pelayanan
Pendidikan formal yang memenuhi atau melampaui standar nasional
Meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan pendidikan
kompatibel
empat
sebaik Pelayanan prima dengan kepemimpinan dan komitmen
Layanan pendidikan formal terbaik untuk kepuasan pemangku kepentingan
minat, terutama siswa;
F. Pemerataan akses, yaitu penyediaan layanan pendidikan publik
Untuk siswa dan pelamar, terlepas dari asal mereka
Latar belakang agama, ras, suku, jenis kelamin, status sosial, kekuasaan
bisnis;
Desa Keanekaragaman, seperti kepekaan dan kemampuan beradaptasi terhadap situasi yang berbeda
Perbedaan pemangku kepentingan yang timbul dari eksklusivitas
agama, ras, suku, dan budaya;
Stabilitas jam atau kemampuan untuk memberikan layanan
Dengan pendidikan formal siswa secara penuh waktu
Menerapkan gaya manajemen yang memastikan keberlanjutan
melayani;
I. Partisipasi dalam akuntabilitas publik atau keterlibatan pemangku kepentingan
Minat menyelenggarakan pendidikan formal bagi
Mengajarkan kehidupan suatu bangsa memang satu
Tanggung jawab negara.
Bagian 5
(1) Lembaga dan/atau lembaga pendidikan tinggi didirikan
Pemerintah atau korporasi berbentuk badan hukum di bidang pendidikan.
(2) Penyedia jasa dan/atau lembaga pendidikan dan pelatihan dasar
Ini dapat dilakukan oleh perusahaan menengah yang dibuat oleh otoritas negara bagian atau lokal.
Berbentuk badan hukum pendidikan.
(3) Penyedia jasa dan/atau lembaga pendidikan dan pelatihan dasar
Perusahaan menengah yang dibuat oleh perusahaan yang berbentuk badan hukum
Pendidikan.
Bagian dua
Jenis, Bentuk, Inklusi dan Organ
Bagian 6
(1) Jenis BHP terdiri dari BHP controller, BHP learning block dan BHP.
Unit Penyelenggara dan Pelatihan BHP.
(2) Kontrol BHP adalah jenis formulasi BHP
Penyedia pendidikan mengelola satu atau lebih departemen
Pendidikan yang tepat.
(3) BHP per satuan pendidikan adalah jenis BHP yang dibuat oleh satuan pendidikan.
Pendidikan yang mengatur jurusan pendidikan formal.
(4) Penyelenggara BHP dan satuan pendidikan merupakan bentuk BHP.
Ditetapkan oleh lembaga pendidikan dan satuan pendidikan
Penyelenggaraan satu atau lebih satuan pendidikan formal
Bertindak.
Bagian 7
(1) Formulir BHP terdiri dari BHPP, BHPPD, dan BHPM.
5
(2) BHPP dan BHPM dapat mengatur satu atau lebih tingkatan, yaitu:
gaya belajar
(3) BHPPD dapat mengatur satu atau lebih tahapan perwalian.
PAUD, pendidikan dasar dan/atau pendidikan menengah dalam satu
Satu atau lebih jenis pendidikan umum, pelatihan dan pendidikan kejuruan
Agama dan/atau Pendidikan Luar Biasa.
(4) BHPP didirikan dengan keputusan pemerintah, disusun BHPP
Peraturan negara dan BHPM dibuat dengan akta notaris.
(5) Badan hukum yang didirikan untuk menyelenggarakan pendidikan formal
Selanjutnya Undang-undang ini mulai berlaku dalam bentuk BHPP, BHPPD atau BHPM.
Sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
(6) Ketentuan lain untuk biaya pekerjaan dokumentasi
Ketentuan pada ayat (4) diatur dalam peraturan
pemerintah
Bagian 8
(1) BHPP dan BHPPD ditetapkan oleh Menteri atau Menteri lain,
Gubernur, Bupati/Walikota sesuai dengan kewenangannya.
(ii) BHPM dibuat oleh perorangan atau perusahaan.
(3) Pendirian BHP harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
A. Pendidikan tradisional memiliki tujuan;
B. Memiliki struktur organisasi.
Dalam. Mereka memiliki negara bagian sendiri, terpisah dari negara pendiri; Dan
Dokter memiliki tingkat ketertiban umum tertinggi.
(4) Jumlah harta yang dibagikan oleh pendiri atas nama BHP Kekayan
Sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf “c” sudah cukup.
Kegiatan bisnis BHP didefinisikan dalam Piagam BHP.
Bagian 9
(1) Peraturan pemerintah, peraturan negara dan akta notaris sesuai dengan Art.
Menurut 7 poin (4) dari Statuta BHP
Informasi lain yang dianggap perlu.
(2) Pendiri harus membuat atau mengubah anggaran rumah tangga BHP.
kuda
(3) Dalam hal pendiri BHPM sudah tidak ada, ganti sarananya
Anggaran rumah tangga BHPM diatur dalam anggaran rumah tangga BHPM.
(4) Anggaran dasar BHP paling kurang sama dengan yang tercantum pada ayat (1).
Kehamilan:
(a) nama dan alamat BHP;
B. Tujuan BHP;
Dalam. Karakteristik dan ruang lingkup kegiatan BHP;
dr. jangka waktu pembuatan BHP;
6
sebaik susunan organisasi, nama dan fungsi masing-masing BHP;
F. Konstitusi, Aturan dan Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian
Pejabat dan pimpinan organisasi, serta batasan masa jabatan
petugas BHP;
Desa Pengelolaan Aset BHP;
Jumlah aset yang dialokasikan oleh pendiri sebagai aset BHP per jam;
I. Berita Acara Peleburan dan Pembubaran BHP;
J. Lindungi staf dan siswa BHP di area tersebut
BHP;
K. Mencegah kebangkrutan dan menyelamatkan BHP yang diambang kebangkrutan; Dan
j. Prosedur untuk mengubah piagam dan merumuskan anggaran internal
skala BHP.
Bagian 10
(1) Status BHPP dimulai pada tanggal dikuasai negara.
Pembentukan BHPP ditetapkan oleh Presiden dan status BHPPD
Peraturan Daerah berlaku sejak tanggal BHPPD dibentuk.
Diangkat oleh Gubernur, Bupati atau Walikota sesuai dengan kewenangannya
semua
(2) Status BHPM berlaku sejak tanggal akta notaris
BHPM disetujui oleh Menteri.
(3) Perubahan Anggaran Rumah Tangga BHPM untuk hal-hal di atas
Pasal 9 ayat 4 huruf A, huruf B, huruf C, huruf H, dan huruf H.
Dengan persetujuan menteri.
(4) Perubahan Anggaran Rumah Tangga BHPM yang tidak menimbulkan masalah
Sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dikomunikasikan kepada Menteri.
(5) Sertifikat akta notaris pendaftaran BHPM di atas.
Pada ayat (2) gratis.
Bagian 11
(1) Dalam waktu 6 (enam) bulan sejak tanggal penguasaan negara
atau BHPP atau peraturan daerah yang ditetapkan tentang pendirian BHPP
atau akta notaris pendirian BHPM, disahkan oleh menteri, organisasi;
Pengambil keputusan harus membentuk organisasi lain
Sesuai dengan ketentuan UU ini.
(2) Pembentukan satuan pendidikan oleh badan tertinggi ketertiban umum
Anda harus mendapatkan persetujuan pemerintah atau pemerintah terlebih dahulu
Daerah sesuai dengan kemampuannya.
Bagian 12
(1) Lembaga pendidikan asing yang terakreditasi atau terakreditasi
Negara-negara dapat menjalin kemitraan dengan BHP di Indonesia
Daftar BHP di Indonesia.
7
(2) BHP wajib dibuat sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
Ketentuan Bagian 7-12.
(3) Ketentuan tambahan terkait pendaftaran BHP di atas
Ayat (1) mengatur tentang peraturan pemerintah.
Bab Tiga
pertimbangan
Bagian 13
(1) BHP menyelenggarakan pendidikan anak usia dini formal, yaitu
Minimal 2 (dua) di pendidikan dasar dan menengah
Fungsi utama:
Sebuah karya sosial dan politik tertinggi,
B. Fungsi manajemen pembelajaran.
(2) BHP yang mengatur minimal pendidikan tinggi
4 (empat) fungsi utama, yaitu:
A. Fungsi utama kebijakan publik adalah,
B. Fungsi pembuatan kebijakan sains,
Dalam. Fungsi layanan lapangan non-akademik e
Fungsi manajemen pendidikan dokter.
(3) BHP dapat menambahkan fitur tambahan di luar Fitur Platform
Ayat (1) dan ayat (2) mengacu pada modal.
(4) Nama perangkat BHP yang menjalankan fungsi utama dimaksud.
Ayat (1) dan (2) diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BHP.
Bagian 14
(1) BHP dapat menyelenggarakan lebih dari 1 (satu) satuan pendidikan.
(2) BHP dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini
Pendidikan formal, dasar, dan menengah diselenggarakan oleh lebih dari 1 (satu).
Satuan Pendidikan, BHP memiliki 1 (satu) orang anggota terpilih
Maksimum keseluruhan kebijakan mengenai jumlah satuan pendidikan,
Ini diatur dan diatur oleh Piagam BHP.
(3) Sejauh mana BHP yang mengatur perguruan tinggi lebih dari
BHP terdiri dari 1 (satu) orang anggota dalam 1 (satu) satuan pendidikan
Pengambil keputusan kunci, 1 (satu) badan pengawas non-akademik,
dan sejumlah badan pembuat keputusan akademik untuk
শিক্ষাগত ইউনিটের সংখ্যা যা এটি পরিচালনা করে এবং যেখানে এটি নিয়ন্ত্রিত হয়
বিএইচপি সনদ।
8তম
ধারা 15
(1) বিএইচপি সর্বোচ্চ সামাজিক শৃঙ্খলা নির্ধারণের কাজ বাস্তবায়ন করে
সর্বোচ্চ সিদ্ধান্ত গ্রহণকারী সংস্থা।
(2) সর্বোচ্চ সিদ্ধান্ত গ্রহণকারী সংস্থা হল BHP-এর সর্বোচ্চ সংস্থা।
আনুষ্ঠানিক শিক্ষার বিধানে।
(3) বিএইচপির সর্বোচ্চ সরকারি সংস্থার সদস্য,
সরকারী এবং শিক্ষামূলক চ্যানেলের মাধ্যমে প্রাক বিদ্যালয় শিক্ষার সংগঠন
প্রাথমিক এবং মাধ্যমিক, কমপক্ষে সমন্বিত:
ক প্রতিষ্ঠাতা বা সহ-প্রতিষ্ঠাতা,
শিক্ষা প্রধান বি
ভিতরে. শিক্ষকের সহকারী,
শিক্ষকদের ড. প্রতিনিধি, যেমন
পাশাপাশি। স্কুল/স্কুল কাউন্সিল প্রতিনিধি।
(4) বিএইচপির সর্বোচ্চ সরকারি সংস্থার সদস্য,
একটি তৃতীয় শিক্ষা পরিচালনা করুন যাতে কমপক্ষে নিম্নলিখিতগুলি অন্তর্ভুক্ত থাকে:
ক প্রতিষ্ঠাতা বা সহ-প্রতিষ্ঠাতা,
বি. একাডেমিক সিদ্ধান্ত গ্রহণকারী সংস্থার প্রতিনিধি,
ভিতরে. শিক্ষা ব্লকের প্রধান
শিক্ষকদের ড. প্রতিনিধি, যেমন
পাশাপাশি। সম্প্রদায় প্রতিনিধি।
(5) BHP সংবিধি অন্যান্য সংস্থার প্রতিনিধিদের সদস্য হিসাবে প্রদান করতে পারে।
সদস্য জনশৃঙ্খলার সর্বোচ্চ সংস্থার সদস্য নয়
অনুচ্ছেদ (2) এবং অনুচ্ছেদ (3) এ বলা হয়েছে।
(6) সামাজিক-রাজনৈতিক সংস্থার সদস্য সংখ্যা সর্বাধিক
একাধিক (এক) ব্যক্তি একজন প্রতিষ্ঠাতা বা সহ-প্রতিষ্ঠাতা হতে পারে।
(7) সামাজিক-রাজনৈতিক সংস্থার সদস্য সংখ্যা সর্বাধিক
ব্যক্তির শিক্ষাগত অংশের মাথা থেকে (এক)।
ধারা 16
(1) অধিভুক্ত গঠনের নেতাদের সংখ্যা এবং গঠন
BHP এর প্রধান পাবলিক পলিসি মেকানিজম 1 এর মাধ্যমে কাজ করে
(1) শিক্ষার ক্ষেত্রটি BHP আইন দ্বারা নির্ধারিত হয়।
(2) জনশৃঙ্খলার সর্বোচ্চ অঙ্গের সদস্য
শিক্ষা প্রতিষ্ঠানের প্রধান, শিক্ষক ও শক্তির প্রতিনিধিরা
বিএইচপি-তে অধ্যয়নরত, যা প্রাক-স্কুল শিক্ষার আয়োজন করে
যতটা সম্ভব, আনুষ্ঠানিক চ্যানেল এবং প্রাথমিক ও মাধ্যমিক শিক্ষা
বোর্ডের মোট সদস্য সংখ্যার এক তৃতীয়াংশ।
(3) জনশৃঙ্খলার সর্বোচ্চ অঙ্গের সদস্য
শিক্ষা প্রতিষ্ঠানের প্রধান, একাডেমিক সিদ্ধান্ত গ্রহণকারী সংস্থার প্রতিনিধি,
এবং বিএইচপি শিক্ষা বিভাগের কর্মীরা তাদের সংগঠিত করে
উচ্চ শিক্ষা সর্বোচ্চ 1/3 (এক তৃতীয়াংশ)
প্যানেলের মোট সদস্য সংখ্যা।
9
(4) সামাজিক-রাজনৈতিক সংস্থার সদস্য সংখ্যা সর্বাধিক
আর্ট অনুসারে স্কুল কমিটি বা সংস্থার উপাদানগুলির প্রতিনিধি।
বিএইচপি সনদ।
ধারা 17
(1) গভর্নিং বডির সদস্যদের নিয়োগ ও বরখাস্ত
সর্বোচ্চ পাবলিক স্তর BHP প্ল্যাটফর্মে সেট করা হয়েছে।
(2) পাবলিক অর্ডারের সর্বোচ্চ সংস্থাটি প্রধান দ্বারা পরিচালিত হয়
তিনি সামাজিক-রাজনৈতিক সংস্থার সদস্য এবং সদস্যদের দ্বারা নির্বাচিত হন।
উপরে
(3) জনশৃঙ্খলার সর্বোচ্চ অঙ্গের সদস্য
শিক্ষা প্রতিষ্ঠানের প্রধান, একাডেমিক সিদ্ধান্ত গ্রহণকারী সংস্থার প্রতিনিধি,
শিক্ষা কর্মীদের প্রতিনিধি নির্বাচন সম্ভব নয়
পাবলিক অর্ডারের সর্বোচ্চ সংস্থার প্রধান।
(4) পাবলিক অর্ডারের সর্বোচ্চ সংস্থার প্রধানকে অবশ্যই একজন নাগরিক হতে হবে
ইন্দোনেশিয়া।
(5) জনশৃঙ্খলার সর্বোচ্চ সংস্থার প্রধান এবং সদস্যদের পদের মেয়াদ
5 (পাঁচ) বছরের জন্য এবং এক (1) মেয়াদের জন্য পুনরায় নির্বাচিত হতে পারে
অবস্থান।
ধারা 18
(1) BHPPD-এ গভর্নর, রিজেন্ট, মেয়র বা তাদের প্রতিনিধি
নিজ নিজ ক্ষমতা অনুযায়ী তারা দাতা হিসেবে পতিত হয়
রাজনৈতিক যন্ত্রের শীর্ষে।
(2) বিএইচপিপিতে উচ্চ শিক্ষা, মন্ত্রী, মন্ত্রী
религиозные или другие министры или главы государственных учреждений, не являющихся министерствами,
или представлять их в соответствии с их полномочиями
Резиденты как соучредители органов принятия решений
общий совет.
(3) В BHPM положение и полномочия основателя или вице-учредителя
К высшему государственному политическому аппарату
Устав БХПМ.
Статья 19
К обязанностям и полномочиям высших органов общественного порядка относятся:
а. определение общих руководящих принципов для BHP;
B. Подготовка и заверение устава BHP и бюджетов домохозяйств
Шкала BHP и ее модификации;
в. Разработка стратегических планов, бизнес-планов и годовых бюджетов для BHP;
Дотт.Назначение и освобождение от должности руководителя воспитательной части;
А также. Назначение и освобождение от должности руководителя и членов аудиторов
не академический
F. Удостоверение лидерства и членства в директивных органах
академический;
ГРАММ. Иметь общий надзор за руководством BHP;
10
ЧАС. Проводить ежегодный обзор эффективности BHP;
Я. Оценка годового отчета командира войск
Образование;
Дж. Мы стремимся удовлетворить потребности BHP в финансировании соответствующим образом.
Законодательство; И
K. Решать вопросы BHP, включая финансовые вопросы, которые не
Другие BHP могут исправить это в соответствии со своими соответствующими органами.
Статья 20
(1) Принятие решений высшим органом государственной власти
Это происходит по решению с целью согласия, если не указано иное
в уставе БХП.
(2) Другие положения, касающиеся права голоса и процедур голосования.
Голосование решений в органах, принимающих решения
Главное общее правило изложено в Уставе BHP.
Статья 21
(1) Функция определения академической политики в BHP, которая
Организация высшего образования находится в ведении указанного органа
Академическая политика.
(2) Комитет по научной политике является вспомогательным органом BHP.
За и от имени высшего органа государственной власти, принимающего решения
Установить академические правила и положения, связанные с учебным планом и процессом
Обучение, исследования, государственная служба e
Контролировать выполнение этих правил и положений организацией
Образование.
(3) В состав органов, принимающих научные решения, должны входить как минимум:
а. начальник отдела образования,
B. Доцент, например
в. Образовательный представитель.
(4) Университетские уставы BHP могут
Назначение представителей других элементов членами органов, принимающих решения
Ученые, которые не являются членами академических органов, принимающих решения, такие как
согласно пункту (3).
Статья 22
(1) Количество членов академических органов, принимающих решения
Ответственный за дидактический блок максимум 1/3 (одна треть) от общего количества
Все члены академических органов, принимающих решения.
(2) Члены академических органов, принимающих решения, из числа представителей
Учителя выбираются голосованием в их рабочих подразделениях.
11
(3) Орган, принимающий научные решения, возглавляет председатель.
Избираются членами и членами академических органов, принимающих решения.
(4) Руководитель образовательной единицы не может быть избран главой органа.
лиц, принимающих решения в области научной политики.
(5) Комитет аттестует главу и членов научных комитетов.
Высокопоставленные лица, принимающие решения в области государственной политики.
(6) Президент и члены научных органов BHP, принимающих решения.
Воссозданный, определяемый впервые выбранным устройством
высший общественный порядок.
(7) Срок полномочий Президента и членов академических органов
сроком на 5 (пять) лет и может быть переизбран на один (один) срок
Расположение.
Статья 23
Задачами и полномочиями академических органов, принимающих решения, являются:
а. Издавать правила обучения и контролировать их выполнение
учебные подразделения;
B. Разработайте руководство по обеспечению качества и отслеживайте его выполнение
обучение в образовательной единице;
в. Разрабатывать политики и операции по учебным программам и контролировать их реализацию
Учиться;
доктор .. разработать исследовательскую политику и контролировать ее реализацию
общественные работы;
А также. Определение и мониторинг выполнения критериев успеха
внедрение образования на основе национальных образовательных стандартов;
F. Разработка этического кодекса для академического сообщества и контроль за его выполнением;
ГРАММ. Установите правила, которые реализуют свободу, и следите за их выполнением.
Академическая свобода, свобода академической платформы, академическая независимость, стипендии
o аннулировать ученые степени и награды;
ЧАС. определение и надзор за внедрением политики академической системы;
Я. Разработка политик оценки эффективности и контроль за их выполнением
реализация учителей и воспитательного персонала;
Дж. Дайте рекомендации по штрафам за нарушения
Академический регламент руководителя образовательной единицы;
K. Обратите внимание на высший орган государственной политики, принимающий решения
к стратегическим планам, рабочим планам и годовым бюджетам
Подготовлено руководителем учебной части; И
к. Обратите внимание на высший орган государственной политики, принимающий решения
В случае назначения, увольнения и осуществления академической деятельности
Начальник воспитательной части.
12
Статья 24
(1) Принятие решений в академическом аппарате принятия решений
تتم بالتداول من أجل الإجماع ، ما لم ينص على خلاف ذلك
جهاز صنع السياسة الأكاديمية.
(2) أحكام أخرى تتعلق بحقوق التصويت وإجراءات التصويت
القرارات عن طريق التصويت في أجهزة صنع القرار
Бесплатно
25 марта
(1) وظيفة تدقيق غير أكاديمية داخل BHP نظمة
يتمتشغيلالتعليمالعاليمنقبلأجهزةتدقيقغيرأكاديمية.
(2) BHP التي تعمل
لصالح وبالنيابة عن أعلى جهاز لصنع السياسة العامةفي
л.с.
(3) تكوين وعدد رناصب رئيس وأعضاء جهاز المراجعة
л.с.
(4) المجال غير الأكاديمي هي
5 (خمس) سنوات ويمكن إعادة انتخابه لفترة ولاية واحدة (واحدة).
(5) واجبات وصلاحيات أجهزة المراجعة غير الأكاديمية هي:
Ã. الداخلي والخارجي لشركة BHP في
المجالات غير الأكاديمية
о. BHP ;
о. استخلاص اس зависит
BHP Û ä
я. المتعلقة بالأنشطة غير الأكاديمية
إلى أعلى جهاز لصنع السياسة العامة.
(6) المجالات غير الأكاديمية ،
يتمتعيينهوعزلهمنقبلجهازصنعالسياسةالعامة
الأعلى.
(7) يجوز لأجهزة التدقيق غير الأكاديمية تعيين مدققين
مستقل لإجراء عمليات التدقيق الداخلي و / أو التدقيق الخارجي
Ades حساب تمويل BHP.
26 марта
(1) يتم تنفيذ وظيفة إدارة التعليم في BHP من قبل
التعليم.
(2) وحدة التعليم هي أحد أجهزة BHP التي تعمل لصالح وبالنيابة عنها
اسم أعلى جهاز لصنع السياسة العامة في الإدارة
التعليم.
13
(3) تتمتع وحدات التعليم بالاستقلالية في التنفيذ
الإدارة على أساس المدرسة واستقلالية الجامعة مناسبة
تشريع.
(4) التعليمية منصوص عليه في النظام الأساسي لـ BHP و
يستخدمه قادة الوحدات التعليمية في اتخاذ الإجراءات
داخل وخارج وحدة التعليم.
27 марта
(1) يقود وحدة التعليم قائد الوحدة التعليمية.
(2) التعليمية داخل وخارج الوحدة
التعليم من أجل وبالنيابة عن وحدة التعليم.
(3) BHP وبالنيابة عنها
л.с.
(4) في حالة احتواء 1 (واحد) BHP على أكثر من 1 (واحد) وحدة
التعليم ، سلطة المشار إليها في الفقرة (3) منصوص عليها
л.с.
(5) إجراءات تعيين وفصل قادة الوحدات التعليمية
л.с.
(6) يمكن مساعدة قائد الوحدة من قبل ممثل واحد أو أكثر
تم تعيينه وفصله من قبل قائد وحدة التعليم
بناءً على النظام الأساسي لشركة BHP واللوائح الداخلية لشركة BHP.
(7) مدة ولاية رئيس وحدة التعليم هي 5 (خمس) سنوات و
يجوز إعادة انتخابه لولاية واحدة (واحدة).
28 марта
(1) واجبات وسلطات وحدة تعليم الطفولة المبكرة الرسمية و
التعليم الابتدائي والثانوي:
Ã. صياغة خطة إستراتيجية لوحدات التعليم بناءً على السياسات
الأكاديمية التي يحددها أعلى جهاز صنع السياسة العامة ؛
о. إعداد خطط العمل والميزانيات السنوية لوحدات التعليم
لوحدة التعليم التي يتم اعتمادها من قبل
أعلى جهاز لصنع السياسة العامة ؛
о. تنظيم التعليم وفق خطط وخطط العمل
الميزانية السنوية لوحدة التعليم التي تمت الموافقة عليها ؛
я. تعيين وفصل المسؤولين تحت قيادة الوحدة
التعليم جوظفي BHP استنادًا إلى النظام الأساسي لشركة BHP ،
اللوائح الداخلية لشركة BHP واللوائح القانونية ؛
Эм-м-м تنفيذ الوظائف الإدارية لوحدة التعليم ؛ إلى جانب
F
مع بيئة وحدة التعليم والمجتمع في
عمما.
(2) مهام وصلاحيات وحدة التعليم العالي هي:
14
Ã. صياغة خطة إستراتيجية لوحدات التعليم بناءً على السياسات
السياسة الأكاديمية التي يحددها جهاز صنع السياسة
أن تتم الموافقة عليها من قبل أعلى جهاز صنع السياسة العامة ؛
о. إعداد خطة عمل وخطة ميزانية الوحدة السنوية
التعليم القائم على الخطة الإستراتيجية للوحدة التربوية لـ
مصادق عليها من قبل أعلى جهاز لصنع السياسة العامة ؛
о. تنظيم التعليم وفق خطط وخطط العمل
الميزانية السنوية لوحدة التعليم التي تمت الموافقة عليها ؛
я. إجراء البحوث وخدمة المجتمع
وفقًا لخطة العمل السنوية للوحدة وخطة الميزانية
التعليم المعتمد
Эм-м-м تعيين وفصل المسؤولين تحت قيادة الوحدة
التعليم جوظفي BHP استنادًا إلى النظام الأساسي لشركة BHP ،
اللوائح الداخلية لشركة BHP واللوائح القانونية ؛
F. تنفيذ الوظائف الإدارية لوحدة التعليم إلى جانب
. رعاية وتطوير العلاقات الجيدة مع الوحدات التعليمية
مع بيئة وحدة التعليم والمجتمع في
عمما.
(3) التعليمية
أو BHP إذا:
Ã. هناكقضية أمام المحكمة بين وحدة التعليم أو
BHP مع قائد وحدة التعليم ؛ так далее
о. قائد وحدة التعليم لديه مصلحة قوية
л.с.
(4) حالة حدوث حالة على النحو المشار إليه الفقرة (3) ، الجهاز
أعلى صانعي السياسة العامة يعينون من يمثلهم
مصالح وحدة التعليم أو BHP.
29 марта
يحظر على قادة الوحدات التعليمية وم
Ã. المناصب القيادية والمناصب الأخرى في الوحدات التعليمية الأخرى ؛
о. مناصب أخرى في المؤسسات الحكومية المركزية أو الإقليمية ؛ أو
о. المواقف الأخرى التي قد تخلق تضاربًا في المصالح
مع مصالح الوحدة التعليمية.
30
في 1 (واحد) BHP ، قد لا يتم تنفيذ المواقف المتزامنة
بين قادة الأعضاء في BHP الذين يقومون بوظائف
المشار إليها في المادة 13 الفقرة (1) والفقرة (2) والفقرة (3).
15
الفصل الرابع
الثراء
مادة 31
(1) تأتي ثروة BHP من أصول المؤسسين والتي يتم تقسيمها إلى:
الثروة BHP.
(2) إيصالات الثروة والدخل والنتائج المتبقية لأنشطة BHP
مملوكة لشركة BHP وتديرها BHP بشكل مستقل.
(3) إيصالات الثروة والدخل بالإضافة إلى النتائج المتبقية لأنشطة BHP
على النحو المشار إليه في الفقرة (1) ، والفقرة (2) على حد سواء
بشكل مباشر أو غير مباشر إلى:
أ. اهتمامات الطلاب في عملية التعلم في الوحدة
تعليم الطفولة المبكرة ، القنوات الرسمية ، وحدات التعليم
وحدات التعليم الأساسي والثانوي ؛ إلى جانب
ب. تنفيذ ترايدارما للتعليم العالي في وحدات التعليم
تعليم عالى.
(4) جميع أشكال إيصالات الدخل والنتائج المتبقية لأنشطة BHPP و
تم الحصول على BHPPD من استخدام أصول الدولة التي تم
مفصولة كأصول من BHPP و BHPPD ، باستثناء
دخل الدولة غير الضريبي.
مادة 32
ثروة BHP ، وجميع أشكال إيرادات BHP ، وبقية العائدات
أنشطة BHP في شكل أموال أو سلع أو أشكال أخرى يمكن تقييمها
بأموال مملوكة لشركة BHP ، يُحظر نقل الملكية مباشرة
أو بشكل غير مباشر لأي شخص ، ما لم ينص على ذلك في الميزانية
أساس BHP.
الفصل الخامس
التمويل
مادة 33
(1) مصادر التمويل للتعليم النظامي التي تنظمها BHP
تحدد بناءً على مبادئ العدل والكفاية والاستدامة.
(2) يصبح تمويل التعليم الرسمي الذي تنظمه BHP
المسؤولية المشتركة بين الحكومة والحكومة المحلية و
المجتمع وفقا للوائح القانونية.
(3) الحكومة والحكومات الإقليمية هي المسؤولة عن توفير
صناديق التعليم على النحو المنصوص عليه في المادة 31 فقرة (4) من القانون
1945 دستور جمهورية إندونيسيا.
(4) صندوق التعليم المشار إليه في الفقرة (3) والذي يتم توزيعه
بالنسبة لـ BHP ، يتم قبولها وإدارتها من قبل وحدة التعليم.
مادة 34
(1) تتحمل الحكومة والحكومات المحلية التكلفة الكاملة للتعليم
لـ BHPP و BHPPD في توفير التعليم الأساسي
16
لتكاليف التشغيل وتكاليف الاستثمار والمنح الدراسية والمساعدات المالية
التعليم للطلاب ، على أساس الحد الأدنى من معايير الخدمة
لتحقيق معايير التعليم الوطنية.
(2) تتحمل الحكومة وحكومات الأقاليم اثنتين على الأقل
ثلث تكاليف التعليم لـ BHPP و BHPPD
تنظيم التعليم الثانوي للتكاليف التشغيلية ،
الاستثمار والمنح الدراسية والمساعدات الدراسية للطلاب في
تعتمد BHPP على الحد الأدنى من معايير الخدمة لتحقيق المعايير
التربية الوطنية.
(3) تتحمل الحكومة ثلثي التكاليف على الأقل
التعليم لـ BHPP الذي ينظم التعليم العالي لـ
biaya operasional, biaya investasi, beasiswa, dan bantuan biaya
pendidikan bagi peserta didik pada BHPP sesuai dengan standar nasional
pendidikan.
(4) Peserta didik dapat ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan
sesuai dengan kemampuannya, orang tua, atau pihak yang bertanggung
jawab membiayai.
(5) Biaya penyelenggaraan pendidikan sebagaimana yang dimaksud pada ayat
(4) yang ditanggung oleh seluruh peserta didik dalam pendanaan
pendidikan menengah atau pendidikan tinggi pada BHPP atau BHPPD
sebanyak-banyaknya satu per tiga dari seluruh biaya operasional.
(6) Dana pendidikan dari Pemerintah dan pemerintah daerah pada BHP
diberikan dalam bentuk hibah sesuai peraturan perundang-undangan.
Pasal 35
(1) BHP dapat mendirikan badan usaha berbadan hukum sesuai dengan
peraturan perundang-undangan untuk memenuhi pendanaan pendidikan.
(2) Seluruh laba yang diperoleh dari badan usaha sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) digunakan untuk memajukan satuan pendidikan dan memberikan
pelayanan pendidikan kepada peserta didik.
Pasal 36
(1) Pemerintah dan Pemerintah daerah menanggung dana pendidikan untuk
BHPM dalam menyelenggarakan program wajib belajar pendidikan dasar,
untuk biaya operasional, biaya investasi, beasiswa, dan bantuan biaya
pendidikan bagi peserta didik pada BHPM tersebut sesuai dengan standar
pelayanan minimal untuk mencapai standar nasional pendidikan
(2) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah memberikan bantuan dana
pendidikan pada BHPM.
(3) Dana pendidikan dari Pemerintah dan pemerintah daerah pada BHP
diberikan dalam bentuk hibah sesuai peraturan perundang-undangan.
Pasal 37
(1) Masyarakat dapat memberikan dana pendidikan pada BHP yang tidak
mengikat serta tidak bertentangan dengan anggaran dasar BHP dan
17
peraturan perundang-undangan, untuk biaya investasi, biaya operasi, dan
beasiswa atau bantuan biaya pendidikan bagi peserta didik.
(2) Dana pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa
antara lain sumbangan pendidikan, hibah, wakaf, zakat, pembayaran
nadzar, pinjaman, sumbangan perusahaan, dan penerimaan lain yang sah.
(3) Pemerintah dan pemerintah daerah memberikan kemudahan atau insentif
perpajakan kepada masyarakat yang memberikan dana pendidikan pada
BHP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2).
Pasal 38
(1) BHP mengalokasikan beasiswa atau bantuan biaya pendidikan bagi
peserta didik yang kurang mampu secara ekonomi dan/atau peserta didik
yang memiliki potensi akademik tinggi paling sedikit 20% dari jumlah
seluruh peserta didik di dalam satuan pendidikan yang
diselenggarakannya.
(2) Beasiswa atau bantuan biaya pendidikan sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) ditanggung oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai beasiswa dan bantuan biaya pendidikan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan dengan
peraturan organ penentu kebijakan umum tertinggi BHP.
BAB VI
AKUNTABILITAS DAN PENGAWASAN
Pasal 39
(1) Akuntabilitas BHP pada masyarakat terdiri atas akuntabilitas akademik
dan akuntabilitas non-akademik.
(2) Untuk mewujudkan akuntabilitas BHP, jumlah maksimum peserta didik
dalam setiap satuan pendidikan harus sesuai dengan kapasitas sarana
dan prasarana, pendidik dan tenaga kependidikan, pelayanan, serta
sumber daya pendidikan lainnya.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai jumlah maksimum peserta didik
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan Peraturan Menteri.
Pasal 40
(1) Pengawasan BHP dilakukan melalui sistem laporan tahunan yang terdiri
atas laporan satuan pendidikan dan laporan BHP.
(2) Laporan satuan pendidikan dan laporan BHP meliputi laporan bidang
akademik dan laporan bidang non-akademik.
(3) Laporan bidang akademik meliputi laporan penyelenggaraan pendidikan,
penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
(4) Laporan bidang non-akademik meliputi laporan manajemen dan laporan
keuangan.
18
Pasal 41
(1) Satuan pendidikan menyusun dan menyampaikan laporan tahunan
satuan pendidikan secara tertulis kepada organ penentu kebijakan umum
tertinggi.
(2) Satuan pendidikan dibebaskan dari tanggung jawab, setelah laporan
tahunan satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diterima
dan disahkan oleh organ penentu kebijakan umum tertinggi.
(3) Dalam hal setelah pengesahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
terdapat hal baru yang membuktikan sebaliknya, maka pengesahan
tersebut dapat dibatalkan oleh organ penentu kebijakan umum tertinggi.
Pasal 42
(1) Organ penentu kebijakan umum tertinggi menyusun laporan tahunan BHP
secara tertulis berdasarkan laporan tahunan satuan pendidikan untuk
dilaporkan dalam rapat pleno organ penentu kebijakan umum tertinggi.
(2) Laporan tahunan BHP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dievaluasi
oleh dan di dalam rapat pleno organ penentu kebijakan umum tertinggi.
(3) Laporan tahunan BHP disertai hasil evaluasi rapat pleno secara tertulis
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diberitahukan oleh organ penentu
kebijakan umum tertinggi kepada:
a. Menteri, Menteri Agama, menteri lain, atau kepala Lembaga
Pemerintah Non-Departemen, bagi BHPP sesuai kewenangan masingmasing;
b. Gubernur, Bupati, atau Walikota, bagi BHPPD sesuai kewenangan
masing-masing; dan
c. Pendiri BHP, bagi BHPM.
Pasal 43
(1) Laporan keuangan tahunan BHP, sebagai bagian yang tidak terpisahkan
dari laporan tahunan BHP, disusun mengikuti standar akuntansi yang
berlaku.
(2) Dalam hal BHP mengelola lebih dari 1 (satu) satuan pendidikan, laporan
keuangan tahunan BHP merupakan laporan keuangan tahunan
konsolidasi.
(3) Laporan keuangan tahunan BHP yang menyelenggarakan pendidikan
tinggi, harus dipertanggungjawabkan kepada publik melalui pemuatan di
media cetak berbahasa Indonesia, dan penempelan di papan pengumuman
resmi setiap satuan pendidikan yang dikelolanya.
(4) Dalam hal BHP menerima dan menggunakan dana dari Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara, BHP harus menyusun laporan
penerimaan dan penggunaan dana tersebut dan melaporkan kepada
Menteri Keuangan sesuai peraturan perundang-undangan.
(5) Dalam hal BHP menerima dan menggunakan dana dari Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah, BHP harus menyusun laporan
19
penerimaan dan penggunaan dana tersebut dan melaporkan kepada
Gubernur, Bupati, atau Walikota menurut kewenangan masing-masing,
sesuai peraturan perundang-undangan.
Pasal 44
(1) Laporan keuangan tahunan BHP diaudit oleh akuntan publik.
(2) Dalam hal BHP memperoleh hibah dari Pemerintah dan/atau pemerintah
daerah, maka Badan Pemeriksa Keuangan, Inspektorat Jenderal
Departemen terkait, atau Badan Pengawasan Daerah sesuai dengan
kewenangan masing-masing dapat melakukan audit terhadap laporan
keuangan tahunan BHP, terbatas pada bagian penerimaan dan
penggunaan hibah tersebut.
Pasal 45
(1) Administrasi dan laporan keuangan tahunan BHP merupakan tanggung
jawab pemimpin satuan pendidikan.
(2) Dalam hal BHP mengelola lebih dari 1 (satu) satuan pendidikan, pihak
yang bertanggung jawab menyusun konsolidasi laporan keuangan
tahunan BHP ditetapkan dalam anggaran dasar BHP.
Pasal 46
Ketentuan lebih lanjut mengenai akuntabilitas dan pengawasan BHP
ditetapkan dalam anggaran dasar BHP.
BAB VII
KETENAGAAN
Pasal 47
(1) Tenaga BHP terdiri atas pendidik, tenaga kependidikan, dan tenaga
penunjang.
(2) Tenaga BHP berstatus pegawai negeri sipil yang dipekerjakan dan/ atau
pegawai non-pemerintah.
(3) Tenaga BHP sebagaimana dimaksud pada ayat (2) membuat perjanjian
kerja dengan BHP.
(4) Pegawai negeri sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (2) memperoleh
remunerasi dari:
a. Pemerintah atau pemerintah daerah sesuai peraturan perundangundangan,
dan
b. BHP sesuai ketentuan dalam anggaran dasar BHP dan anggaran
rumah tangga BHP.
(5) Pengangkatan dan pemberhentian jabatan serta hak dan kewajiban tenaga
BHP dengan status sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan dalam
perjanjian kerja berdasarkan anggaran dasar BHP, anggaran rumah tangga
BHP, serta peraturan perundang-undangan.
20
(6) Perjanjian kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dibuat antara
pemimpin satuan pendidikan yang bertindak untuk dan atas nama organ
penentu kebijakan umum tertinggi dengan setiap tenaga BHP.
(7) Penyelesaian perselisihan yang timbul antara pendidik serta tenaga
kependidikan dan BHP diatur dalam anggaran dasar BHP.
(8) Jika penyelesaian perselisihan sebagaimana dimaksud pada ayat (7) tidak
berhasil, maka penyelesaiannya dilakukan melalui Pengadilan Tata Usaha
Negara.
(9) Ketentuan lebih lanjut mengenai tenaga BHP sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) ditetapkan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga
BHP.
BAB VIII
PENGGABUNGAN
Pasal 48
(1) Penggabungan BHP dapat dilakukan melalui:
a. dua atau lebih BHP bergabung menjadi satu BHP baru; atau
b. satu atau lebih BHP bergabung dengan BHP lain.
(2) Dengan penggabungan BHP sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
keberadaan BHP yang bergabung berakhir karena hukum.
(3) Aktiva dan pasiva BHP yang bergabung beralih karena hukum ke BHP
baru atau BHP yang menerima penggabungan.
(4) Aktiva dan pasiva sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dibukukan dan
dilaporkan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku dan harus
dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan.
(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penggabungan BHP diatur
dalam Peraturan Pemerintah.
BAB IX
PEMBUBARAN
Pasal 49
BHP bubar karena:
a. jangka waktu yang ditetapkan dalam anggaran dasar BHP berakhir;
b. tujuan BHP yang ditetapkan dalam anggaran dasar BHP tidak atau sudah
tercapai;
c. putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap
berdasarkan alasan:
1) BHP melanggar ketertiban umum, kesusilaan, dan/atau peraturan
perundang-undangan;
2) BHP tidak mampu membayar hutangnya setelah dinyatakan pailit;
dan/atau
21
3) harta kekayaan BHP tidak cukup untuk melunasi hutangnya setelah
pernyataan pailit dicabut.
Pasal 50
(1) Dalam hal BHP bubar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49, BHP:
a. wajib diikuti dengan likuidasi; dan
b. tidak dapat lagi melakukan perbuatan hukum, kecuali diperlukan
untuk pemberesan semua urusan BHP dalam rangka likuidasi.
(2) Dalam hal BHP bubar karena alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal
49 huruf a dan huruf b, organ penentu kebijakan umum tertinggi
menunjuk likuidator untuk menyelesaikan penanganan kekayaan BHP.
(3) Dalam hal BHP bubar karena putusan pengadilan, pengadilan menunjuk
likuidator untuk menyelesaikan penanganan kekayaan BHP.
(4) Dalam hal BHP bubar karena pailit, berlaku peraturan perundangundangan
di bidang kepailitan.
(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penanganan kekayaan BHP yang
bubar atau dibubarkan ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.
BAB X
SANKSI ADMINISTRATIF
Pasal 51
(1) Dalam hal keputusan yang diambil organ BHP melanggar anggaran dasar
BHP, anggaran rumah tangga BHP, dan/atau peraturan perundangundangan,
maka Menteri, Menteri Agama, menteri lain, kepala Lembaga
Pemerintah Non-Departemen, Gubernur, Bupati, atau Walikota sesuai
dengan kewenangan masing-masing dapat membatalkan keputusan
tersebut atau mencabut izin satuan pendidikan.
(2) Pencabutan izin satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
diumumkan di media cetak berbahasa Indonesia.
BAB XI
SANKSI PIDANA
Pasal 52
(1) Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud pada
Pasal 32 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun.
(2) Selain pidana penjara sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pelanggar
juga dikenai pidana tambahan berupa kewajiban mengembalikan uang,
barang, atau bentuk lain yang dialihkan.
22
BAB XII
KETENTUAN PERALIHAN
Pasal 53
Pada saat undang-undang ini berlaku, izin satuan pendidikan formal yang
sudah dikeluarkan dinyatakan tetap berlaku sampai izin tersebut berakhir
masa berlakunya atau sampai dicabut sebelum masa berlakunya berakhir.
Pasal 54
(1) Satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah dan/atau
pemerintah daerah sebelum Undang-Undang ini berlaku diakui
keberadaannya dan tetap dapat menyelenggarakan pendidikan formal.
(2) Satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah dan/atau
pemerintah daerah harus mengubah bentuk dan menyesuaikan tata
kelolanya sebagai BHPP dan BHPPD menurut Undang-Undang ini, paling
lambat 6 (enam) tahun sejak Undang-Undang ini diundangkan.
(3) Satuan pendidikan sebagaimana dimaksud ayat (1) tetap memperoleh
alokasi dana pendidikan seperti yang selama ini telah diperoleh paling
lama 6 (enam) tahun terhitung sejak Undang-Undang ini diundangkan,
dan selanjutnya memperoleh alokasi dana pendidikan sesuai dengan Pasal
34 ayat (5).
(4) Perubahan bentuk dan penyesuaian tata kelola satuan pendidikan sebagai
BHPP dan BHPPD sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan dengan
Peraturan Pemerintah atau Peraturan Daerah.
Pasal 55
(1) Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara yang telah
menyelenggarakan pendidikan formal sebelum Undang-Undang ini
berlaku, diakui keberadaannya sebagai BHP satuan pendidikan berbentuk
BHPP.
(2) Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara sebagai BHP satuan
pendidikan yang berbentuk BHPP harus menyesuaikan tata kelolanya
sebagai BHPP menurut Undang-Undang ini, paling lambat 3 (tiga) tahun
sejak Undang-Undang ini diundangkan.
(3) Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara sebagaimana dimaksud ayat
(1) tetap memperoleh alokasi dana pendidikan seperti yang selama ini telah
diperoleh paling lama 3 (tiga) tahun terhitung sejak Undang-Undang ini
diundangkan, dan selanjutnya memperoleh alokasi dana pendidikan
sesuai dengan Pasal 34 ayat (5).
(4) Penyesuaian tatakelola sebagai BHPP sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
dilakukan dengan Peraturan Pemerintah.
Pasal 56
(1) Yayasan, perkumpulan, badan hukum di bidang pendidikan, dan badan
hukum lain sejenis yang telah menyelenggarakan pendidikan formal
sebelum Undang-Undang ini berlaku diakui keberadaannya sebagai BHP
penyelenggara berbentuk BHPM.
23
(2) Sebagai BHP penyelenggara berbentuk BHPM, Yayasan, perkumpulan,
badan hukum di bidang pendidikan yang bertindak sebagai nazhir, dan
badan hukum lain sejenis harus menyesuaikan tata kelolanya sebagai
BHPM menurut Undang-Undang ini, paling lambat 6 (enam) tahun sejak
Undang-Undang ini diundangkan.
(3) Yayasan, perkumpulan, badan hukum di bidang pendidikan yang
bertindak sebagai nazhir, dan badan hukum lain sejenis sebagaimana
dimaksud pasal ayat (1) tetap memperoleh bantuan dana pendidikan
seperti yang selama ini telah diperoleh paling lama 6 (enam) tahun
terhitung sejak Undang-Undang ini diundangkan, dan selanjutnya
memperoleh bantuan dana pendidikan sesuai dengan Pasal 34 ayat (5).
(4) Penyesuaian tata kelola sebagai BHPM sebagaimana dimaksud pada ayat
(2) dilakukan dengan akta notaris.
(5

Comments

Popular posts from this blog

BEBERAPA CATATAN TENTANG PEMBELAJARAN AKUNTANSI PENGANTAR

E-Learning VS I-Learning

SILABUS PERKULIAHAN; PENGANTAR KOMUNIKASI PENDIDIKAN