MODUL PENDIDIKAN LINGKUNGAN SOSIAL BUDAYA DAN TEKNOLOGI

dari
Dr. Superlan, M.Ed



Topik: Pendidikan lingkungan, sosial budaya dan teknologi
Semester: II (kedua)
Kredit: 2 (dua)
Fakultas: Fakultas Pendidikan


Universitas Tama Jagakarsa
Jalan Letzhen TB Simathapang Edisi 152
Tanjung Barat, Jakarta Selatan 12530
Telepon: (021) 7890965, 7829919, 78831838, 7890634
Faks: (021) 7890966


Daftar isi

1 Perkenalan 2
2 Otoritas 2
3 Tujuan Pembelajaran 2
4 Kegiatan belajar 3
4.1 Daftar bahan pelajaran 3
4.2 Deskripsi singkat materi pembelajaran dan contohnya 3
4.3 Tes formatif untuk setiap pertandingan 11
4.4 Umpan Balik 16
5 Komunikasi 16:00
6 Lampiran 16

1. Perkenalan

Calon guru harus memiliki empat tingkat kompetensi pendidikan: (1) kompetensi, (2) kompetensi kepribadian, (3) kompetensi sosial, dan (4) kompetensi profesional agar dapat memenuhi tugas profesionalnya secara memadai. Kompetensi pedagogik adalah kompetensi guru yang berkaitan dengan keterpaduan materi teori pembelajaran dan prinsip-prinsip pendidikan, yang meliputi pengintegrasian materi ilmu pendidikan.

Mata kuliah ini diharapkan dapat membekali calon guru dengan berbagai persoalan yang berkaitan dengan konsep dan landasan ilmu pedagogik dalam kehidupan manusia. Pendidikan bukanlah persiapan untuk hidup. Pendidikan adalah kehidupan itu sendiri. Pendidikan bukanlah persiapan untuk hidup. Pendidikan adalah kehidupan itu sendiri. Inilah yang dikatakan John Dewey kepada kami.

Kursus pendidikan lingkungan sosial budaya dan teknologi yang akan Anda pelajari meliputi: Kedua aspek ini akan menjadi topik utama yang dibahas dalam mata kuliah pendidikan lingkungan, sosial budaya dan teknologi.
2 keterampilan

Setelah mengikuti perkuliahan mata kuliah pendidikan lingkungan sosial, budaya dan teknologi ini, mahasiswa diharapkan memiliki keterampilan sebagai berikut:

2.1. Memahami beberapa makna pendidikan dalam kehidupan manusia.
2.2. Memahami faktor sosial budaya dan teknologi sebagai lingkungan pendidikan yang mempengaruhi proses pendidikan;
2.3. Ini adalah langkah pertama dalam memahami teori pendidikan yang berbeda.
2.4. Pengetahuan tentang norma sosial budaya dalam masyarakat;
2.5. Memahami teknologi sebagai aspek budaya.
3 tujuan pembelajaran

3.1. Penjelasan tentang makna pendidikan sebagai pengalaman pengembangan kepribadian.
3.2. Menjelaskan pentingnya pendidikan sebagai proses kehidupan manusia;
3.3. Sebutkan tiga teori pendidikan;
3.4. Jelaskan hakikat, pengertian dan implikasi dari ketiga teori pendidikan tersebut.
3.5. Sebutkan norma-norma sosial dan nilai-nilai budaya yang ada di masyarakat.
3.6. Menjelaskan pengaruh norma sosial dan nilai budaya dalam masyarakat terhadap proses pendidikan.
3.7. Jelaskan teknologi sebagai salah satu aspek kebudayaan.
4 kegiatan pendidikan
4.1 Informasi rinci tentang bahan studi

Mata kuliah ini dilaksanakan untuk mahasiswa dalam 12 sesi dengan materi pelajaran yang rinci meliputi dua sesi Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS).

Berurusan dengan materi didaktik
saya informasi kursus
II Orang dan pendidikan
III pendidikan dan kehidupan
IV pendidikan dan kebudayaan
di TCB
VI Teori Pendidikan: Nativisme
VII Teori Pendidikan: Empirisme
VIII teori pendidikan-konvergensi
lingkungan pendidikan IX
X nilai sosial budaya
XI Kebudayaan dan Teknologi
XII UAS dan Operasi Otonom

4.2 Deskripsi singkat materi dan contoh pengajaran

Pertemuan I: Informasi tentang kursus

• Pada pertemuan ini, mahasiswa akan menerima salinan silabus mata kuliah sehingga mereka mengetahui terlebih dahulu apa yang akan mereka pelajari selama semester tersebut.
• Siswa memiliki setidaknya satu referensi untuk mata kuliah ini. Siswa harus melaporkan buku referensi apa yang mereka miliki.
Pertemuan ini akan dilaksanakan seluruhnya melalui diskusi.

Pertemuan II. Orang dan pendidikan

Sifat manusia
• Manusia adalah makhluk yang paling tinggi dibandingkan dengan semua makhluk ciptaan Tuhan.
• Tetapi jika orang hidup dan tumbuh sebagai manusia, mereka akan menjadi manusia yang sempurna. Misalnya, kisah Kama dan Kamala, manusia serigala.
• Manusia bisa disebut makhluk belajar. Orang dengan otaknya berevolusi untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman. Hasil kerja manusia terus berubah dan berkembang dari waktu ke waktu. Bedakan sarang burung dari rumah manusia. Bandingkan eskalator di Kalimantan dengan eskalator atau elevator gedung pencakar langit di kota-kota besar.

Sesi III. Kehidupan dan pendidikan

Hidup sebenarnya adalah proses belajar yang nyata. Pendidikan bukanlah persiapan untuk hidup. Pendidikan adalah kehidupan itu sendiri. Pendidikan bukanlah persiapan untuk hidup. Pendidikan adalah kehidupan itu sendiri. Inilah yang dikatakan John Dewey kepada kami.

• Proses pendidikan menciptakan seseorang secara individual. Ini adalah proses pendidikan yang membentuk manusia sebagai masyarakat dan bahkan sebagai bangsa dan pemerintah. Mereka mengatakan bahwa kita dapat belajar dari sejarah negara, apa sejarah orang-orang dari mana Jepang diciptakan. Pembangunan negara tidak ditentukan oleh jumlah sumber daya alam, tetapi oleh kegigihan negara dalam perjuangan untuk hidup.
• Orang itu istimewa. Orang-orang yang telah mencapai kesuksesan dengan mengatasi tantangan hidup. Penegasan hidup bisa datang dalam bentuk pengalaman, bahkan dengan cobaan hidup yang membanjirinya. Mereka yang menolak pembentukan kehidupan ini pada akhirnya akan membentuk manusia sejati.
• Ada banyak contoh kehidupan sebagai proses pembelajaran. Baca biografi orang-orang penting. Misalnya, "Who's Who", biografi presiden, biografi selebriti, biografi penemu, dll. Tulis ulang apa yang Anda baca.
• Buka Lampiran 1: Kekuatan Pikiran dan Tindakan.

Sesi IV. Pendidikan dan budaya

Pendidikan adalah proses perubahan budaya. Pendidikan merupakan warisan budaya sekaligus proses pengembangan budaya. Pendidikan memungkinkan orang dan masyarakat untuk menjadi apa yang mereka bisa. Pendidikan membuat orang dan masyarakat menjadi apa yang mereka inginkan. Inilah yang dikatakan Bill Richardson kepada kita.
• Proses pendidikan untuk menanamkan budaya ini terjadi melalui tiga upaya yang saling terkait: (1) dress code, (2) proses pengajaran, dan (3) role modeling. Untuk lebih jelasnya, bacalah karya mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Fuad Hassan, dalam “Buku Pegangan Pendidikan Humaniora Indonesia” (Vidiastono, 2004: 52).
• Immanuel Kant mengatakan bahwa manusia adalah binatang yang belajar dan mengajar binatang. Oleh karena itu, jika ada pernyataan bahwa “anak tidak bisa tumbuh”, itu sepenuhnya salah. Jangan Prosedur dan metode yang digunakan mungkin tidak sesuai. Jika seseorang melalui proses pendidikan dalam ketiga upaya tersebut, ia menjadi manusia.
• Orang-orang adalah pembawa budaya dan mewariskan budaya mereka kepada keturunan mereka. Proses pendidikan tidak lain adalah proses perubahan budaya.
• Definisi pendidikan lebih luas dari konsep belajar. Proses pendidikan tidak hanya mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada peserta didik (transfer of knowledge and skills), tetapi juga nilai-nilai sosial dan budaya (transfer of social and cultural values ​​and norma). Untuk meningkatkan pemahaman Anda tentang hal ini, coba buat tabel yang memisahkannya. Baca buku referensi dan temukan materi tentang perbedaan antara pendidikan dan pelatihan.

Kepatuhan V: TCB

Pada sesi kelima ini, siswa akan menjawab pertanyaan benar/salah sebagai berikut:

• Manusia adalah makhluk belajar (G/S).
• Manusia dapat belajar dan belajar (g/s)
• Manusia lebih buruk dari iblis karena iblis terbuat dari api dan manusia terbuat dari tanah.
• Pendidikan Setara Pembelajaran (B/S)
• Definisi pendidikan lebih luas dari definisi pendidikan (B/S).
• Belajar adalah proses transfer pengetahuan dan keterampilan (K/S).
• Pendidikan adalah proses menanamkan nilai dan norma sosial dan budaya (G/S).
• Pendidikan mempersiapkan kehidupan. Pendidikan itu sendiri bukanlah kehidupan. Inilah yang direkomendasikan John Dewey (F/N).
• Pendidikan, antara lain, dapat dicapai melalui desain busana (G/N).
• Pendidikan dapat diperoleh dengan belajar dan belajar (B/S).
• Pendidikan dengan contoh (B/S) mungkin
Pendidikan Seumur Hidup Dari Kecil Sampai Kuburan (G/N)
• Pendidikan meliputi pendidikan formal, informal dan nonformal (B/S).
• Pendidikan formal adalah pendidikan berbasis sekolah (B/S).
• Pendidikan nonformal adalah pendidikan keluarga (P/P).
• Pendidikan nonformal adalah pendidikan yang berlangsung di lembaga pendidikan atau di masyarakat (B/S).
• Menurut Organization for Economic Co-operation and Development (OECD), kualitas pendidikan terbaik di dunia ada di Jepang (B/S).

Kelas VI. Teori pendidikan. natisme

Melengkapi tabel tes tertulis.

Tinjau kembali pelajaran teori pendidikan yang telah Anda ambil. Catat isi pelajaran dalam tabel di bawah ini.

Meja. Perbedaan ketiga teori pendidikan

Aspek Khusus Sintesis Empiris Nativisme
Pencipta atau ahli teori guru


Isi teori




Implikasi untuk pendidikan lebih lanjut



Sesi VII. Teori pendidikan. empirisme

Teori empirisme bertentangan dengan teori nativisme. Jika teori nativisme menyatakan bahwa proses pendidikan sangat bergantung pada bakat dan kemampuan anak, maka teori empiris menunjukkan bahwa proses pendidikan anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan anak.

• Pendukung teori empirisme termasuk John Locke dan David Hume. Dalam hal ini, David Hume terkenal karena teorinya tentang lembaran kosong.
• Teori ini menyatakan bahwa keberhasilan siswa tergantung pada lingkungan anak sejak lahir sampai liang lahat.
• Teori ini menyarankan bahwa pemerintah dan masyarakat harus menyediakan lingkungan belajar bagi siswa.
• Menyediakan perangkat pembelajaran yang komprehensif untuk memberikan siswa pengalaman belajar terbaik.

Kelas VIII. Teori pendidikan. Perpaduan

Kedua teori tersebut kemudian digabungkan menjadi satu kesatuan yang dikenal sebagai Teori Konvergensi.

• Pencetus teori ini adalah William Stern.
• Teori ini menyatakan bahwa manusia memiliki potensi dasar berupa bakat dan kemampuan, namun bakat dan kemampuan tersebut dipengaruhi oleh tempat (tempat) dan waktu (waktu). Dalam hal ini, William Stern percaya bahwa manusia dilahirkan dengan potensi. Jika potensi ini dibandingkan dengan benih terbaik, benih terbaik akan tumbuh dengan baik jika diberikan pembibitan yang subur dan perawatan yang tinggi.
• Menurut Ki Hajar Devantar, konsep “pondasi” dan “pembelajaran” pada hakikatnya sama dengan konsep konstruksi. Arti aslinya tidak lain adalah keterampilan dan kemampuan. Pada saat yang sama, belajar pada dasarnya adalah proses pengaruh siswa dari lingkungan dan proses pendidikan, formal dan informal. Menurut konsep ini, proses belajar

Sesi IX: Lingkungan Pendidikan

Lingkungan pendidikan juga dikenal dengan istilah Milli education. Dalam teori empirisme, diasumsikan bahwa pendidikan berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan proses pendidikan. Sementara teori nativis menyangkal adanya pengaruh lingkungan belajar, namun diyakini bahwa kemampuan dan karakteristik siswa memiliki pengaruh yang lebih dominan terhadap proses pembelajaran. Namun, teori konvergensi sangat mengakui pengaruh di antara keduanya, terutama bakat dan alam, serta pengaruh lingkungan pendidikan.

• Lingkungan belajar meliputi: (1) lingkungan alam, misalnya pesisir, pedalaman, pegunungan; (2) Kondisi sosial ekonomi masyarakat seperti kondisi sosial ekonomi rendah, mata pencaharian masyarakat di bidang pertanian, pertanian, industri, perdagangan, jasa dll.
• Lingkungan belajar dapat menjadi sumber belajar. Teori belajar konstruktivis mengajarkan bahwa siswa harus mampu mengkonstruksi pemahamannya terhadap konsep-konsep yang berasal dari sumber belajar di lingkungan siswa.
• Proses pendidikan harus menjadi metode pemberdayaan dan pemberdayaan masyarakat, misalnya dalam pembangunan sosial ekonomi masyarakat, anggota masyarakat harus lebih hemat, suka menabung, berjiwa demokrasi, menghargai orang; hak dan cinta damai. Dan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan, mengedepankan semangat kerja keras, semangat anti korupsi, dll.

Pertemuan X: Nilai-nilai sosial budaya

Selain negara miskin, ada negara maju di dunia ini. Kemudian muncul pertanyaan utama. apa alasan yang membuat suatu negara makmur dan yang lainnya tidak? Ini karena (1) usia negara, (2) sumber daya alam, atau (3) ras.

Penduduk negara maju memiliki nilai-nilai sosial budaya yang dihormati dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat adalah sebagai berikut:
• Etika sebagai prinsip dasar kehidupan sehari-hari
• Loyalitas dan loyalitas
• Bertanggung jawab
• Ikuti aturan dan peraturan perusahaan
• Menghormati hak orang lain/warga negara
• Gairah untuk bekerja
• Cobalah untuk menabung dan berinvestasi
• Kesediaan untuk bekerja keras
• lembur

Modul ini berisi penjelasan tentang nilai-nilai sosial budaya masyarakat yang biasa dianut oleh sebagian besar masyarakat.

perakitan XI. Budaya dan teknologi
Menurut Koentaraningrat teknologi merupakan salah satu dari 7 (tujuh) aspek kebudayaan. Dalam pertemuan ini, kita akan berbicara tentang arti, bentuk dan aspek budaya.
• Budaya atau Budaya berasal dari kata Sansekerta Budhayah, yang merupakan bentuk jamak dari Budhi (akal atau kecerdasan), yang didefinisikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan atau diciptakan oleh pikiran dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris disebut culture, yang berasal dari kata latin coller yang berarti mengolah atau mengerjakan. Kebudayaan dalam hal ini berarti keinginan untuk mengolah tanah atau bercocok tanam. Bahl sering diterjemahkan sebagai "budaya" dalam bahasa Indonesia (www.id.wikipedia.org). Misalnya, monokultur berarti menanam dengan satu jenis tanaman. Polikultur, di sisi lain, berarti bercocok tanam dengan banyak spesies tanaman.
• Antropolog telah memberikan beberapa definisi tentang budaya, antara lain:
Tyler (1871) mendefinisikan budaya sebagai "kompleks dari pengetahuan, kepercayaan, seni, tata krama, hukum, adat, dan setiap keterampilan dan kebiasaan yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat." Etika, hukum, adat istiadat, dan banyak keterampilan dan praktik lain yang dimiliki seseorang sebagai warga masyarakat.
E. Adamson Hobel dalam bukunya Antropologi. katanya dalam studi buku tentang manusia.
“Suatu sistem terpadu dari karakteristik perilaku yang dipelajari dari anggota suatu masyarakat dan bukan hasil dari warisan biologis … Kebudayaan bukanlah naluri … [Kebudayaan] adalah hasil dari ciptaan sosial yang sepenuhnya diturunkan dan dipertahankan dalam masyarakat saja. melalui. komunikasi dan pembelajaran”.



Ritual Kejantanan Suku Wayo di Malawi, Afrika
Sumber: www.id.wikipedia.org





Kebudayaan erat kaitannya dengan masyarakat. Kebudayaan adalah hasil masyarakat. Masyarakat telah menciptakan budayanya sendiri, yang berbeda dan unik dari budaya yang diciptakan oleh kelompok sosial lainnya. Melville J. Herskowitz dan Bronisław Malinowski berpendapat bahwa segala sesuatu dalam masyarakat ditentukan oleh budaya masyarakat itu sendiri. Herskowitz melihat budaya sebagai warisan, sesuatu yang diturunkan dari generasi ke generasi.
Sementara Andreas Epink menjelaskan bahwa budaya mengandung nilai, norma, ilmu pengetahuan dan pemahaman universal yang mencakup semua struktur sosial, agama, dan lainnya yang mewakili kristalisasi intelektual dan artistik kolektif, yang merupakan ciri utama masyarakat (www.en .wipedia: . org).
Sumarjan dan Solaiman Sumardi percaya bahwa budaya desa adalah hasil cipta, rasa, dan prakarsa masyarakat. Dari berbagai definisi tersebut dapat dipahami suatu budaya atau sistem pengetahuan yang mencakup sistem representasi atau representasi yang tertanam dalam pikiran manusia, sehingga budaya bersifat abstrak dalam kehidupan sehari-hari. Manifestasi Budaya Manusia diciptakan sebagai budaya dengan perilaku dan hal-hal nyata seperti pola, bahasa, alat kehidupan, organisasi sosial, agama, seni, dll, yang dirancang untuk membantu manusia. dalam kehidupan publik. ак образме, ажже естство очеет ать аституур pelajari lebih lanjut
• Shuset Neskolko Manny Expert Otnositelno Kompont atau Elemen dalam tim Kulituri Chelno.
Melville J. Herskovits menyatakan bahwa kebudayaan terdiri dari 4 unsur pokok, yaitu: (1) alat teknologi, (2) sistem ekonomi, (3) keluarga, dan (4) kekuasaan politik.
Bronisław Malinowski mengatakan ada 4 elemen utama yang meliputi: - lembaga pendidikan utama) dan (4) organisasi kekuasaan (politika).
Մինչդեռ Կոենտջորոնինգրատը նշում է մշակույթի 7 (յոթ) տարրերի, կամ այն, ինչ կոչվում է մշակութային կողմեր ​​կամ մշակույթի «բանավորներ», այն է՝ (1) համոզմունքների համակարգ, (2) ազգակցական և սոցիալական կազմակերպման համակարգ, (3) կենսաապահովման համակարգ, (4) լեզու, (5) գիտության համակարգ, (4) արվեստ և (7) կյանքի համար նախատեսված գործիքներ և սարքեր (տեխնոլոգիա)
Հաստատություն XII. UAS և անկախ առաջադրանքներ

Նշում:

• Knight-ի քննադատական ​​մեկնաբանությունը Sledushushim թերթից.
1. Կրթությունը դիտվում է որպես մարդկանց իրավունքների և հնարավորությունների ընդլայնման, կյանքի որակի բարելավման և սոցիալական, մշակութային և տնտեսական քաղաքականության (ՅՈՒՆԵՍԿՕ) հանգեցնող որոշումների կայացման գործընթացներին մասնակցելու հնարավորությունների բարձրացման միջոց:
2. Կրթությունը չափազանց կարևոր է միայն կառավարությանը թողնելու համար։
3. Կրթությունը պետք է թույլ տա երեխաներին լիովին բացահայտել իրենց ներուժը ճանաչողական, էմոցիոնալ և ստեղծագործական կարողությունների տեսանկյունից (Global monitoring report ODV, 2005, p. 30):
• Ինտերնետում կամ ձեր կարդացած գրքում գտեք առնվազն հինգ մեջբերում կրթության և մարդկային կյանքի վերաբերյալ, ապա գրեք ձեր մեկնաբանությունները առնվազն մեկ էջում A4 ձևաչափով:
• Օբարազովատելուշու ստեցու փոդ նազվանիյեմ «Իսպլատնո».
• Որոնեք կրթության վերաբերյալ հոդվածներ www.google.com կայքում
• Կարճ հարցազրույց անցկացնել ուսուցչի հետ: Հարցրեք ձեր ուսուցչի տպավորությունների և ուղերձների մասին: Գրեք առնվազն 1 (մեկ) էջ A4 ձևաչափով:
• Թերթերից հոդվածների մասին հատվածներ պատրաստեք, ոչ պակաս, քան 2 (երկու) հոդված և մեկնաբանեք մեկ էջի վրա:

Ընտրեք մի քանի այլընտրանքային աշխատանքից մեկը: Այս ինքնագնահատման միավորն ունի կշիռ 1 և կհամակցվի ձևավորման թեստի (քաշ 2) և UAS միավորների (քաշ 3) արժեքների հետ՝ որոշելու ձեր վերջնական միավորը կիսամյակի համար: Կատարեք առաջադրանքը պատասխանատու կերպով:
4.3 Ձևավորման թեստ յուրաքանչյուր հանդիպման համար

Փորձնական հավաքույթի ձևավորում 2

Հորմիրուշիի թեստ Form Es.

1. Люди как существа высшей степени. Объясниte ነስኮልኪሚ ፕሪሜራሚ፣ ፖድቬርጃንዳሹሺሚ эto utverzhdenye.
2. Объясните разницу между людьми እና животными!
3. Можно ли обучать животное? Объясните свое мнение.
4. Что можно узнать из истории о Каме እና Камале.
5. Что означает, что людей называт обучающимиsya существаmy!

Формирующее тестовое собрание III

ምሳሌያዊ ሙከራ

1. ባራዞቫኒ - эto አይደለም ፖዶጎቶቭካ ከ zhizen; obrazovanы - эtoho ሳማ zhyznы. ብራዞቫኒ - эtoho አይደለም ፖዶጎቶቫ ከ zhyzny; ብራዞቫኒ - эtoho ሳማ zhiznь. Объясните мнение Джона Дьюи, чтобы стало понятнее!
2. Какие факторы на самом деле заስታቭላይት ስትራኑ ስታንቪትስያ ራዝቪቶይ ስትራኖይ? Объясните на примерах в качестве аргумента.
3. назовите не менее пяти благородныh социокутьтрныh цено ሀብታም Объясните
4. Люди - уникальные существа. ራሳችካዚቫት!
5.

Формирующее тестовое собрание IV

ምሳሌያዊ ሙከራ

1. Образование позволяет людям и обществам быть тем, чем они могут быть. Образование делает людей и общество ታኪሚ, какими они хотят их видеть. Объясните мнение Билла Ричардсона своими словами!
2. Назовите три усилия в образовательном процессе! ራሽስካዚቫት.
3. Люdy - животные educancum. Чto oznachet эtoho utverzhdenye? Чем отличается человек от животного ኢዱካንደስ. Объясните разницу!
4. Люди являются носителями культуры እና в то же время наследниками культуры. ጨዋታዎች እና ዜና!
5. Кратко отделите значение образования от обучения እና приведите примеры.

Формирующее тестовое собрание VI (ታሪክ V፡ UTS)

Заполните следующую таблицу, чтобы кратко различать три теори образования.

ስቴሊቺቴልኒ አስፔክቲ ኤምፒሪኬስኮይ ኮንቬርጌንሢ ናቲቪዛማ
Изобретатель или педагогог-теоретик


Суть теории




Последствия для проводимого образовательново


Формирующее тестовое собрание VII

ምሳሌያዊ ሙከራ

1. ቻካያ из трех образовательныh ቴዎሪ наиболее соответствует жизненныm ረኤሊያም? ራሳችካዚቫት!
2. Непрерыvное образование. ኧቶ ኤቶ ዝናኺት? ራሳችካዚቫት!
3. Предоставление полных учебных помещений, чтобы дать студентам как можно больше опыта обучени. На основе какой теории строится образовательная политика?
4. Семья как «медресе ула». ኧቶ ኤቶ ዝናኺት? እቶ ፕራቪልኖ? Объясните свои причины.
5. Образование для всех (ОДВ). ኧቶ ኤቶ ዝናኺት? ራሽስካዚቫት

VIII Встреча Формирующий Тест

ምሳሌያዊ ሙከራ

1. Ки Хаджар Девантара считает, что образование представляет собой сочетание «базового» እና «об» учения. Объясните своими словами!
2. ራሳችካዚቫት!
3. Прочтите приложение 1. Пожалуйста, ответьте на статью соответствии с вашим мнением!
4. Привычка к чтению в нашем обществе все еще низка. ኤቶ ፕራቫዳ። Каkovы prichynыe phaktorы?
5. ሴምዩ - эtoho pervoe እና glavnoe vospytany. ምኞቴ ነው!

Формирующее тестовое собрание IX

ምሳሌያዊ ሙከራ

1. Среда или образовательная среда очень влияет на успех обучения. ካካያ ኦብራዞቫቴሌናያ ቴዎሪያ ዩተርቦርዴት ኤቶ?
2. Назовите два вида среды, влияющей на образование. Объясните እና приведите примеры.
3. Есть одна семья, у которой проблемы с домом. ሞጉት ሊ ኢቲ ፋክቶሪ ፖቭሊያት ና ኦብራዞቫኒ ዴቴዬ? Объясните እና приведите конкретные примеры, которые вы встречаете в повседневной жизни.
4. Образовательная среда по существу может быть источником обучения. Объясните እና приведите примеры.
5. Образовательный процесс должен быть средством развия እና расширения возможностей сообщества. Объясните и приведите примеры из повседневной жизни.

X Встреча Формирующий ቲ

ምሳሌያዊ ሙከራ

1. Какие ключевые факторы оказывают наибольшее влияние на прогресс ስትራንስ? ራሳችካዚቫት!
2. Назовите 9 (девять) основныh социокультурных ценостей, которые считаются залогом прогресстра! Кратко ኦፒሲቴ кажdy.
3. Наша ስትራና ቪሆዳይት ቫካቴጎሪሺ ሣምыh ኮርሩምፒሮቫንኒያ ስትራን ሚራ። Каково твое мнение. Играет ли роль образование роль содействующего фактора? Если ዳ፣ объясните።
4. Упомяните положительные እና отрицательные последствия!
5. Считается, что экономика e технологии оказали негативное влияние на воспитание в семье. Действительно? Если да, то приведите пример.

XI Встреча Формирующий тест
Письменный тест в форме эссе.
1. Объясните значение культуры этимологически (происхождение слова)!
2. Объясните одно известное вам определение культуры!
3. Назовите 7 (семь) граней культуры по Коэнтяранинграту и кратко объясните каждую из них.
4. Технологии — это та сторона культуры, которая наиболее подвержена изменениям в обществе. Объясните и приведите примеры.
5. Человеческий мозг тесно связан с культурой! Объясните отношения между ними!
Испытание БАС (заседание XII)
Письменный тест в форме Benas False
1. Как и люди, животных можно обучать (Ж/Ж).
2. Биография персонажа может стать уроком на всю жизнь (Б/С).
3. История Камы и Камалы показывает, что, чтобы быть полностью людьми, люди должны быть образованы людьми и по-человечески (W/F).
4. Из теории нативизма и теории конвергенции родилась теория эмпиризма (Б/С).
5. Образование позволяет людям и обществам быть тем, чем они могут быть. Образование делает людей и общество такими, какими они хотят их видеть. Это мнение Билла Ричардсона (B/S).
6. Образование для всех (ОДВ) означает образование для всех детей школьного возраста (О/Ш).
7. Образование – это подготовка к жизни; образование - это не сама жизнь. Так советовал нам Джон Дьюи (З/С)
8. Наиболее легко изменяемый аспект культуры — это технология (B/S).
9. Культура – ​​это результат человеческого творчества, вкуса и намерения (W/S).
10. Семья – «медресе ула» (Ж/Ж).
11. Разрушенные домашние семьи могут быть негативным воспитательным фактором для обучения детей. Таково значение теории эмпиризма (Б/С).
12. Трудолюбие и уважение ко времени — некоторые из социокультурных ценностей развитого общества (Б/С).
13. Коррупция - большой враг развития страны (Б/С).
14. Образовательная среда может быть источником обучения (B/S).
15. Люди — существа обучающиеся (З/С)
16. Люди являются носителями культуры и в то же время наследниками культуры (Ч/С)
17. Людей можно обучать и обучать. Животных можно дрессировать только (W/F).
18. Людей можно воспитывать и воспитывать (З/С)
19. Люди ниже дьявола, потому что сатана сделан из огня, а люди сделаны из земли (W/D)
20. Люди – это животные эдуканумы и животные эдукандусы (Б/С).
21. Люди как обучающиеся существа (З/С)
22. Люди - существа высшей степени (Б/С).
23. Люди — уникальные существа. Хоть они и близнецы, но точно будут разными (Б/С)
24. По данным Организации экономического сотрудничества и развития (ОЭСР), лучшее качество образования в мире — в Японии (B/S).
25. Среда или образовательная среда очень влияет на успех обучения. В этом суть теории нативизма (Б/С).
26. Социокультурные ценности людей в развитых странах, как правило, не пунктуальны (З/С)
27. Социокультурные и образовательные ценности являются ключевыми факторами, оказывающими наибольшее влияние на прогресс страны (B/S).
28. Образование можно получить, в том числе, путем формирования привычек (З/С).
29. Обучение происходит в школьном возрасте (B/S).
30. Образование длится всю жизнь, от колыбели до могилы (З/С)
31. Образование можно получить с помощью образцов для подражания (З/С)
32. Образование можно получить в процессе преподавания и обучения (B/S).
33. Формальное образование – это образование, которое осуществляется в школьных учебных заведениях (З/О).
34. Информальное образование — это образование, которое проводится в учебном заведении или в сообществе (B/S).
35. Образование включает формальное, неформальное и неформальное (B/S) образование.
36. Воспитание – это процесс передачи социальных и культурных ценностей и норм (Б/С)
37. Образование – это передача культуры в обществе (З/С).
38. Неформальное образование – это образование в семье (З/С).
39. Образование равно обучению (B/S)
40. Преподавание – это процесс передачи знаний и навыков (З/С)
41. Определение обучения намного шире, чем понятие образования (О/О).
42. Понятие обучения гораздо шире, чем понятие образования (О/О).
43. Предоставление полных учебных помещений для предоставления учащимся как можно большего опыта обучения является образовательной политикой, основанной на теории нативизма (B/S).
44. Основная роль образования заключается в раскрытии базового потенциала обучающихся, который в дальнейшем будет развиваться в ходе образовательного процесса (О/У).
45. Потенциал человеческого мозга тесно связан с рождением культуры из общества (Б/С).
46. ​​Образовательный процесс осуществляется посредством формирования привычек, процессов преподавания и обучения и ролевых моделей (B/S).
47. Образовательный процесс должен быть средством развития и расширения возможностей сообщества (B/S).
48. Привычка к чтению большинства индонезийцев все еще низка по сравнению с японцами (Ж/Ж).
49. Sistem kepercayaan masyarakat merupakan faset kebudayaan yang paling sulit diubah (B/S).
50. Teori ”dasar” dan ”ajar” dari bapak pendidikan nasional Ki Hajar Dewantara sebenarnya sama dengan teori nativisme (B/S).

4.4 Umpan Balik

1. Tugas mandiri dan tes yang akan dinilai adalah: (A) tugas mandiri, (B) tes formatif, (C) UTS (ujian tengah semester), dan (D) UAS (ujian akhir semester).
2. Bobot A = 1, B = 2, C = 3, dan D = 4
3. Nilai Akhir Semester adalah (AX1) + (BX2) + (CX3) + (DX4) : 4.
4. Dengan skala 4, nilai tersebut dapat dipadankan sebagai berikut:
Baik Sekali = 80 – 100
Baik = 70 – 79
Sedang = 60 – 69
Kurang = < 60

5 Referensi

Abdul Latif. 2007. Pendidikan Berbasis Nilai Kemasyarakatan. Bandung: Refika Aditama.
Nurani Soyomukti. Pendidikan Berperspektif Globalisasi. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Suparlan. 2004. Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, dari Konsepsi Ke Implentasi. Yogyakarta: Hikayat Publishing
Suparlan. 2005. Menjadi Guru Efektif. Yogyakarta: Hikayat Publishing.
Widiastono, Tonny D. Pendidikan Manusia Indonesia. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

6 Lampiran
6.1. Lampiran 1: Artikel Pilihan


PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA
Oleh : Andri Aji Saputro
Sumber: cefb@yahoogroup.com


Tahukah Anda negara mana yang kualitas pendidikannya menduduki peringkat pertama di dunia? Kalau Anda tidak tahu tidak mengapa, karena memang banyak orang yang tidak tahu bahwa peringkat pertama kualitas pendidikan adalah Finlandia.

Kualitas pendidikan di negara dengan ibukota Helsinki, dimana perjanjian damai dengan GAM dirundingkan, ini memang begitu luar biasa sehingga membuat iri semua guru di seluruh dunia.

Peringkat pertama dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survey internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengan nama PISA mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika. Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga menunjukkan unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental. Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas.

Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi top momor 1 dunia? Dalam masalah
anggaran pendidikan Finlandia memang sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara di Eropa tapi masih kalah dengan beberapa negara lainnya.

Finlandia tidaklah mengenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar, memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau memborbardir siswa dengan berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitu pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit, yaitu hanya 30 jam perminggu. Bandingkan dengan Korea, ranking kedua setelah Finnlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam perminggu.

Lalu apa dong kuncinya? Ternyata kuncinya memang terletak pada kualitas gurunya. Guru-guru Finlandia boleh dikata adalah guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah terlalu fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima, lebih ketat persaingainnya ketimbang masuk ke fakultas bergengsi
lainnya seperti fakultas hukum dan kedokteran!

Bandingkan dengan Indonesia yang guru-gurunya dipasok oleh siswa dengan kualitas seadanya dan dididik oleh perguruan tinggi dengan kualitas seadanya pula. Dengan kualitas mahasiswa yang baik dan pendidikan dan pelatihan guru yang berkualitas tinggi tak salah jika kemudian mereka dapat menjadi guru-guru dengan kualitas yang tinggi pula.

Dengan kompetensi tersebut mereka bebas untuk menggunakan metode kelas apapun yang mereka suka, dengan kurikulum yang mereka rancang sendiri, dan buku teks yang mereka pilih sendiri. Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, mereka justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak
testing membuat kita cenderung mengajar siswa untuk lolos ujian, ungkap seorang guru di
Finlandia. Padahal banyak aspek dalam pendidikan yang tidak bisa diukur dengan ujian. Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.

Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK! Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia. Dan kalau mereka bertanggungjawab mereka akan bekeja lebih bebas. Guru tidak harus selalu mengontrol mereka.

Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Siswa belajar lebih banyak jika mereka mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Kita tidak belajar apa-apa kalau kita tinggal menuliskan apa yang dikatakan oleh guru. Di sini guru tidak mengajar dengan metode ceramah, Kata Tuomas Siltala, salah seorang siswa sekolah menengah. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan dan belajar menjadi tidak menyenangkan, sambungnya.

Siswa yang lambat mendapat dukungan yang intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses. Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD.

Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan perilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dan sebagainya. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.

Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan "Kamu salah" pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya. Jadi tidak ada sistem ranking-rankingan. Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing.

Ranking-rankingan hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya. Kehebatan sistem pendidikan di Finlandia adalah gabungan antara kompetensi guru yang tinggi, kesabaran, toleransi dan komitmen pada keberhasilan melalui tanggung jawab pribadi. Kalau saya gagal dalam mengajar seorang siswa, kata seorang guru, maka itu berarti ada yang tidak beres dengan pengajaran saya! Benar-benar ucapan guru yang sangat bertanggungjawab.

6.2. Lampiran 2: Power Point

Comments

Popular posts from this blog

BEBERAPA CATATAN TENTANG PEMBELAJARAN AKUNTANSI PENGANTAR

E-Learning VS I-Learning

SILABUS PERKULIAHAN; PENGANTAR KOMUNIKASI PENDIDIKAN