MODUL KURIKULUM DAN PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN

melalui:
dr Suberlan, M.Ed.


Topik: Pengembangan kurikulum dan bahan ajar
Semester: II
Kredit: 2 (dua)
Universitas: Universitas Pendidikan


Universitas Tama Jagakar
Jalan Litzen TB Simatupang No. 152
Tanjung Barat, Jakarta Selatan 12530
Telepon: (021) 7890965, 7829919, 78831838, 7890634
Faks: (021) 7890966



isi

1 pertunjukan 2
2 kemampuan 2
3 tujuan pembelajaran 2
4 kegiatan belajar 3
4.1 Rincian materi pelatihan 3
4.2 Ikhtisar materi pelatihan dan contohnya 3
4.3 Ujian formatif 20 per sesi
4.4 Catatan 24
5 referensi 24
6 Lampiran 24




































1. Perkenalan

Agar seorang calon guru dapat menjalankan tugas profesionalnya dengan baik, mereka harus memiliki empat kriteria kompetensi pedagogik, yaitu (1) kompetensi akademik, (2) kompetensi kepribadian, (3) kompetensi sosial, dan (4) kompetensi profesional. Kualifikasi pedagogik adalah kompetensi guru dalam mengajar teori, pembelajaran dan keterampilan yang berkaitan dengan kajian prinsip-prinsip pendidikan, termasuk penguasaan mata pelajaran yang berkaitan dengan kurikulum.

Mata kuliah ini harus mampu membekali calon guru dengan berbagai aspek yang berkaitan dengan kurikulum dan metode pengajaran. Dalam sistem pendidikan nasional, kita mempelajari tiga komponen utama, yaitu (1) siswa, (2) guru, dan (3) kurikulum. Dalam proses belajar mengajar, ketiga unsur tersebut saling terkait. Pendidik tidak dapat menjalankan program pendidikan tanpa peserta didik. Siswa tidak dapat belajar dengan baik tanpa guru. Tanpa kurikulum, guru tidak akan memiliki materi pendidikan untuk mengajar siswa.

Siklus Pengembangan Kurikulum dan Bahan Ajar mencakup dua tema utama: (1) masalah kurikulum dan (2) pengembangan bahan ajar dalam kurikulum.
2 keterampilan

Setelah mengikuti mata kuliah Pengembangan Kurikulum dan Bahan Ajar, mahasiswa diharapkan memiliki keterampilan sebagai berikut:

2.1. Memahami pentingnya kurikulum.
2.2. memahami komponen utama kurikulum;
2.3 Memahami proses pengembangan kurikulum.
2.4 memahami sejarah perkembangan kurikulum di Indonesia;
2.5 Memahami Kurikulum Tingkat Satuan (KTSP);
2.6. Memahami silabus dan rencana pembelajaran (RPP).
3 tujuan pembelajaran

3.1. Pengertian kurikulum secara etimologis.
3.2 Klarifikasi beberapa definisi kurikulum.
3.3 menjelaskan berbagai jenis kursus;
3.4. Mengidentifikasi komponen utama kurikulum;
3.5 Saya mengutip dua dokumen dari KTSP;
3.6 Menyiapkan dua dokumen KTSP;
3.7 pengembangan kurikulum;
3.8 Penyusunan RPP.
4 kegiatan pendidikan
4.1 Detail Materi Pelatihan

Kursus ini ditawarkan kepada siswa dalam 12 sesi dengan topik studi terperinci berikut:

Pertemuan tentang studi materi
informasi kursus
Kedua: definisi kursus mikologi
Ketiga, definisi program
Jenis siklus keempat
Pengembangan kurikulum
memukul
VII Pengembangan Kurikulum di Indonesia
VIII KTSP: Dokumen Pertama
IX KTSP: Dokumen kedua
program kesepuluh
Implementasi rencana kesebelas
XII BAS dan kerja mandiri

4.2 Ikhtisar materi pelatihan dan contohnya

Sesi Satu: Informasi Kursus

• Pada pertemuan ini, siswa menerima salinan silabus sehingga siswa mengetahui dari awal apa yang akan mereka pelajari selama semester tersebut.
• Siswa memiliki setidaknya satu karya referensi untuk kursus ini. Siswa harus menyatakan pekerjaan referensi mereka.
• Pertemuan ini hanya didasarkan pada dialog antara guru dan siswa.

Sesi Dua: Orang dan Pendidikan

Definisi program:
Secara linguistik, kurikulum berasal dari kata latin “curire” untuk pelari dan “curre” untuk “lokasi lari”. Kata jarak berasal dari dunia olahraga Yunani kuno dan berarti jarak yang harus ditempuh pelari dari garis start hingga garis finis.
• Pada tahun 1918, dalam Kurikulum, buku teks pertama yang diterbitkan tentang subjek, John Franklin Bobbitt menyatakan bahwa kurikulum sebagai sebuah konsep berakar pada kata Latin "ladang kuda" dan menjelaskan kurikulum sebagai jalur kegiatan dan pengalaman di mana anak-anak tumbuh menjadi dewasa menjadi masyarakat. Untuk menjadi sukses, mereka harus berhasil. Selain itu, program ini mencakup semua kegiatan dan pengalaman formatif yang terjadi di dalam dan di luar sekolah, bukan pengalaman sekolah; Eksperimen yang tidak direncanakan dan tidak diarahkan, serta eksperimen yang bertujuan untuk mendidik anggota masyarakat dewasa (www.wikipedia.com).
• Dari sudut pandang terminologi, istilah "kurikulum" digunakan dalam dunia pendidikan untuk merujuk pada seperangkat pengetahuan atau mata pelajaran yang harus diperoleh atau diselesaikan siswa untuk mencapai tujuan atau sasaran. Pengertian kompetensi pendidikan. Ijazah atau sertifikat adalah tanda atau bukti bahwa seorang siswa telah mencapai tingkat kompetensi tertentu.
• Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, demikian pula pemahaman tentang kurikulum. Gurunya adalah guru besar dari Universitas Pedagogi Indonesia. H. Nkoswara, Magister Pendidikan, merumuskan program pengembangan nilai dengan rumus sebagai berikut:
• K = ------------- , yang artinya program adalah jarak yang harus ditempuh oleh peserta.
• K = MP, artinya kurikulum adalah seperangkat mata pelajaran yang harus dipelajari siswa.
• K = MP + KK, artinya kurikulum adalah seperangkat topik dan kegiatan yang direncanakan oleh sekolah dan harus diikuti oleh siswa.
• K = MP + K + SS + TP, artinya program ini mencakup berbagai topik dan kegiatan, semua terkait dengan pendidikan individu siswa sesuai dengan tujuan pendidikan yang ditetapkan oleh pemerintah atau sekolah.

Sesi Tiga: Pengenalan kurikulum

Para ahli kurikulum berusaha untuk mendefinisikan kurikulum. Di antara banyak definisi, unit ini memperkenalkan beberapa.

• Pada tahun 1918, dalam Curriculum, buku teks pertama yang diterbitkan tentang subjek, John Franklin Bobbitt menjelaskan bahwa kurikulum adalah bidang rekayasa sosial. Menurut asumsi budaya dan definisi masyarakat, pengembangan kurikulum menunjukkan dua karakteristik yang berbeda: (i) guru akan lebih berkualitas dan dibenarkan untuk mengembangkan kurikulum berdasarkan pengetahuan mendalam mereka tentang kualitas yang diinginkan dari anggota masyarakat dewasa dan pengalaman mereka dalam menciptakan kualitas tersebut; dan (2) kurikulum, yang didefinisikan sebagai pengalaman kerja yang harus dimiliki siswa untuk tumbuh dewasa.
• Dengan demikian, ia mendefinisikan kurikulum sebagai ideal daripada kenyataan dari tindakan dan pengalaman yang membuat orang menjadi siapa mereka dan apa adanya.
• Konsep kurikulum modern menghilangkan ciri-ciri asumsi Bobbitt ini, tetapi mempertahankan landasan kurikulum sebagai perjalanan pengalaman dari orang ke orang. Ini mengkaji pembelajaran individu melalui kurikulum di tingkat individu dan di tingkat kelompok, seperti budaya dan masyarakat (misalnya pelatihan profesional, disiplin akademik melalui pengalaman sejarah). Kelompok ini dibentuk bersama, dengan anggota individunya terbentuk.
• Meskipun secara formal termasuk dalam definisi Bobbitt, kurikulum sebagai jalur pengalaman formatif juga meliputi karya John Dewey (yang tidak setuju dengan Bobbitt pada poin-poin penting). Meskipun pemahaman idealis Bobbitt dan Dewey tentang "perangkat lunak" berbeda dari penggunaan istilah saat ini dan terbatas, umumnya bersama oleh penulis program dan sarjana sebagai pemahaman umum dan mendasar dari perangkat lunak.
• Dalam pendidikan formal atau sekolah (sebagai lawan dari pendidikan), kurikulum adalah seperangkat kursus, kursus dan konten yang ditawarkan di sekolah atau universitas. Beberapa atau semua kurikulum dapat ditetapkan oleh otoritas eksternal (misalnya, Kurikulum Nasional untuk Inggris di sekolah-sekolah bahasa Inggris). Di Amerika Serikat, setiap negara bagian, bersama dengan setiap distrik sekolah, menetapkan kurikulum. Namun, setiap negara bagian mengembangkan kurikulumnya dengan masukan ekstensif dari kelompok mata pelajaran akademik nasional yang dipilih oleh Departemen Pendidikan AS, seperti: B. Dewan Nasional Guru Matematika (NCTM) untuk pendidikan matematika. Di Australia, Departemen Pendidikan setiap negara bagian menetapkan kurikulum. Tugas utama Kantor Internasional untuk Pendidikan UNESCO adalah mempelajari dan melaksanakan program pendidikan di seluruh dunia.
• Kurikulum berarti dua hal: (1) seperangkat mata pelajaran dari mana siswa memilih mata pelajaran, dan (2) program studi tertentu. Dalam kasus terakhir, silabus secara kolektif menggambarkan materi pengajaran, pembelajaran dan penilaian yang tersedia untuk kursus tertentu.
• Eduard A. Krug mendefinisikan program sebagai berikut. Kurikulum terdiri dari cara-cara untuk mencapai atau mencapai tujuan pendidikan.

Sesi keempat: pendekatan berbeda

Kita dapat mempelajari berbagai jenis program pelatihan yang terkait dengan berbagai aspek:

• Berdasarkan konsepsi dan implementasi, kami mengetahui beberapa kondisi untuk program:
1. Silabus yang ideal mengandung sesuatu yang sempurna, sesuatu yang diperjuangkan yang dijelaskan dalam dokumen silabus
2. Kurikulum itu sendiri, yaitu kurikulum yang digunakan dalam proses belajar mengajar. Kenyataan biasanya sangat berbeda dari harapan. Namun, kurikulum yang sebenarnya harus lebih dekat dengan ideal. Kurikulum dan pengajaran adalah dua konsep yang tidak dapat dipisahkan. Kurikulum mengacu pada materi pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan dalam jangka waktu yang lebih lama. Waktu instruksional mengacu pada pengenalan bertahap pengajaran dan pembelajaran ke dalam kurikulum.
3. Daemon, yaitu apa yang terjadi pada program nyata selama eksekusi program ideal. Pengaruh bisa datang dalam bentuk guru, pemimpin sekolah, administrator, atau bahkan siswa. Misalnya, kebiasaan guru mengajar di kelas merupakan program tersembunyi yang mempengaruhi pembentukan karakter siswa.

• Tergantung pada struktur dan subjeknya, kami membedakan:
1. Kurikulum terpisah, program yang mata pelajarannya dirancang untuk pengajaran individu. Misalnya, sejarah diajarkan secara terpisah dari geografi, dll.
2. Kurikulum terpadu, yaitu mata kuliah yang bahan ajarnya disajikan secara komprehensif. Misalnya, ilmu-ilmu sosial adalah campuran dari mata pelajaran yang berbeda seperti sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi, dll. Ketika sampai pada proses pembelajaran, kita berbicara tentang pembelajaran tematik di tahun-tahun awal sekolah dasar. Matematika, IPA, Bahasa Indonesia dan beberapa mata pelajaran lainnya disajikan dalam mata pelajaran tersendiri.
3. Linked curriculum, yaitu kurikulum yang materi pelajarannya dirancang dan disajikan sedemikian rupa sehingga mengaitkannya dengan materi pelajaran lainnya.

• Tergantung pada pengembang dan penggunaannya, perangkat lunak dapat dibagi menjadi:
1. Kurikulum nasional yang dibuat oleh tim pengembangan tingkat nasional dan digunakan di seluruh negeri.
2. Kurikulum negara bagian, artinya kurikulum yang ditetapkan oleh setiap negara bagian, artinya setiap negara bagian di Amerika Serikat.
3. Kurikulum sekolah (school curriculum), yaitu kurikulum yang dikembangkan oleh satuan pendidikan di sekolah. Curriculum Level (CLE) adalah kurikulum sekolah. Program sekolah muncul dari keinginan untuk membedakan diri dalam kurikulum.

Sesi Kelima: Pengembangan Kurikulum

Pengembangan kurikulum mengacu pada proses pengembangan kurikulum oleh pengembang kurikulum dan kegiatan yang dilakukan untuk memastikan bahwa kurikulum yang dihasilkan menjadi bahan ajar dan referensi yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.



Pertemuan keenam: UTS

Pada sesi kelima ini, siswa menjawab pertanyaan benar dan salah sebagai berikut:

Jarak secara linguistik didefinisikan sebagai jarak yang harus ditempuh pelari (B/S).
• Pengertian kurikulum sama atau mirip dengan curriculum vitae (B/S).
• Program ini berasal dari kata Latin "curire" untuk "pelari" dan "curre" untuk "tempat lari" (F/F).
• Perilaku guru terhadap siswa dapat menjadi agenda tersembunyi (B/S).
• KTSP - Program Nasional (B/S)
• Ilmu Sosial (PSS) adalah mata pelajaran terpadu (B/S).
• Model pembelajaran mata pelajaran di kelas sekolah dasar adalah penerapan kurikulum tersendiri (B/S).
• Sejarah adalah mata pelajaran tersendiri dalam kurikulum (b/s).
• Ilmu alam adalah mata pelajaran ko-kurikuler (B/S)

Sesi Ketujuh: Pengembangan Kurikulum di Indonesia

Sebagai aturan, perubahan dan peningkatan dilakukan pada perangkat lunak setiap sepuluh tahun. Kurikulum diubah agar tidak tertinggal dengan perkembangan masyarakat, termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi. Program yang dilaksanakan secara nasional di Indonesia dapat digambarkan dalam tabel berikut:

Jadwal Pengembangan Kurikulum di Indonesia

Informasi tentang tahun akademik
1947 1947 •
• "পাঠ "
1954 1954 • 1947
1968 1968 • , , (স ) , (IPS)
1975 1975 •
1984 • 1975
1994 • 1984
-ভিত্তিক (KBK) 2004 • পাঠ্যক্রমটি ইন্দোনেশিয়ার ইন্দোনেশিয়ার ইন্দোনেশিয়ার হয়নি ।। এই পাঠ্যক্রম বেশ কয়েকটি স্কুল পরীক্ষার পরীক্ষার ক্ষেত্রে করেছে করেছে
2008 (KTSP) • KBK KSP আত্ম KSP KSP গ্রহণ bsnp (ন্যাশনাল )


VIII: KTSP: I

2003 20 নং 2005 (hal. 19/2005) প্রদান প্রদান প্রদান প্রদান প্রদান প্রদান প্রদান প্রদান প্রদান প্রদান প্রদান প্রদান প্রদান প্রদান প্রদান প্রদান প্রদান প্রদান প্রদান প্রদান প্রদান প্রদান প্রদান প্রদান যে প্রাথমিক াতীয় ার মান প্রদান প্রদান করে প্রদান ও ও ও ও প্রদান প্রদান শিক্ষ করে করে ও ও ও ও ও ও ও ও ও ও ও ও ও ও ও ও ও ও ও ও ও ও ও যে . "এছ , -এর 20/2003 hal. 19/2005-এর

KTSP ?

ditulis শিক্ষাগত অঞ্চলের প্রতিষ্ঠান .
-স্তরের (KSP) প্রোগ্রাম

KTSP ?

ktsp

:

1.
2.
3.
4.
5.
6.

KTSP-তে :

1. পরিচ , এবং এবং প্রশিক্ষণের প্রশিক্ষণের প্রশিক্ষণের প্রশিক্ষণের এবং এবং ফল ফল ফল কর প্রশিক্ষণের অংশ ফল কর ার ার উপ উপ উপ উপ
2. а аснове ампетэнцый, адносіцца а сховішчаў, айстэрства авучання, ое ажыццяўляецца ознымі осабамі, а енавіта (а) артфоліо (ацо), (працаўныя), (прааўныя), (прааўныя) (прадукцыйнасць), (е) аперы (пісьмовы ).

аванне ольнай аграмай

аванне ольнымі аграмамі аснавана а а аступных ах:

1. асылка а ачанне олы
2. аспрацоўка ентаў авучальнай аграмы (альтERNнатыўная аграма)
3.
4. Mantoring

о акое о ?

1. акон 20 а 2003 . а ацыянальнай е аацыі
2. 19 th 2005 . а ацыянальных аацыйных андартах
3. Permendiknas 22 November 2006. аб андартах есту
4. Permendiknas 23 November 2006. аб андартах ампетэнтнасці оў
5. Peramendiknas nomor 24 tahun 2006 g. pada 6 November 2007 адносна анання ерамендыкнас ар 22 23/2006
6. Pastanova 20 2007 g. а андартах а аацыі

а ?

аспрацоўка озных аграм а оўні а-метадычнага а (КЦП) асылаецца а ацыянальныя адукацыйныя андарты абеспячэння асягнення ацыянальн. ацыянальныя адукацыйныя андарты адаюцца а андартаў есту, ацэсу, ампетэнтнасці оў, авучальнага ерсаналу, амяшканняў аструктуры, авання, аання. а асьмі ацыянальных адукацыйных андартаў, а енавіта андарты зместу (SI) андарты алодання амі (SKL), 'яўляюцца асноўнымі арыенцірамі


















аспрацоўкі авучальных аграм а оўні адраздзялення

1. ентаваны а атэнцыял, азвіццё, атрэбы арэсы аў асяроддзя.

Праграма распрацавана на аснове прынцыпу, што студэнты займаюць цэнтральнае месца для развіцця сваіх навыкаў, каб стаць людзьмі, якія вераць і баяцца Усемагутнага Бога, маюць высакародны характар, здаровыя, дасведчаныя, здольныя, творчыя, незалежныя і становяцца дэмакратычнымі і адказнымі грамадзянамі. аб адтрымаць асягненне аў, азвіццё авыкаў аў арэктуецца атэнцыялам аў, азвіццём, атрэбамі арэсамі, а аксама акабав аяўнасць альнай азіцыі азначае, о ая ейнасць анцэнтравана а .

2. ерсіфікаваны аваны

Праграма распрацавана з улікам разнастайнасці характарыстык студэнтаў, рэгіянальных умоў, узроўняў і тыпаў адукацыі, а таксама павагі і недыскрымінацыі адрозненняў у рэлігіі, этнічнай прыналежнасці, культуры, звычаях, сацыяльна-эканамічным статусе і полу. аграма ае асць абавязковага есту аграмы, овы ест амаразвіццё омплексна, арганізавана ачнай адпаа .

3. ацца а азвіццё авукі, астацтва

аграма аспрацавана а аснове едамлення аго, о авука, алогіі і астацтва амічна азвіваюцца. акім ам, е аграмы абяспечваюць аў опытам авучання, аб ацца арыстоўваць асягненні аліне авукі, аста.

4. ае ачыненне а атрэб

аспрацоўка авучальных аграм ажыццяўляецца елам ацікаўленых акоў аеспячэння адпаведнасці ацыі атрэбам , асвадскажыцця акім ам, азвіццё асабістых авыкаў, авыкаў ення, ацыяльных авыкаў, акадэмічных авыкаў афесійных авыкаў 'яўляецца еабходнасцю.

5. аранны алы

асць аграмы ае е е аспекты ампетэнцыі, обласці авуковых аследаванняў адметы, ануюцца адстаўлены а ааай .

6. авучанне а ацягу о
аграма арыентавана а ацэс азвіцця, авання ашырэння агчымасцей авучэнцаў, очэнцац . Праграма адлюстроўвае ўзаемасувязь паміж элементамі фармальнай, нефармальнай і інфармальнай адукацыі з улікам умоў і патрабаванняў навакольнага асяроддзя, якое пастаянна змяняецца, і напрамкаў развіцця чалавека ў цэлым.

7. аланс аміж ацыянальнымі арэсамі альнымі арэсамі

аграма аспрацавана ам ацыянальных альных арэсаў абудовы амадства, ацыі адства. ацыянальныя арэсы альныя арэсы авінны апаўняць ацняць адзін аднаго адпаведнасці ам Bhineka Tunggal Ika амках арнай авы анезія (NKRI).

ератыўнае овішча а адрыхтоўцы

1. авелічэнне еры абожнасці акароднага арактару
2. авелічэнне атэнцыялу, екту арэсаў адпаведнасці оўнем азвіцця ольнасцямін
3. азнастайнасць альных алагічных атэнцыялаў арактарыстык
4. альныя ацыянальныя апыты азвіцця
5. атрабаванні е ацы
6. а авукі, астацтва
7. елігія
8. аміка етнага азвіцця
9. ацыянальнае адзінства ацыянальныя аштоўнасці
10. Сацыяльна-культурныя ўмовы лакальнай супольнасці
11. Гендэрная роўнасць
12. Характарыстыка вучэбных блокаў
Дакумент I КТСП

Дакумент I КТСП складаецца з 4 раздзелаў, у тым ліку:

1. Раздзел I Уводзіны складаецца з падраздзелаў (A) Інфармацыя, (B) Мэты і (C) Прынцыпы распрацоўкі KTSP.
2. Раздзел II Адукацыйныя мэты, уключаючы падраздзелы (A) Бачанне, (B) Місія, (C) Акадэмічныя мэты.
3. Раздзел III Структура і змест вучэбнай праграмы, якая ахоплівае (A) прадметы, (B) мясцовы змест, (C) дзейнасць па самаразвіцці, (D) вызначэнне вучэбнай нагрузкі, (E) усебаковае навучанне, (F) павышэнне і заканчэнне школы, (G) навучанне жыццёвым навыкам і (H) адукацыя на аснове мясцовага і глабальнага вопыту.

Прадметы з нацыянальным зместам, размеркаванне гадзін і групаванне прадметаў, а таксама правілы кіравання гадзінамі курса спасылаюцца на раздзел II стандартаў зместу. Мясцовы змест - гэта прадмет, распрацаваны для задавальнення інтарэсаў рэгіёна або адукацыйнага падраздзялення. Распрацоўка стандартаў кампетэнцый і асноўных кампетэнцый, якія павінны быць дасягнуты, ажыццяўляецца адпаведным навучальным падраздзяленнем і / або аддзелам адукацыі.

Мерапрыемствы па асобаснаму развіццю — гэта мерапрыемствы, якія ўлічваюць таленты і інтарэсы вучняў. Дзейнасць па самаразвіцці накіравана на развіццё патэнцыялу навучэнцаў, у прыватнасці, шляхам змены паводзін у адпаведнасці з мэтамі, пастаўленымі перад навучальным блокам.

Настройка вучэбнай нагрузкі спасылаецца на раздзел III Стандартаў зместу. Вочная вучэбная нагрузка распрацоўваецца сумесна з навучальным блокам. Праектаванне вучэбнай нагрузкі ў выглядзе структураванага дамашняга задання і неструктураванай самастойнай дзейнасці распрацоўваецца настаўнікамі-прадметнікамі.

Поўнае вывучэнне - гэта мінімальная мэта, якую павінен дасягнуць навучальны блок. Мінімальныя крытэрыі паўнаты (KKM) з'яўляюцца вынікам аналізу складанасці, грузападымальнасці і ўкладу студэнтаў у асноўныя кампетэнцыі, стандарты навыкаў і прадметы, якія вывучаюцца. Каб вынікі навучання навучэнцаў дасягалі і нават перавышалі ККМ, педагагічны аддзел распрацоўвае праграмы карэкцыі і павышэння кваліфікацыі.

Крытэрыі прасоўвання па службе і атрымання дыплома складаюцца вучэбным падраздзяленнем. Мінімальнай спасылкай на крытэрыі прасоўвання ў ацэнку з'яўляюцца Палажэнні Генеральнага дырэктара аб справаздачах аб выніках даследаванняў і POS ААН за папярэдні год.

Навучанне жыццёвым навыкам - гэта выхаванне навыкаў, неабходных чалавеку для таго, каб умець і смела сутыкацца з жыццёвымі праблемамі і вырашаць іх мудра і творча. Жыццёвыя навыкі, якія неабходна развіваць, - гэта асабістыя, сацыяльныя і акадэмічныя навыкі. Прафесійныя навыкі разглядаюцца ў прадметах мясцовага зместу.

Адукацыя, заснаваная на мясцовых і глабальных перавагах, развіваецца з выкарыстаннем мясцовых пераваг і павышэння глабальнай канкурэнтаздольнасці. Мясцовы вопыт можа быць развіты ў мясцовым змесце, самаразвіцці або ўбудаваны ў суб'екты.

4. Раздзел IV Навучальны каляндар змяшчае дызайн школьнага календара, які спасылаецца на каляндар адпаведнага ўпраўлення адукацыі і рэкамендацыі па падрыхтоўцы календара, якія змяшчаюцца ў раздзеле IV стандарту зместу.

Сустрэча IX: КТСП: Дакумент II

Дакументы КТСП:
• KTSP складаецца з двух дакументаў, а менавіта (1) Дакумента I, які змяшчае (a) Аснову, (b) Праграму і (c) Распрацоўку навучальнага плана.
• Дакумент I (першы) быў падрыхтаваны надзейнай камандай, сфарміраванай школай з удзелам усіх зацікаўленых бакоў. Зацікаўленыя бакі: (1) дырэктара, (2) настаўнікі, (3) адміністрацыйны персанал, (4) школьныя наглядчыкі, і (5) школьныя камітэты і бацькі вучняў, і (6) офісная адукацыя.
• Дакумент II (другі) - гэта аператыўная распрацоўка першага дакумента, які складаецца з (а) праграмы і (б) плана рэалізацыі навучання (RPP).
• Дакумент II падрыхтаваны поўнымі настаўнікамі і настаўнікамі-прадметнікамі або працоўнымі групамі настаўнікаў-прадметнікаў у рамках дзейнасці прафесійных арганізацый, такіх як Рабочая група настаўнікаў (для настаўнікаў пачатковых класаў), Кансультацыі настаўнікаў-прадметнікаў (MGMP) або Рэспубліканскія Асацыяцыя настаўнікаў Інданезіі (PGRI).

Сустрэча Х: Праграма

Гэта праграма?

Праграма - гэта навучальны план па асобным прадмеце і/або групе прадметаў/тэм, які ўключае стандарты кампетэнцый, базавыя кампетэнцыі, навучальныя прадметы/матэрыялы, вучэбную дзейнасць, паказчыкі дасягнення навыкаў ацэнкі, ацэнкі, размеркавання часу і навучальных рэсурсаў. .

Le syllabus répond à trois questions dans les activités d'enseignement et d'apprentissage, à savoir quelles compétences doivent être maîtrisées par les élèves, comment les atteindre et comment connaître leurs acquis.

Qui compose le syllabus ?

Le syllabus est préparé par l'enseignant qui enseigne la matière. Le processus de compilation du programme peut être organisé conjointement par une équipe d'enseignants de la matière, dans une activité d'enseignant, par exemple dans les activités MGMP.

Quelle est la base pour préparer un syllabus?

Sur la base du règlement gouvernemental n ° 19 de 2005, article 17, paragraphe (2), les écoles et les comités scolaires, ou les comités de madrasas et de madrasas, élaborent un programme d'études et un programme d'études au niveau de l'unité d'enseignement basé sur le cadre du programme de base et les normes de compétence des diplômés, sous la supervision de le service responsable du district / de la ville en matière d'éducation pour SD, SMP, SMA et SMK, et le département qui gère les affaires gouvernementales dans le domaine de la religion pour MI. MT, MA et MAK.

Exemple de programme












Exemple de programme
Programme

Nom de l'école : Collège
Matières : Anglais
Classe/Semestre : I/1
Objectifs : Les étudiants peuvent communiquer oralement et par écrit en anglais dans un discours transactionnel et interpersonnel en
contexte de la vie quotidienne en adéquation avec l'environnement immédiat des élèves.

Thème Normes de compétence/compétences de base Sous-thèmes Indicateurs Évaluation de l'expérience d'apprentissage Allocation de temps Ressources/Matériels/Outils
Ma famille écoute-parle
Les étudiants peuvent interagir très simplement de manière interpersonnelle avec l'environnement le plus proche, en particulier dans
- Présentation de soi/des autres
- salutation
- Mot de remerciement
- Excuses de la vie de famille
Les élèves sont habitués à saluer les autres avec les expressions correctes en anglais selon l'heure et la personne à qui ils s'adressent. Les élèves s'habituent à interagir en termes de présentations, de salutations, de remerciements et d'excuses dans des contextes réels, en particulier dans le milieu scolaire, avec des enseignants et des amis. Évaluation authentique avec performance (performance) 10 heures de cours (non compris pour les cours structurés et indépendants) Exemples de textes appropriés (oraux et écrits), y compris ceux parlés par l'enseignant régulièrement ou tirés de manuels ou de sources autres.
Identité
Les élèves peuvent nommer les membres de leur famille immédiate et immédiate.
Les personnes et les aides à l'apprentissage appropriées trouvées dans le milieu de vie de l'élève (y compris à la maison). Le cas échéant, émissions ou enregistrements électroniques à la télévision, cassette, audio/visuel, etc.
Les élèves peuvent demander et donner des informations sur les noms des objets dans l'environnement, tels que :
- Choses dans ma chambre
- Choses dans ma cuisine Environnement domestique Les élèves peuvent nommer des objets dans leur maison.

En lisant
- Les élèves peuvent comprendre la relation entre les membres de la famille nucléaire et les plus proches mentionnés dans de courts textes fonctionnels. Identité - Les élèves peuvent lire à haute voix de courts textes de lecture avec une prononciation, une intonation et une grammaire correctes. - -
- Les élèves peuvent mentionner les relations familiales des personnes mentionnées dans le texte court, à l'aide d'un arbre généalogique, tel que : « Rini est mon …. Elle est belle.', 'J'aime mon oncle. Il s'appelle….'
- Les élèves peuvent comprendre les objets du milieu environnant qui sont mentionnés dans de courts textes fonctionnels. - Environnement familial - Les élèves peuvent lire à haute voix de courts textes de lecture avec une prononciation, une intonation et une grammaire correctes.
- Les élèves peuvent nommer des objets mentionnés dans de courts textes fonctionnels. - -
L'écriture
- Les élèves peuvent produire de courts textes fonctionnels pour présenter les membres de leur famille immédiate. - Identité - Répertorie les membres de la famille immédiate et immédiate, avec une grammaire, une orthographe et une ponctuation correctes.

Mon école … - Ma classe
- Mes professeurs
- La cantine
- Temps de pause… 3

Réunion XI : Plan de mise en œuvre de l'apprentissage (RPP)

Le plan de leçon (RPP) est un plan qui décrit les procédures et l'organisation de l'apprentissage pour atteindre une compétence de base définie dans les normes de contenu et a été décrite dans le syllabus. La portée la plus large du plan d'apprentissage comprend 1 (une) compétence de base consistant en 1 (un) ou plusieurs indicateurs pour 1 (une) réunion ou plus. La planification est une étape très importante avant la mise en œuvre des activités. Kegiatan belajar mengajar (KBM) membutuhkan perencanaan yang matang agar berjalan secara efektif. Perencanaan KBM dituangkan ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau beberapa istilah lain seperti desain pembelajaran, skenario pembelajaran. RPP memuat seluruh KD, indikator yang akan dicapai, materi yang akan dipelajari, langkah pembelajaran, waktu, media dan sumber belajar serta penilaian untuk setiap KD.

Rencana pelaksanaan pembelajaran harus dibuat agar kegiatan pembelajaran berjalan sistematis dan mencapai tujuan pembelajaran, tanpa rencana pelaksanaan pembelajaran kegiatan pembelajaran di kelas biasanya tidak terarah. Oleh karena itu peserta harus mampu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran berdasarkan silabus yang disusunnya. Rencana pelaksanaan pembelajaran harus mengimplementasikan PAKEM.

Format RPP


























Pertemuan XII: UAS dan Tugas Mandiri

Tugas Mandiri:

1. Adakan pertemuan dengan minimal 3 (tiga) orang guru (SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK). Tanyakan tentang hal-hal yang terkait dengan silabus dan RPP kepada mereka. Buat daftar pertanyaan. Catat hasil tanya jawab dengan mereka, dan buatkan laporan hasil tanya jawab tersebut, minimal dalam 3 (tiga) halaman. Serahkan kepada dosen Anda.
2. Mintalah fotokopi silabus dan RPP buatan mereka. Serahkan kepada dosen Anda.
4.3 Tes Formatif Untuk Masing-masing Pertemuan

Tes Formatif Pertemuan II (pertemuan pertama hanya penjelasan singkat tentang materi mata kuliah).

Tes esai:
1. Jelaskan pengertian kurikulum secara etimologis!!
2. Jelaskan formula kurikulum berikut:
No. Formula Kurikulum Penjelasan
1 K = -------------


2 K = Σ MP



3 K = Σ MP + KK


4 K = Σ MP + K + SS + TP




Tes Formatif Pertemuan III

Tes formatif dalam bentuk esai:
1. Jelaskan minimal dua definisi kurikulum yang Anda ketahui!!
2. Definisi yang manakah yang Anda paling lengkap. Jelaskan argumentasi Anda!
Tes Formatif Pertemuan IV

Tes tertulis dalam bentuk esai.

1. Jelaskan perbedaan antara kurikulum ideal dan kurikulum aktual!
2. Jelaskan apa yang dimaksud kurikulum tersembunyi (hidden curriculum)! Berikan contohnya.
3. Jelaskan apa yang dimaksud separated curriculum, corelated curriculum, dan integrated curriculum. Berikan contohnya.
4. Jelaskan pengertian national curriculum, state curriculum, dan school curriculum.

Tes Formatif Pertemuan VI

Tes tertulis dalam bentuk esai. Materi tes ini dirangkum dari tes formatif 2 sampai ke lima.

1. Instansi manakah di Departemen Pendidikan Nasional yang bertanggung jawab dalam pengembangan kurikulum?
2. Apakah yang dimaksud pengembangan kurikulum (curriculum development)?

Tes Formatif Pertemuan VII (UTS)

Tes tertulis dalam bentuk esai.

1. Kurikulum 1968 adalah kurikulum terintegrasi (integrated curriculum) (B/S)
2. Kurikulum adalah apa yang diajarkan, guru adalah siapa yang mengajarkan, dan siswa adalah siapa yang diberikan pelajaran (B/S).
3. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (B/S)
4. Kurikulum dapat diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang akan dipelajari oleh peserta didik (B/S)
5. Kurikulum faktual amat ditentukan oleh agen pembelajaran atau guru (B/S)
6. Kurikulum sebelum tahun 1968 masih menganut kurikulum terpisah-pisah (separated curriculum) (B/S)
7. Kurikulum tersembuny (hidden curriculum) adalah kurikulum yang tidak diketahui oleh guru (B/S)
8. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (B/S)
9. Rencana Pelajaran 1947 merupakan kurikulum pertama di Indonesia (B/S)
10. Rencana Pelajaran 1947 sampai dengan Kurikulum 2004 termasuk kurikulum sekolah (B/S)
11. Rencana Pelajaran 1947 sampai dengan Kurikulum 2004 termasuk kurikulum ideal (ideal curriculum) (B/S)
12. Rencana Pelajaran merupakan istilah lama untuk kurikulum (B/S)
13. Sebelum tahun 1968 dunia pendidikan di Indonesia telah mengenal istilah kurikulum (B/S)
14. Secara etimologis, kurikulum berarti jarak yang harus ditempuh oleh pelari (B/S)
15. Semua kegiatan yang dirancang oleh sekolah juga termasuk dalam pengertian kurikulum (B/S)

Tes Formatif Pertemuan VIII

Tes tertulis dalam bentuk esai

1. Apakah yang dimaksud KTSP itu?
2. Jelaskan karakteristik pembelajaran menurut KTSP!
3. Jelaskan karakteristik penilaian menurut KTSP!
4. Apakah yang dimaksus penilaian portofolio?
5. Sebutkan landasan KTSP!
6. Sebut dan jelaskan karakteristika pengelolaan kurikulum berbasis sekolah!
7. Jelaskan prinsip-prinsip pengembangan KTSP!
8. Sebutkan acuan operasional dalam penyusunan KTSP!
9. Sebutkan 4 Bab dalam dokumen I KTSP!
10. Siapakah yang menyusun dokumen I KTSP?

Tes Formatif Pertemuan IX

Tes tertulis dalam bentuk esai.

1. Sebutkan dua dokumen KTSP!
2. Sebutkan dua substansi dokumen II KTSP!
3. Siapakah yang menyusun dokumen II KTSP?

Tes Formatif Pertemuan X

Tes tertulis dalam bentuk esai.

1. Apakah silabus itu?
2. Siapa yang harus menyusun silabus?
3. Apa landasan penyusunan silabus?
4. Sebutkan kolom-kolom yang harus ada dalam silabus!

Tes Formatif Pertemuan XI
Tes tertulis dalam bentuk esai.
1. Apakah yang dimaksud RPP?
2. Apakah RPP sama dengan lesson plan, atau Rencana Pengajaran, atau Satuan Pelajaran?
3. Bagaimana format RPP, dan jelaskan secara singkat!
4. Apakah itu PAKEM?
Tes UAS (Pertemuan XII)

UAS menggunakan tes tertulis dalam bentuk soal Betul/Salah sebagai berikut:

1. Dokumen I KTSP berisi tentang silabus dan Rencana Pelaksanaaan Pembelajaran (B/S)
2. Dokumen II KTSP berisi tentang landasan, program, dan pengembangan kurikulum (B/S)
3. Guru senior tidak perlu membuat RPP (B/S)
4. KTSP dapat disebut sebagai kurikulum nasional (B/S)
5. KTSP disusun oleh Pusat Kurikulum (B/S)
6. KTSP terdiri atas dokumen I dan dokumen II (B/S)
7. Kurikulum 1968 adalah kurikulum terintegrasi (integrated curriculum) (B/S)
8. Kurikulum adalah apa yang diajarkan, guru adalah siapa yang mengajarkan, dan siswa adalah siapa yang diberikan pelajaran (B/S).
9. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (B/S)
10. Kurikulum dapat diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang akan dipelajari oleh peserta didik (B/S)
11. Kurikulum faktual amat ditentukan oleh agen pembelajaran atau guru (B/S)
12. Kurikulum sebelum tahun 1968 masih menganut kurikulum terpisah-pisah (separated curriculum) (B/S)
13. Kurikulum tersembuny (hidden curriculum) adalah kurikulum yang tidak diketahui oleh guru (B/S)
14. Pada masa lalu RPP dikenal dengan Rencana Pembelajaran (RP) atau Satuan Pembelajaran (B/S)
15. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (B/S)
16. Proses penyusunan KTSP melibatkan para pemangku kepentingan pendidikan (B/S)
17. Rencana Pelajaran 1947 merupakan kurikulum pertama di Indonesia (B/S)
18. Rencana Pelajaran 1947 sampai dengan Kurikulum 2004 termasuk kurikulum sekolah (B/S)
19. Rencana Pelajaran 1947 sampai dengan Kurikulum 2004 termasuk kurikulum ideal (ideal curriculum) (B/S)
20. Rencana Pelajaran merupakan istilah lama untuk kurikulum (B/S)
21. RPP sebenarnya sama dengan rencana mengajar (B/S)
22. Sebelum tahun 1968 dunia pendidikan di Indonesia telah mengenal istilah kurikulum (B/S)
23. Secara etimologis, kurikulum berarti jarak yang harus ditempuh oleh pelari (B/S)
24. Semua kegiatan yang dirancang oleh sekolah juga termasuk dalam pengertian kurikulum (B/S)
25. Setiap guru harus membuat silabus dan RPP (B/S)
4.4 Umpan Balik

1. Tugas mandiri dan tes yang akan dinilai adalah: (A) tugas mandiri, (B) tes formatif, (C) UTS (ujian tengah semester), dan (D) UAS (ujian akhir semester).
2. Bobot A = 1, B = 2, C = 3, dan D = 4
3. Nilai Akhir Semester adalah (AX1) + (BX2) + (CX3) + (DX4) : 4.
4. Dengan skala 4, nilai tersebut dapat dipadankan sebagai berikut:
Baik Sekali = 80 – 100
Baik = 70 – 79
Sedang = 60 – 69
Kurang = < 60

5 Referensi

McNeil, John. 1985. Curriculum, A Comprehensive Introduction. Boston: Little, Brown and Company.
Oemar Hamalik. 1995. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Suparlan. 2004. Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, dari Konsepsi Ke Implentasi. Yogyakarta: Hikayat Publishing.
Suparlan. 2005. Menjadi Guru Efektif. Yogyakarta: Hikayat Publishing.
Widiastono, Tonny D. Pendidikan Manusia Indonesia. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.
Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia II. 1994. Kurikulum Untuk Abad Ke-21. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
Rochman Natawidjaja (Ed). 1979. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum, Alat Peraga, dan Komunikasi Pendidikan. Jakarta: Depatemen Pendidikan dan Kebudayaan.
6 Lampiran
6.1. Lampiran 1: Artikel Pilihan

PROGRAM INOVATIF SEKOLAH

Oleh Suparlan *)

Mereka yang berfikiran hebat membicarakan ide-ide.
Mereka yang berfikiran sedang membicarakan peristiwa-peristiwa. Mereka yang berfikiran sempit membicarakan orang lain
(Eleanor Roosevelt, 1884 – 1962, mantan first lady AS)

Inovasi membedakan antara pemimpin dan pengekor
(Steve Jobs, pendiri Apple Computer)

Innovation is change that creates a new dimension of performance
(Peter Drucker: Hesselbein, 2003)

Innovation is the creation of the new or the re-arranging of the old in a new way (Michael Vance)


Kita sekarang akan mencoba menjadi orang yang berfikiran hebat. Siapa takut? Kita sedang membicarakan ide-ide atau gagasan-gagasan, bukan membicarakan fakta-fakta saja, apalagi membicarakan orang lain. Gagasan apa saja itu? Tentang program inovatif sekolah.

Benar sekali. Tapi, gagasan-gagasan yang akan ditulis ini mungkin saja memang bukan benar-benar baru bagi sekolah tertentu. Namun sekolah yang lain mungkin dapat menjadi sesuatu yang sangat berharga. Memang, gagasan baru juga harus semua komponennya harus baru. Gagasan baru itu bisa jadi dari gagasan yang sudah lama, yang kemudian diperbaiki, disempurnakan dengan memperbaiki satu atau beberapa elemennya, sehingga menjadi lebih baik dan bermanfaat. Itu pun sudah dapat disebut sebagai apa yang dikenal dengan inovasi. Innovation is the creation of the new or the re-arranging of the old in a new way (Michael Vance)

Tulisan ini akan mencoba membahas tentang program sekolah yang dapat dinilai inovatif. Peter Drucker menjelaskan kepada kita bahwa inovasi sesungguhnya adalah perubahan yang menciptakan satu dimensi baru kinerja organisasi. Dalam hal ini, kinerja lembaga pendidikan sekolah.

Pemberdayaan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)

Sungguh, kita harus malu dengan peringkat ke empat di Pesta Olahraga Asia Tenggara. Kita telah jauh ketinggalan dari negara Thailand. Bahkan juga ketinggalan dari Vietnam. Kondisi ini juga tampak dari Human Development Index (HDI) Indonesia yang berada di bawah Vietnam. Padalah dahulu, dalam acara olahraga yang bergengsi ini kita selalu unggul. Boleh dikatakan bahwa negara yang lain berebut pada urutan kedua. Boleh jadi semua itu terjadi memang karena dampak negatif dari krisis multidimensional yang masih belum sepenuhnya usai. Namun, banyak orang yang meneropongnya dari faktor kemunduran dunia pendidikan kita. Dengan demikian, maka sumber masalahnya adalah lembaga pendidikan sekolah. Program peningkatan kompetensi SDM secara terencana dan berkelanjutan memang harus dimulai di lembaga pendidikan sekolah. Setelah lembaga pendidikan keluarga, maka lembaga pendidikan sekolah harus menjadi tempat yang strategis untuk dapat meningkatkan kompetensi SDM yang handal. Untuk dapat membangun SDM yang handal, kita tidak bisa hanya melakukan yang biasa-biasa saja. Juga tidak hanya dengan program-program yang biasa. Kita harus melakukan hal yang luar biasa. Dengan kata lain, kita harus melakukan hal-hal yang inovatif. Lembaga pendidikan sekolah harus merancang berbagai program yang inovatif. Pemberdayaan KKG dan MGMP harus dapat digunakan sebagai wahana yang efektif untuk dapat meningkatkan kompetensi guru di sekolah.

Program Pemberian Susu dan Makanan Tambahan

Di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Malaysia, sebagai ilustrasi, sebagaimana juga di sekolah-sekolah lain di tanah air, para siswa harus mengikuti upacara bendera di sekolah. Dalam beberapa kali upacara bendera, ketika pembina upacara menyampaikan pidatonya, atau ketika bendera merah putih dinaikkan beberapa anak jatuh pingsan. Selidik punya selidik, masalah ini terjadi karena banyak anak-anak yang tidak sarapan pagi. Bukan hanya itu, ada kemungkinan mereka juga mengalami kekurangan gizi dan dehidrasi.

Penemuan tentang rendahnya kebugaran jasmani, kesehatan, dan gizi anak-anak kita perlu mendapatkan perhatian kita semua. Hal ini sama sekali berbanding terbalik dengan keadaan peserta didik di Negeri Cina. Para siswa di sekolah yang cukup luas di negeri tirai bambu itu diwajibkan selalu melakukan olahraga dalam cabang olahraga yang mereka suka. Semua fasilitas olahraga telah disediakan, dan setiap harinya mereka harus melakukan olahraga sesuai dengan hobinya. Hasilnya? Stamina olahragawan dari negeri tirai bambu itu sangat luar biasa. Mereka yang suka berolahraga memiliki kecerdasan fisikal atau kecerdasan ragawi atau kecerdasan yang dikenal dengan bodily kinestetics yang tinggi. Termasuk di dalamnya adalah senam dan menari dengan olah tubuh yang penuh dengan rima dan irama itu.

Kalau pun negeri kita pada saaat ini masih mengalami kesulitan untuk mencari sebelas pemain sebak bola, karena selalu keok dalam arena pertandingan olah raga yang bergengsi ini, maka masalahnya tidak lain dan tidak bukan adalah karena kecerdasan fisikal generasi muda kita yang masih rendah. Selain itu, asupan gizi generasi muda kita masih di bawah rata-rata anak-anak di dunia. Jika negeri ini masih juga mengalami masalah mahalnya susu untuk tumbuh kembang anak-anak kita, negeri adidaya Amerika Serikat telah jauh memikirkan pentingnya makan siang anak-anak sekolah melalui program makan siang anak-anak usia sekolah melalui National School Lunch Program Act yang telah ditandatangani oleh Presiden Truman pada tahun 1946. Bahkan pada tanggal 14 Oktober 1940, pemerintah Amerika Serikat juga telah mengeluarkan program susu sekolah (school milk program). Rupanya, DPR kita masih sibuk dengan urusan politik ketimbang dengan urusan makan siang anak-anak.

Nah apa yang harus diprogramkan oleh sekolah untuk mengatasi itu semua? Pemberian bubur kacang hijau, susu, dan makanan bergizi lainnya secara rutin sudah tentu menjadi kegiatan yang sangat berguna bagi anak-anak kita. Jangan biarkan anak-anak kita membiasakan jajan di tepi-tepi pagar sekolah, yang dari aspek kesehatan dan gizinya tidak dapat kita pertanggungjawabkan.

Penciptaan Lingkungan Sekolah Yang Sehat

Program ini sangat terkait dengan program sebelumnya. Pertama, program yang harus dibenahi adalah kantin sekolah. Ciptakan kantin sekolah yang hiegenis dengan jenis makanan yang bergizi. Kedua, citakan lingkungan sekolah yang bersih, rindang, dan indah. Program 7K perlu digalakkan lagi, bukan hanya secara seremonial belaka, tetapi harus menyentuh perubahan kebiasaan para penghuninya. Memasang papan bertuliskan ”LINGKUNGAN BEBAS ROKOK” merupakan satu gebrakan yang dapat dilakukan. Tulisan-tulisan lain, seperti ”TARUH SAMPAH PADA TEMPATNYA”, atau ”CUCI TANGAN SEBELUM MAKAN”, atau ”KESEHATAN SEBAGIAN DARI IMAN” dapat diharapkan dapat mengisi nurani anak-anak kita yang masih putih itu. L

Comments

Popular posts from this blog

BEBERAPA CATATAN TENTANG PEMBELAJARAN AKUNTANSI PENGANTAR

E-Learning VS I-Learning

SILABUS PERKULIAHAN; PENGANTAR KOMUNIKASI PENDIDIKAN