ACEH’S REDEVELOPMENT POST TSUNAMI: ECONOMIC RECOVERY AND TOWARDS POVERTY ERADICATION

Profesor Dr. Abdul Rahman Lubis, M.Sc
Presiden Badan Perencanaan Pembangunan Akeh (BAPPEDA Provinsi NAD).


Pada bulan Desember tahun lalu, gempa bumi berkekuatan 8,9 SR yang diikuti oleh tsunami dahsyat melanda provinsi Aceh, Indonesia. Hilangnya nyawa dan pemusnah massal tak terelakkan dan tragis. Dengan demikian, bencana tersebut menjadi ancaman bagi daerah-daerah yang makmur di Aceh, menyebabkan kerusakan yang signifikan pada modal fisik dan sumber daya manusia sebagai mesin pertumbuhan ekonomi Aceh. Di sisi lain, wilayah Aceh lainnya bercirikan perekonomian pedesaan yang masih perlu dirangsang untuk mengembangkan dan memanfaatkan potensinya. Oleh karena itu, proses rekonstruksi Aceh secara global dan berkelanjutan harus mencakup seluruh kemampuan, terutama dalam hal revitalisasi ekonomi, penggunaan modal fisik dan sosial penduduk Aceh, tidak hanya di seluruh wilayah Aceh, tetapi di seluruh wilayah Aceh. Aceh. Daerah yang rusak. Misalnya, Pengembangan Ekonomi dan Sumber Daya Lokal (YERD) telah diadopsi sebagai model strategis untuk memberikan insentif lokal dan kolektif untuk melaksanakan dan mendukung misi pemulihan pascabencana ASEAN. Kegiatan ekonomi paling efektif di Aceh. Namun, proses restorasi dan rekonstruksi Asean, yang didukung oleh semangat kasih sayang dan kemurahan hati yang luar biasa dari seluruh dunia, dan perjanjian damai yang ditandatangani oleh kedua belah pihak di Helsinki pada 15 Agustus 2005, akan memberikan dorongan besar untuk ini. . Opera. Pembangunan bersama Aceh. Sebaliknya, lebih baik dalam kuantitas, keikhlasan dan kualitas.


Bahasa utama 2

Kepemimpinan: nilai-nilai yang paling penting

Serial Tan Sri Dato Sanusi Junid
Presiden Klub Internasional Aceh, Kuala Lumpur

Pemimpin memainkan peran penting dalam kebangkitan dan kejatuhan bangsa. Negara membutuhkan pemimpin untuk membimbing mereka ke arah yang benar dengan tujuan yang benar. Orang-orang dari generasi sebelumnya sangat mementingkan pemimpin mereka. Pemimpin menjadi pemecah masalah dan menginspirasi orang-orang di sekitar mereka untuk berjuang demi kesuksesan yang mengarah pada kebesaran bagi orang-orangnya. Selanjutnya, pemimpin harus mampu bertindak bahkan dalam situasi yang paling sulit dengan sumber daya yang sangat terbatas. Tampaknya pemimpin harus memiliki keterampilan dan kemampuan yang luar biasa untuk menjalankan misinya. Dalam kepemimpinan, seorang pemimpin harus memiliki banyak kualitas dan komponen. Ada banyak buku dan artikel tentang topik ini, jadi kita tidak akan membahas kualitas, bagian dan karakteristik seorang pemimpin di sini. Apa yang ingin kami bagikan kepada Anda adalah komponen terpenting yang harus dimiliki setiap pemimpin. Nilai tidak diragukan lagi ibu dari semua kualitas yang harus dimiliki setiap pemimpin. Ini adalah elemen yang memisahkan pemimpin besar. Pembacaan menyeluruh menunjukkan bahwa lima nilai yaitu. Keandalan, keberanian, disiplin, dedikasi, dan integritas adalah kekuatan pendorong para pemimpin hebat. Nilai-nilai tersebut merupakan intisari dari semangat Bushido, Hwaran dan Ginsheng yang telah membawa kesuksesan masing-masing ke Jepang, Korea Selatan dan Taiwan. Jika kita melihat masa-masa kejayaan Aceh, ada 5 (lima) nilai moral yang diterapkan saat itu. Kelima nilai ini sangat penting bagi setiap pemimpin. Ini adalah nilai-nilai Islam.


Pembangunan administrasi dan birokrasi
Setelah tsunami di distrik Ocheh

Rasyid
Universitas Malikusale, Laxemawe, Nangra Aceh Darussalam.


Pasca tsunami, Provinsi Aceh mengalami perubahan pembangunan fisik dan non fisik yang sangat signifikan. Ini terjadi sepanjang tahun. Setelah gempa bumi dan tsunami 26 Desember 2004 menghancurkan semua sarana dan prasarana. Menurut data provinsi Aceh, 250.000 orang tewas dan 70% infrastruktur Aceh rusak, menelan biaya sekitar Rp 117 triliun. Tsunami di Aceh juga menciptakan kesadaran sosial, kemanusiaan dan spiritual yang baru. Bagaikan magnet raksasa, bencana telah berhasil menyatukan hati, jiwa, dan emosi masyarakat Indonesia yang sebelumnya diliputi kebencian, kecurigaan, konflik, konflik etnis, agama, amarah, dan kekerasan. Seni gempa dan tsunami sejauh ini berhasil mengaktifkan berbagai penanggulangan. Dengan bencana tersebut muncul peluang perdamaian antara Gerakan Aceh Merdeka (FMA) dan pemerintah Republik Indonesia di provinsi Aceh. Hari ini, Akeh telah diberi kesempatan besar untuk memerintah negara ini sesuai dengan tradisi, budaya dan tradisi tradisional serta agama orang Akeh sejak zaman kuno. Kepedulian pemerintah Republik Indonesia dalam penyusunan undang-undang no. 11 Tahun 2006 untuk Pemerintah Aceh. Mengacu pada undang-undang ini, Aceh berpeluang untuk membeli rumah sendiri, untuk dikembangkan demi kemajuan Aceh. Satu di hadapannya. Dalam artikel ini, penulis mencoba memaparkan konsep pembangunan administrasi dan birokrasi di negara bagian Ake dengan mengambil saran dari para ahli di bidang katalitik dan manajemen birokrasi yang efisien dan efektif. Plus, itu memberikan etika pengembangan yang dibutuhkan saat ini. Birokrasi berpihak pada masyarakat sebagai pengguna jasa birokrasi. Menurut dokumen ini, pengelola kepentingan umum dapat mengelola pemerintahan Aceh berdasarkan UU No. 11 Tahun 2006. Oleh karena itu, Aceh ke depan akan lebih disegani dan disegani di tingkat regional dan internasional dengan wajah baru dan berbeda serta jenis pemerintahan yang berbeda dari pelayanan administrasi dan birokrasi yang dilakukan di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemerintah Aceh mencoba mendefinisikan ulang apa yang dimaksud dengan membangun tata pemerintahan dan birokrasi yang kuat.


















Bangun satu sistem jaminan sosial CBA

Radhi Darmansia1 dan T. Venza Ramdan2
1 Kepala Bidang Perlindungan Sosial NAD-NIAS, Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR).
2Di Satker BRR, Ketua Kelompok Kerja Kajian Sistem Jaminan Sosial Aceh - Pelayanan Jaminan Sosial dan Rehabilitasi (PRKS).


Model pelayanan publik berdasarkan preferensi individu untuk kesejahteraan sosial, kesehatan, pendidikan dan penuaan harus dikembangkan untuk melayani masyarakat Aceh pasca perang dan pasca tsunami dengan lebih baik. Pembentukan sistem jaminan sosial Aceh harus mengkonsolidasikan layanan pemerintah seperti bantuan sosial, ASKESKIN, SPP/beasiswa dan TASPEN/JAMSOSTEK menjadi satu kesatuan. Bahkan di Amerika Serikat, akses ke sistem identifikasi cerdas seperti Jaminan Sosial (Smart ID) secara bertahap memberikan akses online yang lebih baik ke layanan pemerintah, perbankan, dan kepolisian. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Aceh dapat meningkat pesat dalam waktu dekat. Loga juga menyediakan sumber pendanaan untuk layanan sosial individu melalui Distribusi Pendapatan Daerah Tinggi (WAR-DUA) dan donasi berkelanjutan dari komunitas lokal (Zakah, Infok, Sedaka) dan komunitas internasional.


Tata kelola yang baik untuk memerangi korupsi di ACEH

Saiful
Universitas Benkulu

Korupsi menjadi penyebab utama gagalnya program pembangunan Aceh. Investasi dan pertumbuhan swasta yang rendah, alokasi sumber daya yang tidak efisien, pengeluaran publik yang tidak teratur dan distorsi pendapatan publik, ketimpangan pendapatan yang tinggi dan kemiskinan serta standar hidup masyarakat yang rendah adalah tanda-tanda tingginya tingkat korupsi di Aceh. Korupsi dikaitkan dengan pemerintahan yang buruk. Kurangnya transparansi dan pengawasan kelembagaan yang efektif merupakan faktor penting yang menyebabkan kurangnya tata kelola yang efektif. Karena korupsi adalah sumber kegagalan, kesinambungan Aceh dalam memerangi korupsi akan sangat penting bagi pembangunan Aceh di masa depan. Pemberantasan korupsi akan berhasil jika Aceh menerapkan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik, termasuk transparansi dan akuntabilitas.


















Sistem pendidikan di AchH: alternatif
Setelah tsunami dan kematian

Nazaruddin Ali Basia, M.Ed
Direktur Lembaga Penelitian Pendidikan dan Promosi Aceh


Modal manusia atau sumber daya manusia telah menjadi strategi penting untuk mencapai kehidupan yang bahagia. Dennison (1967) berpendapat bahwa orang berpendidikan dapat dengan mudah menemukan dan memilih pekerjaan bergaji tinggi. Apalagi di era ilmu pengetahuan dan teknologi informasi, pentingnya sumber daya manusia semakin berkembang, menuntut setiap orang, terutama mahasiswa, untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya. Schultz (1961) berpendapat bahwa pendidikan adalah investasi dalam modal manusia. Orang dengan pendidikan tinggi telah terbukti berkinerja lebih baik dalam hal kemajuan karir dan peningkatan pendapatan keluarga. Tenaga kerja akan secara langsung berkontribusi pada peningkatan pendapatan pemerintah dengan meningkatkan keterampilan dan produktivitas, kata Meyer.



Undang-Undang dan Strategi Pemerintah Aceh Dalam Pelaksanaan Pembangunan Sosial Ekonomi di Kota Uttara-AEE (Pasay).

Dr. Loghman Taibo
Aceh, Malaysia

Keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya tergantung pada jenis undang-undang yang memberikan daerah kekuasaan yang luas: misalnya, sumber daya alam yang sebelumnya dimiliki oleh kaisar tidak menjamin kemakmuran daerah (dari bawah). ). Pada saat yang sama, lahirnya undang-undang pemerintah Aceh harus digunakan sebagai insentif untuk pengembangan Nanggra Aceh Darussalam dan harus digunakan sebagai inisiatif lokal di masa depan.





















Mengembangkan Model Kerjasama Guru, Motivasi Kerja dan Iklim Gaya Kepemimpinan Pengaruhnya Terhadap Kepuasan Kerja Guru: Studi Kasus di Indonesia

Profesor Muhammad Hussain Assoc Dr.
Iravati Tolis
Universitas Nasional Malaysia


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara iklim kolaboratif, motivasi kerja dan gaya kepemimpinan pemimpin dan kepuasan kerja guru untuk mengembangkan model hasil pada kepuasan kerja. Secara khusus, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh lingkungan kolaboratif, motivasi kerja dan faktor gaya kepemimpinan terhadap fasilitasi organisasi dan kepuasan kerja. Selanjutnya, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pengaruh lingkungan kolaboratif, motivasi kerja dan gaya kepemimpinan, dengan fokus pada fasilitasi organisasi dan kepuasan kerja. Pengumpulan data dilakukan melalui survei terhadap guru SMP di Kota Padang. Dalam pengambilan sampel, alat survei, studi eksperimen, populasi yang akan dimasukkan dalam prosedur pengumpulan data dan metode pengambilan sampel, setiap sekolah dipilih secara acak oleh seorang guru. Sampel penelitian ini adalah guru yang diangkat oleh pejabat Sekolah Menengah Atas Aparatur Sipil Negara (SLTP) di Kota Padang, Sumatera Barat, Indonesia. Ada beberapa alasan untuk memilih contoh ini. Rombongan penelitian ini mencakup seluruh guru PNS SMP di Kota Padang, dengan jumlah total 1829 guru dari 34 sekolah. Pertanyaan penelitian dalam penelitian ini berkaitan dengan motivasi kerja dengan menggunakan pertanyaan penelitian dalam survei pencarian kerja; Motivasi Kerja Inheren (1975) oleh Hackman dan Oldham (1973). Individual Differences Achievement Tendency Questionnaire (QMAT) yang disusun oleh Ware, Cook dan Wall (1979), Mehrabian dan Banks (1978) telah diinterpretasikan sebagai panduan untuk indikator (perilaku) peneliti tentang motivasi kerja intrinsik. Penggunaan Kuesioner Deskripsi Perilaku (LBDQ Form XII) yang dikembangkan oleh Ohio State University Research Council juga dianjurkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja. Pada saat yang sama, lingkungan kolaboratif juga mempengaruhi kepuasan kerja. Selanjutnya, lingkungan kolaboratif telah ditemukan memiliki dampak yang signifikan terhadap motivasi kerja. Artinya lingkungan kolaboratif berpengaruh langsung terhadap kepuasan kerja dan berpengaruh tidak langsung terhadap motivasi kerja. Selanjutnya gaya kepemimpinan tidak mempengaruhi motivasi kerja. Demikian juga gaya kepemimpinan tidak mempengaruhi motivasi kerja, tetapi mempengaruhi kepuasan kerja melalui pengaruhnya terhadap suasana kerja sama.













Meningkatkan kualitas pengajaran di universitas yang lebih tinggi
Diedit oleh ACE

Profesor Dr. Saidah Siraj dan Narahyati Ishaq
Fakultas Pendidikan, Universitas Malaysia


Pengajaran di jenjang pendidikan tinggi juga merupakan salah satu kegiatan utama yang menentukan pembangunan Aceh secara keseluruhan pascatsunami. Dokumen kerja ini melaporkan studi tentang kualitas pengajaran berdasarkan umpan balik mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di provinsi Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat kualitas praktik pengajaran yang dicari guru selama pelatihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (i) ciri utama dan jenjang penting dalam praktik pendidikan, (ii) keunggulan karakteristik praktik pendidikan, dan (iii) hubungan antara bidang peminatan dengan jenjang pendidikan. Pengalaman. Responden penelitian adalah siswa membaca dasar dari Universitas Sia Kuala di Banda Aceh, Indonesia. Sampel penelitian terdiri dari 120 siswa dalam tiga mata pelajaran yaitu bahasa Indonesia, biologi dan kimia. Penelitian ini menggunakan metode survei yang menggunakan alat bantu berupa pertanyaan pemandu. Statistik deskriptif (frekuensi, persentase, minimum) dan korelasi Pearson digunakan untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (i) 84,2 persen responden memilih tingkat kualitas untuk mengontrol konten pembelajaran yang diajarkan dalam proyek pendidikan, (ii) 74,2 persen responden memilih tingkat pilihan khusus. Pengalaman berkualitas untuk memperoleh keterampilan. Memberikan pelatihan untuk pelaksanaan pelatihan, jika diperlukan; (iii) 63,3 persen responden yang memilih tingkat kualitas pengalaman menganggap metode evaluasi pengajaran sangat penting. (iv) 61,7 persen responden yang memilih tingkat pengalaman mengajar menganggap kemampuan orang untuk mendengarkan sangat penting. Pada level aspek saat ini, yaitu: desain pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pendidikan, komunikasi interpersonal, hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dari keempat aspek tersebut berada pada level rendah. Tidak ada hubungan yang signifikan antara bidang spesialisasi dan tingkat kualitas pengajaran praktis. Sebagian besar responden menilai pelaksanaan pelatihan sebagai aspek terpenting dari kualitas praktik pelatihan. Berdasarkan penelitian ini, penulis merekomendasikan agar lembaga pendidikan dan departemen pengembangan sumber daya manusia memberikan perhatian khusus pada pelatihan guru dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru agar proses belajar mengajar lebih efisien. . . Saran lain untuk peningkatan kualitas pengajaran pendidikan tinggi di Provinsi Aceh juga akan dibahas dalam dokumen ini.

















Dimensi keterlibatan politik ACES: format konstruksi
Budaya sosial dan sistem politik masa depan

Dr Aviator, ibuku
Universitas Isa Ungul Jakarta


Keseimbangan antara struktur, proses dan budaya politik merupakan salah satu aspek demokrasi dari sistem sosial budaya dan politik Aceh, Indonesia. Sistem sosial budaya dan politik Ace-Indonesia harus memiliki keseimbangan antara infrastruktur dan infrastruktur, jika tidak maka demokrasi Ace-Indonesia akan berjalan di tempatnya, tidak akan berjalan dan akan anabiosis. Struktur sosial budaya dan politik Aceh yang ideal di masa depan Indonesia harus mencerminkan perkembangan kehidupan masyarakat Aceh sebagai bangsa dan negara tanpa melupakan dimensi agama, nilai-nilai budaya, persatuan dan kesatuan masyarakat Aceh. Masalah kritis. dan kualitas.



Game: pergantian aktivitas
dan masalah rehabilitasi

Bahruddin, AR, MC
Universitas Ilmu Pengetahuan Malaysia


Tragedi gempa dan tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 merupakan peristiwa yang menggembirakan, selain tragedi tersebut juga membawa suka dan duka. Kedamaian yang telah lama ditunggu-tunggu telah datang dan pergi. Popularitas kedua belah pihak tumbuh di seluruh dunia. Begitu juga negosiator dan fasilitator. Pat Ujun Niang Kan Pirang, Pat Prang Niang Kan Reda (Di mana hujan tidak pernah berakhir dan perang tidak pernah berakhir). Namun, artikel sederhana ini mencoba menganalisis program transformasi dan rehabilitasi strategis Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Dua hal ini bisa bermanfaat dan, seperti buah simalakam, bisa berbahaya. Tepatnya, hal ini dapat diterima untuk pembangunan perdamaian dan dapat mengancam perdamaian yang stabil di Aceh (berkelanjutan).





















Pemodelan TUNA Tuna:
В пути наращивания

Ko Hock Lai, Te Su Yen dan Ahmed Izani, Dokter Ismail
Sekolah Matematika, Universiti Sains Malaysia


Tsunami Andaman pada 26 Desember 2004 mengejutkan banyak orang Malaysia dan Indonesia. Setelah tsunami, fokus ACH pada kebutuhan rekonstruksi adalah kekuatan pendorong banyak badan pembangunan internasional. Untuk mencapai hal ini, berbagai program konstruktif yang mencakup berbagai aspek ilmiah, sosial-ekonomi dan budaya telah direncanakan untuk membangun kembali Aceh. осле ого, ак 26 екабря 2004 Tsunami terjadi di Kepulauan Andaman, perhatian khusus diberikan pada pendidikan publik, persiapan dan mitigasi kemungkinan konsekuensi dari serangan tsunami di Aceh dan wilayah lain di Asia Tenggara. Kemampuan untuk memodelkan kejadian, penyebaran dan terdamparnya tsunami sangat penting untuk membangun kapasitas masyarakat lokal untuk meningkatkan kesiapsiagaan mereka terhadap risiko tsunami di masa depan. Dalam hal ini, penting untuk mengukur kejadian tsunami dan dampaknya terhadap masyarakat pesisir setempat. Makalah ini menyajikan model simulasi yang dikembangkan sendiri, Tuna, berdasarkan proposal IOC/UNESCO untuk pemodelan tsunami di pantai yang terkena dampak. Hasil pemodelan tsunami tuna akibat gempa Andaman 26 Desember 2004 dibahas menggunakan persamaan SWE di perairan dangkal. Pemodelan tinggi gelombang dekat pantai kemudian disajikan dengan bantuan persamaan NSWE untuk perairan dangkal. Hasil pemodelan menunjukkan kesepakatan kualitatif yang baik dengan tinggi gelombang yang diukur setelah tsunami tersebut. Ini berarti bahwa TUNA dapat digunakan untuk memodelkan tsunami di masa depan di wilayah tersebut. Kami berharap konferensi ini dapat mendorong kerja sama aktif antara berbagai pihak yang terlibat dalam pengurangan risiko bencana tsunami, untuk kepentingan masyarakat di Provinsi Aceh. Kami juga berharap TUNA akan menerima kerjasama aktif untuk perluasan lebih lanjut dari aplikasi dalam rekonstruksi Aceh.



Pendekatan yang Gagal untuk Pembangunan Publik Sebelum ACHK Rebuild: Pelajaran dari Komik

Muammar Webri
A-Habitat Nanggro Aceh Darussalam


Secara umum, struktur sosial masyarakat Aceh terbukti mampu menahan konflik apapun. Misalnya, kepemimpinan lokal di Gechik, Tuka Piut atau Tenku Emum adalah hasil dari kontrol sosial yang dilakukan oleh masyarakat Akene selama bertahun-tahun dalam perilaku dan kebijaksanaan. Namun, potensi tersebut terpinggirkan karena elit politik baru datang dengan sistem demokrasi baru yang mengasingkan pemimpin tradisional dari rakyat. Dalam beberapa kasus, pemuka adat dimasukkan dalam pedoman modern baru, yang tidak sepenuhnya diterima di Aceh. Akibatnya, sistem baru tidak berfungsi dengan baik. Selain itu, elit baru, broker dan kontraktor musiman telah ditambahkan sebagai bagian dari proyek publik di Aceh. Kegagalan proyek-proyek publik di Aceh juga karena ketidakmampuan memahami budaya Aceh. ችግሮቹን የመልሶ ግንባታ እና የመልሶ ማቋቋም ችግሮች ብቻ ወደ አሴህ ወይም ያለፉት መቶ ዘመናት ሥር የሰደዱ ችግሮች ላይ ብቻ ትኩረት ሰጥተን።።




-
?

ሳይፉል ማህዲ
, , ,


በዚህ ጽሑፍ ውስጥ ፣ በአሴህ ውስጥ እና ከአሴህ ውጭ ባሉ ዲያስፖራዎች ውስጥ በአኬኔስ ማህበረሰብ ውስጥ ያሉ ማህበራዊ ግንኙነቶች ተዳሰዋል። የማህበራዊ ግንኙነቶች ማስረጃዎች የጂኦግራፊያዊ ሰፈርን ፣ ጋምፖንግን ፣ ለማህበራዊ አውታረመረቦች ፕሮክሲ በመጠቀም በማህበራት የቁጥር ግምገማ ነው። አንዳንድ ስታቲስቲካዊ መረጃዎች በግጭቱ ወቅት በተፈናቃዮች እና በስደተኞች መካከል ከካምፖንግ እና ከሱናሚ በኋላ በከፍተኛ ደረጃ የቦታ መስተጋብር ሞዴል እንዳለ ለማሳየት ይጠቅማሉ። 26 2006 የባህር ዳርቻውን ፣ በአብዛኛው በከተማ የተራቀቁ የአሴህ ክልሎችን አወደመ ፣ በግጭቱ ከተሰቃዩት ጋር ሲነጻጸር የአይፒኤልን የመንቀሳቀስ ሞዴል ለውጦታል። IPL . ነገር ግን ፣ ጥቃቅን ምርምር እንደሚያሳየው የውጭ ጣልቃገብነት በአኬኔስ ተፈናቃዮች እና ስደተኞች መካከል ለማህበራዊ አውታረ መረቦች ሁልጊዜ ጠቃሚ እንዳልሆነ ያሳያል። ጣልቃ ገብነቱ አንድነቱን ህብረተሰብ ሊያጠናክር ቢችልም ፣ የተበታተነውን ማህበረሰብ ግን።። የካምፖንግ ባዶ ስሜት ማህበረሰቡ በሕይወታቸው ውስጥ በተለይም ከአሴህ ውጭ ያለውን የህልውና ስልት እንዲጠቀም የሚያደርግ ይመስላል። IPL .


የመንፈስ እና እስላማዊ መነቃቃት በአኦቭ

. ሻብሪ አብድ ማጅድ
የማሌዥያ ብሔራዊ ዩኒቨርሲቲ

. (የማሌዥያ ኢስላሚክ ) -ዳሩሰላም ውስጥ , . ጥሩ የትምህርት ሥርዓት ለመፍጠር ሥርዓተ ትምህርቱን ማሻሻል ፣ የመማሪያ ክፍሎችን ማሻሻል ፣ የመምህራንን አቅምና ክህሎት ማስፋት ፣ የተማሪዎችን ጥራት ማሻሻል እና የትምህርት ቢሮክራሲውን መቀነስ አለብን። (አማኞች) ከዚያም የትምህርት ተቋማት ፣ የመምህራን ችሎታ እና የማስተማር እና የትምህርት ቢሮክራሲ ክህሎት እንዲሁ በተመጣጣኝ ሁኔታ መሻሻል እና ከጊዜ ወደ ጊዜ ቁጥጥር ይገባል።። Успешный опыт других стран и университетов по внедрению исламских образовательных систем, таких как Международный исламский университет Малайзии (IIUM), может быть всесторонне изучен в качестве вклада в наши будущие образовательные реформы. Наконец, чтобы воплотить наши мечты о создании хорошей образовательной системы, правительство также должно активно сотрудничать и участвовать в расширении возможностей образовательной системы, в том числе путем предоставления достаточного бюджета для образовательной программы.








-ТЕОЛОГИЧЕСКИЕ , ACEH.

. а акр
озиция а ософии акультета амоведения
ациональный ерситет алайзии


еловеческое азвитие ехе е-либо еще ом е ано еловеческой ой омразуй еловеческая а азум огут о освенно оизводить еловеческие ействия. еловеческие ействия елятся а ожество атегорий о амским авовым еским основам. амских еских атегорий амыми опулярными обро о. еловеческому азвитию основном особствуют обрые амерения ействия еловека. ежду ем еловеческое азвитие основном ормозится останавливается еловеческими амиминамед е амерения е азуме еловека. е ействия ановятся очевидными осле ого, ак они одят еловеческой азума. азвитие еловека обру оцветанию ет е ойчивым, если е амерения оцветанию оцветанию ет ешным ойчивым, если е. амские огословские еские оводства очень ажны еловеческого азвития ехе, оскольку ех естен оими а адициями е .


Начные правила иначная культура
ACEH

алия о аллех
е ения олезной , ерситет ебангсан, алайзия


еобходимость ательно ематически азвивать ех ебует одготовки еализации аучной. - о-первых, ом абочем окументе ет объяснено азначение аучных етодов а аукир. аправлен а армонизацию ения ежду ателем ателем. Автор этого рабочего документа считает и считает, что регион Ачех может завершить свою стадию развития с другими странами за короткий период времени по сравнению со временем, которое требуется любому сообществу в безопасной и мирной атмосфере, в некоторой степени свободной от стихийных бедствий с условием что ачехцы используют методическую стратегию научных знаний и практикуют культуру науки при разработке и реализации основ и программ развития. В таких условиях усилия по осуществлению всех мероприятий по развитию станут более упорядоченными, систематическими и контролируемыми. Если в то же время обязательства, существующие в ачехском народе, будут также поддерживаться культурой этического труда, основанной на исламских символах, то, даст Бог, мечта ачехского народа о восстановлении своего района станет реальностью за относительно короткий период. время. Наконец, в рабочем документе также обсуждается роль образования, формального или неформального, в развитии научной культуры на всех уровнях общества.










РОЛЬ ИНТЕРНЕТА И КОММУНИКАЦИОННЫХ ТЕХНОЛОГИЙ (ИКТ)
ДЛЯ РАЗВИТИЯ АЭГ

Ризал Мунади
Электротехнический факультет, инженерный факультет, Университет Сиях Куала


Информационная эпоха изменила промышленно развитые страны во второй половине 20-го века, и теперь она готова оказать не менее сильное влияние на развивающиеся страны. Интернет и коммуникационные технологии (ИКТ) были внедрены в развивающихся странах и недавно внедрены в развивающихся странах, таких как Индонезия. Используя эту технологию, каждый человек имеет возможность использовать интернет-сервисы для получения информации. Через Интернет каждый может получить знания и информацию, например, в академических целях. Доступность коммуникационной сети для обслуживания является основным фактором, обеспечивающим хорошее качество обслуживания. Высокоскоростной доступ или услуга широкополосного доступа с использованием оптического волокна обеспечит более быстрый доступ и сократит время, затрачиваемое на поиск в Интернете. Для повышения качества этой услуги использование беспроводной технологии является хорошим и практичным подходом с точки зрения времени.


СОТРУДНИЧЕСТВО ТРЕХ СТРАН В КОМПЬЮТЕРНЫХ МЕХАНИЧЕСКИХ ИССЛЕДОВАНИЯХ ДО И ПОСЛЕ ЦУНАМИ

А.К. Ариффин1, М. Ридха2, С. Аоки3 и Г. Ягава4
1 Национальный университет Малайзии, 2 Syiah Kuala University, Ачех,
3Toyo Univerisiti, Япония, 4Центр исследований вычислительной механики


В этом рабочем документе описывается сотрудничество между тремя странами; Малайзия, Индонезия и Япония в области механических вычислений до и после цунами. К ним относятся Механический компьютерный колледж, Профессиональная школа машиностроения и материалов, Университет Кебангсаан Малайзии (UKM), Машиностроение, Компьютерная инженерия, Машиностроение, Университет Сиях Куала (UNSYIAH) и Департамент машиностроения и вычислительной техники, Департамент вычислительной науки и инженерии, Университет Тойо ( ТУ), Япония. В результате этого тесного сотрудничества было проведено несколько серий семинаров на местном и международном уровнях. Наконец, последним вкладом является создание Центра исследований вычислительной механики (CCMR) в Японии.



















ВОЗВРАЩЕНИЕ УКРЕПЛЕНИЯ УЧРЕЖДЕНИЙ МУКИМОВ КАК ПРИНЦИП РАЗВИТИЯ СЕЛА АЧХ

Сануси Мухаммад Шариф
Студенты Центра изучения социальных наук развития и окружающей среды ФССК-УКМ,
Основатель фонда Banda Aceh Bamboo Clump Foundation


Создание института мукимов в Ачехе прошло долгий процесс. Этот процесс начался в доколониальный период и продолжается до настоящего времени. Однако существование мукимских учреждений в это время претерпело различные изменения. Это происходит в результате внешних и внутренних воздействий. Внешнее влияние в основном исходит от вмешательства государственной власти, а внутреннее влияние исходит от самого общества. Эта статья призвана обсудить реальность мукима в настоящем, размышляя о реальности и исторических процессах в прошлом. Ожидается, что результаты обсуждения будут способствовать улучшению и укреплению институтов мукимов в Ачехе в будущем на основе чистых ценностей местного сообщества. Это облегчит мукимам создание независимого сообщества, будь то на уровне села или на уровне мукима.


ВОССТАНОВЛЕНИЕ СОЦИАЛЬНОЙ ЭКОНОМИКИ ДЕРЕВНЯ ПОСЛЕ БЕДСТВИЯ В АЧЕХ С ПОМОЩЬЮ МИКРОФИНАНСОВОГО ПОДХОДА

Фауваз Хасбулла
Национальный университет Малайзии

После семи месяцев, когда Ачех пострадал от цунами 26 декабря 2004 года, которое привело к ужасным разрушениям, была составлена ​​новая история, а именно мир, подписанный Республикой Индонезия и Движением за свободный Ачех (ДСА). Эти два «дара» Бога освободили Ачех от горькой истории, с которой столкнулась община за десятилетия жизни в атмосфере конфликта. Серия событий, которую он требует для возрождения ачехского народа, чтобы построить новую национальную цивилизацию. Одной из неотложных потребностей жертв цунами и тех, кто участвует в процессе реинтеграции GAM, является социально-экономическое восстановление, которое является источником жизненной силы развития местных сообществ. Pihak kerajaan mahupun badan bukan kerajaan samada dari dalam atau luar negeri telah memainkan peranan di dalam memulih dan membangunkan semula ekonomi masyarakat setempat. Antara kaedah yang diketengahkan ialah melalui pendekatan pembiayaan mikro. Namun cabaran utama yang sering diutarakan ialah keberkesanan sistem perlaksanaan program pembiayaan kecil-kecilan kepada masyarakat setempat. Global Peace Mission (GPM) Malaysia, merupakan salah satu badan kemanusiaan antarabangsa yang berpusat di Malaysia, telah melaksanakan kajian dan projek perintis selama setahun bagi melihat kesesuaian pendekatan pembiayaan mikro 'ala Grameen Bank' kepada masyarakat Aceh. Kertas kerja ini bertujuan untuk melihat keberkesanan dan cabaran aplikasi pembiayaan mikro sebagai satu pendekatan alternatif untuk memulihkan sosioekonomi masyarakat yang terjejas akibat bencana dan proses reintergrasi GAM.









PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DAN PARTISIPASI KOMUNITAS “GAMPONG” DAN “MUKIM” DALAM PEMBANGUNAN
DI NANGROE ACEH DARUSSALAM

Teuku Iskandar
Presiden Komisaris PT Kertas Kraft Aceh, Lhokseumawe, Aceh Utara


Pembangunan berkelanjutan merupakan satu konsep pembangunan yang mempertimbangkan keseimbangan pembangunan ekonomi, kesejahtraan sosial dan lingkungan hidup. Secara garis besarnya, pembangunan berkelanjutan bertujuan untuk mengoptimalkan pembangunan ekonomi dan sosial melalui peningkatan kualitas hidup penduduk, pembasmian kemiskinan, meningkatkan ketersampaian kepada kemudahan dan keperluan dasar, pembangunan manusia dan kemapanan komuniti. Namun demikian, pengoptimalan pembangunan ekonomi dan sosial yang dilakukan seiring dengan pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan adalah tidak melebihi “daya tampung” (carrying capacity) lingkungan. Saat ini, konsep pembangunan berkelanjutan telah diadopsi sebagai satu kebijakan pembangunan di berbagai negara khususnya di negara dunia ketiga seperti di Indonesia. Namun begitu, keberkesanan dalam mengimplementasikannya memerlukan satu strategi pembangunan yang dinamis dan progresif termasuk memobilisasi dan memberdayaan komunitas lokal secara institusi maupun sistem dalam pembangunan. Di Indonesia, khususnya di Nangroe Aceh Darussalam, penglibatan komunitas dalam pembangunan dapat dilakukan melalui pemberdayaan dan penguatan kembali institusi “gampong” dan “mukim”. Justru itu, kertas ini bertujuan untuk membincangkan sejauhmana “gampong” dan “mukim” menjadi starting point dan fondasi dalam melaksanakan pembangunan. Selain itu, kertas ini juga bertujuan untuk melihat sejauhmana komunitas “gampong” dan “mukim” berperan dalam proses pembangunan di Nangroe Aceh Darussalam.



WAR-PEACE AND THE DYNAMIC OF ACEH CIVILIZATION:
A HISTORICAL ANALYSIS

Hafas Furqani
International Islamic University of Malaysia


The history of Aceh civilization can be classified into two phases; the development of civilization and the decline of civilization. The first phase is started when the first Islamic kingdom established in Peurelak. the subsequent kingdoms, Samudera Pasai and Aceh Darussalam developed further the Aceh civilization and reached the golden age at Sultan Iskandar Mudas era (1607-1636). At that time, Aceh has a complete civilization, from the structure of government, democracy, bureaucracy, economic, politics, social, culture, and law. The second phase is the decline of Aceh civilization. This happened when Aceh entered into an everlasting war begin with the Dutch in 1873-1903, war against Japanese (1942-1945), Cumbok war (late 1945), DI-TII war (1953-1963), and GAM-RI war (1976-2005). The consequence of this never-ending war is the Aceh civilization that has been established through out centuries is getting weak. Aceh, bit by bit, has lost his identity, nation character, and resources. War is anti-establishment; it ruins all aspect of life that has been established through out centuries. However, the peace agreement signed by GAM and RI in 15 Agustus 2005 brings the opportunity for Aceh to re-establish its civilization by re-structuring its democracy, culture, custom, socio-economy, socio-politics and law. With current good development, Aceh, probably, is entering the third phase of its history, the resurgence of Aceh civilization. This paper is trying to do a historical analysis of the war and peace in Aceh and its consequence to the dynamic of Aceh civilization.

ACEH DAN TANTANGAN MULTIKULTURALISME

Mohammad Alkaf
Aceh Institute


Aceh yang terlahir sebagai indentitas plural dan jamak telah melalui sejarahnya dengan panjang dan unik. Aceh tidak tunggal dalam memaknai perjalanan dirinya, karena Aceh adalah kumpulan keberagaman. Baik itu etnis, ras, suku, agama, sejarah bangsa bahkan juga pandangan politik. Dimasa-masa awal Aceh, keberagaman ini dapat dimaknai dan diapresiasi secara positif, sehingga Aceh lahir menjadi titik tolak peradaban bagi wilayah sekitarnya. Kini kedewasaan tersebut mendapat tantangan, karena Aceh sudah berada pada fase yang manentukan, pasca konflik dan tsunami. Bahwa kini di Aceh dituntut kembali untuk menmgelola keberagamannya, seperti masa-masa awal. Pengelolaan secara positif ini dinamai dengan multikulturalisme. Paham yang menerangkan akan pentingnya apresiasi positif terhadap perbedaan, dengan kacamata kesetaraan.


MOBILITY IN RELATION TO TRANSPORT SYSTEM DEVELOPMENT IN ACEH

M. Sabri
Universiti Kebangsaan Malaysia

This paper presents an analytical method to find a true modal shift from public transport concept towards more sustainable modes of transport in Aceh; implement urban planning strategies based on principles like urban density, improved mixed use of space and limited new urban developments to areas served by public transport are the important thinks to plan; At the same time, specific organisation methods and innovative technologies in terms of energy saving and the environment protection of transport field, must be introduced. It is moreover crucial to raise awareness among citizens about the effect of their choice of transport mode on the quality of urban environment.
























FUTURE DEVELOPMENT OF BIOTECHNOLOGY AND ITS IMPLICATIONS ON THE DEVELOPMENT OF EDUCATION IN ACEH

Prof. Dr Saedah Siraj, Gopalakrishnan, Kang Wai Kee, Hiew Yee Thai, Zulbahri, Paramasivam, K.Subramaniam
Faculty of Education, University of Malaya

This paper reports on the findings of a Delphi study conducted to forecast future development of biotechnology with special emphasis on its impacts on education for the next 10 to 15 years. The approach is descriptive, covering current trends using Delphi technique. The Delphi technique is a method for obtaining forecasts from a panel of independent experts over two rounds. The Delphi panel for this study consisted of 10 biotechnology experts from throughout Malaysia who participated in a two-round consensus building process. Experts have come to a conclusion that the infusion of Biotechnology into the school curriculum is very possible. They also have agreed that Biotechnology should be taught at secondary school level. the government should play a greater role by encouraging more private sectors to invest more in the field of biotechnology and encourage more research on this filed. Besides that, government also should provide financial support for research and development in both public and private sectors. In order to promote biotechnology in the future, the education curriculum should be revamped. Biotechnology should be introduced at the earlier stage in the curriculum. As suggested by the experts in this field, we can conclude that we can develop the Biotechnology curriculum for secondary school. Practical implications Aceh is been blessed with a wealth of resources like rice, cassava (tapioca), peanuts, rubber, cocoa, coffee, palm oil: petroleum and natural gas. Biotechnology, in wider sense, has been known and practiced for a long time in Indonesia although most people in Ache are not exposed to this and do not understand what is happening in the process. This study can be relevant to Aceh whereby by introducing Biotechnology in the school curriculum means that there will be a greater scope for Ache in terms of rebuilding the provinces economy and make a great contribution to Indonesia's Gross National Product.



























DEMOKRATISASI PASCA PERJANJIAN DAMAI : STUDI AWAL PEMBANGUNAN DEMOKRASI DI ACEH

Teuku Banta Massa Djafar
Calon Phd, Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan


Latar belakang historis tentang pergolakan politik dan sosio-kultural rakyat Aceh yang telah terbentuk sejak zaman penjajah telah mempengaruhi orientasi politik rakyat Aceh khasnya berlandaskan nilai-nilai keIslaman, heroisme, egalitarian dan kemandirian. Ciri-ciri ini tidak terwakili dalam sistem politik pemerintah Indonesia. Ini telah dibuktikan dengan terjadinya konflik politik pada tahun 1958 dan sepanjang pemerintah Orde Baru. Tuntutan Kemerdekaan yang diperjuangkan oleh GAM adalah anti tesis terhadap sistem politik dan pemerintahan Indonesia yang tidak memberikan peluang kepada ciri-ciri politik yang sudah berakar berabad lamanya pada kehidupan rakyat Aceh. Subtansi Perjanjian Perdamaian Helsinki 2006 di antara GAM dan Pemerintah Indonesia adalah sebuah perjuangan dan pengakuan self government bagi rakyat Aceh dengan dikeluarkan sebuah Undang-Undang baru, iaitu Undang Undang Pemerintahan Aceh. Demokratisasi dan Demokrasi di Aceh masih perlu melalui proses yang panjang. Beberapa masalah kelembagaan masih menjadi isu penting di antara rakyat Aceh dengan pemerintah pusat. Misalnya seperti Parti Lokal dan Otoritas Pemerintah Aceh. Disisi lain jurang ekonomi dan peluang pekerjaan merupakan sebahagian isu penting yang sangat menentukan proses konsolidasi demokrasi. Kertaskerja ini akan mengetengahkan beberapa masalah berkenaan konsolidasi demokrasi tersebut.. Selain itu kertaskerja ini membincangkan persoalan demokratisasi di Aceh yang diharap akan mengarah kepada self government dengan mengadopsi ciri-ciri politik khas rakyat Aceh sehingga menjadi sebuah model politik lokal di Indonesia. Pembangunan di Aceh tentu akan berhasil jika demokratisasi yang berjalan di Aceh akan membentuk suatu sistem politik dan pemerintahan lokal yang demokratis dan stabil. Jika proses demokratisasi tidak memperkuat kearah pembentukan pemerintahan lokal yang bercirikan self government, bukan tidak mungkin Aceh akan terjebak dalam konflik yang berkepanjangan seperti semula atau semakin mendorong Aceh menjadi sebuah negara merdeka yang terpisah dari negara Indonesia.
























PENGARUH PARTISIPASI AKAUNTAN PUBLIK DALAM MENCIPTAKAN GOOD COOPORATE GOVERNANCE

Mulia Saputra
Calon PhD, University Sains Malaysia


Akauntan publik adalah seorang praktisi dan gelar profesional yang diberikan kepada akauntan di Indonesia yang telah mendapatkan izin dari Menteri Keuangan RI untuk memberikan pengkhidmatan audit umum dan review atas laporan keuangan, audit kinerja dan audit khusus serta pengkhidmatan dalam bidang non-atestasi lainnya seperti pengkhidmatan konsultansi, pengkhidmatan kompilasi, dan pengkhidmatan-pengkhidmatan lainnya yang berhubungan dengan akauntansi dan keuangan. Dampak memburuknya kondisi ekonomi telah menimbulkan berbagai resiko audit. Praktek audit menjadi semakin kompleks. Isunya ialah makin maraknya tuntutan terhadap profesi akuntan,perubahan hukum dan peraturan perundang-undangan yang memiliki dampak terhadap profesi akauntan telah menciptakan lingkungan risiko tersendiri. Profesi akauntan merespon perubahan ini dengan melakukan pengelolaan risiko yang memadai. Terdapat dua pendekatan yang digunakan untuk memindahkan risiko yaitu pendekatan komprehensif dan penyusunan kebijakan dan prosedur yang memadai. Di samping itu Ikatan Akauntan Indonesia sebagai badan penyusun standar telah menerbitkan beberapa PSAK dan SPAP baru untuk memenuhi kebutuhan akan pedoman untuk melaksanakan pengauditan dalam lingkungan risiko. Walaupun demikian, peranan akauntan dianggap penting di dalam menciptakan suatu 'good cooperate governance', hal ini dimungkinkan karena banyaknya akauntan yang telah mulai memahami pentingnya suatu prinsip-prinsip 'good governance', antara lain transparansi dan responsibility. Aceh adalah kawasan yang baru terjadi suatu bencana besar yaitu tsunami, dan sekarang terus membangun kembali daerah tersebut. Pembangunan yang dirasakan sekarang sangat besar sehingga diperlukan suatu pertanggungjawaban yang memadai oleh banyak pihak, oleh sebab itu akuntan publik merupakan suatu profesi yang dapat memberikan suatu masukan mengenai pertanggung jawaban pengelola suatu perusahaan.


MEWUJUDKAN SISTEM PERPAJAKAN ISLAM:
SIKAP MASYARAKAT TERHADAP PAJAK PENDAPATAN DAN BAZIS DI ACEH

Damanhur
Universitas Malikussaleh


Duty is one of the domestic income source for one country development, and zakat is the obligation for the Moslem to be given to the people who have right to earn so. Both duty and zakat is the obligation for the Moslems in Indonesia, specially in Nanggroe Aceh Darussalam. This research tries to address the implementation of income tax and zakat improvement as well as the community response on to fulfill both of obligations. The finding from this research is the civil servant has a positive value or good attitude to the variables, and for the enterpreneurs have negative value for the tax implementation, and for other variables have postitive value. And for the farmer has a positive value only to Zakat not other variables. Moreover, the researched also showed that the government should replace the zakat status for the income tax obligation, for avoiding double duty on the same time for Moslem in Aceh or Indonesia






REKONSTRUKSI PEMIKIRAN, FILOSOFI DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR ISLAM BERBASISKAN AL-QURÂAN DAN SUNNAH

Nangkula Utaberta
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia,
dan calon PhD di Fakulti Alam Bina, Universiti Teknologi Malaysia


Banyak perancangan dan pemikiran Arsitektur Islam lahir dari sebuah duplikasi dan peniruan terhadap bentuk-bentuk, elemen dan ornamentasi dari bangunan yang dianggap sebagai produk dari Masyarakat Muslim. Pendekatan ini seringkali terbatasi dengan penggunaan simbol-simbol atau bentuk fisik yang dianggap merepresentasikan Islam dan biasanya berasal dari Timur Tengah. Pada perancangan masjid misalnya, pendekatan yang berorientasi pada fisik biasanya menekankan perlunya kubah, menara atau mihrab sebagai elemen yang wajib ada pada sebuah masjid. Paper ini akan berusaha menggali pemikiran, filosofi dan perancangan yang berasal dari nilai dan prinsip dasar dari Islam yaitu Al-Qurân dan Sunnah untuk kemudian diinterpretasikan dan diterapkan dalam perancangan Arsitektur Islam yang sesuai dengan semangat zaman, tempat dan kondisi sosial masyarakat. Diharapkan kajian ini akan membuka diskusi yang lebih luas bagi pengembangan berbagai perancangan dan pemikiran Arsitektur Islam khususnya di Aceh yang lebih ber-nilai, progresif dan integratif di masa depan.


KONSEP PEMBANGUNAN MODAL INSAN DI ACEH BERKIBLATKAN
AJARAN ISLAM

Shaik Abdullah Bin Hassan Mydin & Dr. Issham Bin Ismail
Universiti Sains Malaysia


Kertas kerja ini bertujuan membincangkan konsep modal insan berkiblatkan ajaran Islam berdasarkan Al Quran, Sunnah dan pandangan tokoh pemikir Islam. Seterusnya kajian ini akan mencadangkan strategi pembangunan modal insan di kalangan masyarakat Aceh. Pembangunan modal insan yang akan bincangkan menjurus kepada tiga cabang iaitu pembangunan pendidikan, pembangunan sahsiah dan pembangunan politik. Diharap penulisan kertas kerja ini dapat membantu usaha murni pembangunan Aceh yang merupakan tanggungjawab ummah.


PEMBANGUNAN ROHANI ACEH PASCA TSUNAMI:
SATU TINJUAN HISTORIS

Mohd Syukri Yeoh Abdullah & Badlihisham Mohd Nasir
Jabatan Pengajian Dakwah & Kepimpinan, FPI, UKM


Kertas kerja ini cuba menelusuri paparan sejarah awal peranan ulama dalam membangunkan kerajaan-kerajaan Islam di wilayah Aceh sehingga berjaya membina Kerajaan Aceh Darussalam sebagai kuasa besar di dunia. Aceh yang mencapai kegemilangan tamadun pada abad ke-17, terkenal sebagai pusat penyebaran Islam dan rujukan ilmu selain Mekah sehingga mendapat gelaran Serambi Meka

Comments